On Fri, 5 May 2000, Yap wrote:

> Ya, tentang 'tokoh' satu ini saya cuma bisa ngurut dada. Tetapi memang
> NU/PKB hutang budi sama dia, yairtu ketika tidak ada satupun ekonom handal
> mau gabung PKB, Subiyakto nyelonong tepat pada waktunya. Dia jauh lebih

WAM:
Masak iya sih, kok Yap?
Lha itu suaminya Hetty Koes Endang, kan ekonom pula. Lagian, apa di negara
kita cuma ada Subiyakto yang ekonom? Masalahnya bukan itu lah, menurut
saya. Masalahnya terletak pada hipokrisi orang PKB. Yang terlalu gampang
buka mulut. Kalau masalahnya seperti kata anda, bisa jadi semua orang
Golkar itu sebenarnya juga bagus buat PKB. 

> beruntung daripada Fuad Bawazir, yang mengincar posisi di PAN, sampai rela
> nunggu AR lebih dari 1 jam disebuah warung padang hanya untuk biar ikut
> digandeng lokomotip reformasi ini. Tetapi saat itu harga AR kan tinggi
> sekali, sehingga nggak heran juga dia nggak dapat tempat. Ternyata didalam
> PAN andalannya bukan Faisal atau Dawam, tetapi Bambang Subiyakto. Keceliklah
> semua. Ketika Fuad coba balik arah, anginnya sudah nggak memihak dia lagi.
> Terpaksalah mulai dari bawah lagi.

WAM:
Kayaknya Fuad kan tetap di PAN toh?
Jadi, balik arah ke mana menurut Koh Yap?
Rasanya, awalnya orang PAN nggak ada yang menolak FB.

> Tapi kalau bung WAM nggak keburu mengganti channel, dapat hiburan juga
> melihat dia dibulan bulani Didik J Rahbini. Entah lagi kalau ditanggap
> Wimar, mungkin nggak perlu perona pipi untuk melihat merah hitam mukanya.

WAM:
Saya ikuti terus, meski gonta ganti dengan Indosiar.
Saya jadi ketawa juga. Kayaknya, tadinya kedua orang itu satu gerbong deh. 
Kok sekarang jadi kontra?

> Kayaknya nanti bakal banyak Subiyakto baru di PKB. Jadi ya maklum saja.

WAM:
Buat Subiyakto-subiyaktonyanya sih saya maklum.
Yang saya nggak bisa maklum, kok ya mau-maunya PKB terima orang yang
tadinya dia kritik. Istilah apa yang bisa diberikan, kalau tidak munafik? 

> yap


- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke