Mas Wisnu,
Disamping ekonomi dan engineering, barangkali dibutuhkan pula kepakaran KKN.
Yang dua pertama agak sulit memilihnya, seringkali kepalanegara terperosok
keliru. Umpamanya , sewaktu dia  memilih Laksamana. Mungkin cuma
mengandalkan jaminan teman dekat, ternyata  "sembilan-maling" dimasukkan ke
perusahaan negara. Partainya apa tidak dilihat ?
Yang pakar KKN lebih mudah mungkin. Yang diperlukan cuma kemampuan ndableg
saja. Nggak usah malu, nggak usah peduli apa kata orang. Lha wong pemilu
mesti dipersiapkan matang, termasuk dananya.

Wassalam
Abdullah Hasan.

From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>

Tadi malam, di TPI, baru tahu saya kalau Subiyakto Tjakrawerdaya, mantan
Menkop jaman pak Harto, jadi tim ahli ekonomi PKB. Tentunya setelah masuk
DEN. Takjub saya dibuatnya.
 Waktu itu, dia dikritik  karena dianggap sebagai salah satu orang yang
kenyang KKN. Dan dalam urusan serang menyerang Golkar,
sudah barang tentu PKB termasuk jagoannya. Kenapa sekarang orang ini bisa
masuk lingkaran PKB?

Saya tahu, Subiyakto berasal dari kalangan NU





- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke