On Fri, 12 May 2000, White Crow wrote:
> Mungkin Jawa Pos ada "beberapakali" (2 kali kata elit NU) yang katanya
> menyudutkan/ menghina dan memfitnah NU (end
> antek-anteknya)..............secara sepontan, karena "kesilapan" itu,
> langsung ada pihak yang mengajak membaikot atau mau "mengharam"kan JP untuk
> di baca.
WAM:
Saya sudah katakan, childish (untuk tidak mengatakan merendahkan agama
Islam) membuat fatwa mengharamkan JP. Kalau JP itu sebangsa PLayboy atawa
Penthouse, saya dukung fatwa pengharaman itu. Urusan NU kontra JP adalah
urusan NU semata. Bukan urusan ummat Islam, apalagi urusan agama. Lucu
kan, kalau orang Islam yang di Afrika sana (yang nggak tahu urusan NU
kontra JP) dikasih tahu haram membaca JP?
> Tapi mengapa tidak ada yang mengajak memboikot atau mengharamkan Gus Dur
> untuk melanjutkan tugas sebagai Presiden RI, yang nota bene telah
> "berkali-kali" menghina dan memfitnah satu kelompok atau
> individu...........???????????
WAM:
Meski kasus mengharamkan Gus Dur melanjutkan pemerintahannya jauh lebih
valid dibanding mengharamkan JP (jelas, Gus Dur _menyakiti_ orang Islam di
Ambon), untuk apa kita melakukannya? Biarlah, itu urusan Gus Dur dengan
yang di atas. Kita protes saja. Tidak perlu membawa-bawa haram halal.
> Dimana sifat amanah elit-elit NU dalam menegakkan keadilan.
WAM:
Pertanyaan klasik, dan sudah lama terngiang, tapi belum ada jawaban
memuaskan.
> Dulu Waktu Sang Raja Masih bertahta, kesana-kemari membawa sang putri untuk
> dicalonkan sebagai pemimpin masa depan............
WAM:
He...hee..hee
Paling banter kita akan dibilangi, kan cuma Gus Dur yang tahu kemana arah
tujuannya. Kalau cuma macam begituan yang ditanya, wuah, buanyak banget.
> White Crow
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!