Kabinet Kompromi. Lha iya, bikin kabinet kok kompromi. Meski ada betulnya juga, yaitu bagaimana pun partainya GD bukan pemenang pemilu, maka mengakomodasikan berbagai kekuatan orsospol pun jadi pilihan. Sayang, mau bikin F1 untuk kebut-kebutan lawan Hakkinen kok pakai onderdil yang dikirim oleh banyak pemasok. Meski ada garansi, toh mereka bukan yang mau mbalap. Terbukti onderdil yang diserahkan tidak termasuk kualitet satu, atau tak klop satu dengan gandengan onderdil yang lain. Jalan bisa, lari enggak. Knalpotnya pating klempret kayak kentut. Suaranya lumayan sangar, tapi bolak-balik dikencingi sama pembalap lain. Pemain-pemain garansian ini kenyataannya lebih nggandol ke penggaransi dibanding konsentrasi ke job-job besar dan berat. Bahkan ada yang sudah diniatkan untuk ambil kutika 2004 mendatang. Belang-bonteng pemilu lalu tak pernah bisa menghapus persaingan antar faksi. Kalau mau kerja bagus, sih, pasti bisa, deh. Wong namanya support nggak cuma datang dari dalem negeri. Pun sasarannya sudah jelas, nambal perahu yang nyaris karam. Dibilang gampang, wong lubangnya itu banyek banget. Ngawur sedikit saja pasti ketemu salah satu atau lebih daripada lubang tadi. Karena persaingan antar faksi ini pula yang membuat kerjaan jadi rada-rada lamban. Berhasil itu lho, kok malah takut. Takutnya nanti yang kepenak kan partai yang lagi mimpin (PKB karena GD, dan PDI-P karena MS) bisa ngantongi simpati sebagai bekal yang amat cukup untuk lomba-2004 mendatang. Bikin kabinet nan kompromi ini, yang tidak diikuti oleh seleksi, ya gitu jadinya. Nah begitu itu, para penggaransi menilai jalannya F1 yang terseok-seok bukannya mencoba mawas-diri dengan melihat sosok yang digaransinya, kok malah ikutan nyukurin si pengemudi. Dan ketika yang digaransi itu mulai dicopoti, giliran maki-maki. Maka, sudahlah. negeri ini kan sedang kembang-kempis nyaris koma. Mestinya yang ditarik untuk ikut ndayung itu ya yang pinter (ada buktinya), loyal (demi masa depan bangsanya), dan tahu diri. sebab, di pundak mereka ada 200-juta mulut yang cuma bisa ndlongop dihajar situasi yang penuh borok. Yang jadi pemain (kabinet) harus kerjakeras. Yang tukang keplok jangan lebih banyak nyukurin dan mengolok-olok. Kalau tidak bisa mbantu, mbok diem saja. Bising. Ngrepotin. dan yang bisa bantu-bantu, mbok urun rembug. ===== Pakai HIKAM, siapa takut....? Embat terus PDI-P, GD dan MW .... Semua posting mesti dibikin belok ke PDI-P, GD dan MW sebagai biang keroknya .... Logis ndak logis, jalan terus ..... Wong aku 'intelektual', kok ....... Begaya...Begaya... Seolah-olah si 'dia' __________________________________________________ Do You Yahoo!? Talk to your friends online and get email alerts with Yahoo! Messenger. http://im.yahoo.com/ - Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
