On Wed, 10 May 2000, Abdullah Hasan wrote:

> Komentar AH :
> Pokok soal adalah keluarnya uang sebesar 35 milyar rupiah melalui tukang
> pijetnya Gus Dur, Suwondo. Yang diributkan oleh Banser cuma menyangkut
> kesalahan yang dikoreksi TEMPO diatas, yaitu soal Hasyim Muzadi. Anehnya
> soal 35 milyar itu, yang kelihatannya buktinya sudah jelas ( termasuk
> konfirmasi dari ex ketua Bulog Yusuf Kalla), kok ndak diurus. Kemudian soal
> "tuduhan"  Tempo bahwa yang menerima adalah adik kandung GD kok ndak
> diributin, ya ? Apa mendekati kebenaran, sehingga ngamuk soal hal itu akan
> lebih banyak mudharatnya dari pada untungnya ?

WAM:
Di situ anehnya.
Yang diributkan cuma soal kesalahan nama. Ya, itu soal serius. Tapi, lebih
serius lagi soal adanya aliran duit 35 M itu. Lucunya, orang kayak Gigih
yang selama ini _kelihatan_ kritis juga jadi naif. Meributkan soal
kesalahan nama, soal tidak terbukanya JP dalam mengutip dari Tempo. Kenapa
yang diributkan bukan esensi korupsi (atau pemalakan?)nya? Jadi hipokrit
memang lebih gampang daripada jadi orang yang konsisten memegang prinsip.




- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke