Salam jumpa kembali 
Berikut ini saya lampirkan tulisan bekas tokoh saya yang telah membuka wacana
sidang istimewa pada agustus mendatang. Dengan judul menasehati


Hati-hatilah, Gus! (2) 

Adil - Pada kolom pekan lalu saya sudah kemukakan lima agenda besar yang
menjadi tugas pokok Gus Dur selaku presiden. Saya juga sudah sampaikan
semacam catatan terhadap kinerja Gus Dur untuk agenda pertama, yaitu
menjaga integritas teritorial RI supaya wilayah Indonesia dari Sabang
sampai Merauke tetap utuh dan padu. Dalam hal ini Gus Dur belum
menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan.

#Loncat ke kalimat berikutnya yang tidak klop

Paling tidak, sementara ini
tampaknya kerusuhan di kepulauan Maluku sudah mulai mereda. Di Aceh
kejahatan terhadap kemanusiaan (crime againts humanity) seperti yang
terdahulu, mudah-mudahan juga sudah tidak terlihat lagi. 


 
Agenda kedua, mengembalikan rasa aman kepada seluruh rakyat Indonesia
dengan jalan memberikan proteksi dan garansi penuh pada pelaksanan HAM,
tampaknya juga masih agak jauh dari kenyataan. Pelanggaran HAM terus
saja terjadi di berbagai wilayah kita. Malahan ada semacam kesan, karena
begitu seringnya masyarakat kita dihadapkan pada pelanggaran HAM, maka
kita sudah tidak bisa terkejut lagi tatkala terjadi pelanggaran HAM
dalam bentuk besar maupun kecil, di Jawa atau luar Jawa.

#Loncat ke kalimat berikutnya yang tidak klop

Namun, dalam hal ini, kita juga harus fair kepada Gus Dur bahwa dia
sudah mulai menunjukkan hasil yang lumayan.

Agenda penting Gus Dur yang ketiga, adalah menjadi nakhoda yang bijak
dan arif supaya bahtera republik bisa berjalan dengan aman. Tidak
terseok-seok, apalagi menabrak karang-karang yang tajam. Untuk itu,
diperlukan betul-betul keadilan dan kearifan. Sayangnya, kearifan itu
belakangan justru semakin menghilang. 



Komentar-komentar yang dibuat Gus
Dur sering membuat sakit hati umat Islam. Dan, pada gilirannya
menimbulkan kekurang percayaan pada Gus Dur sendiri. 
Lihatlah bagaimana dengan enteng dia mengatakan bahwa di Maluku Utara
korban yang jatuh hanya lima orang. Padahal kenyataannya, sudah ribuan
orang terbunuh di kawasan Indonesia bagian timur itu. 


Saya diberitahu
mengapa massa di Lombok mengamuk sejadi-jadinya sehingga menimbulkan
peristiwa SARA yang dahsyat, oleh karena mereka sekadar mereaksi ucapan
Gus Dur yang jauh dari kearifan itu. 

#Membenarkan

Demikian juga ketika dia mengatakan krisis Maluku disebabkan orang Islam
di sana terlalu dimanjakan selama Orde Baru. Tentu pernyataan tersebut
menimbulkan luka yang mendalam di kalangan umat Islam sendiri. 

#Akademis atau tidak


Karena
itu, tanpa mengambil contoh yang lebih banyak lagi, yang diperlukan buat
Gus Dur adalah sebuah kehati-hatian di dalam menjadi nakhoda pluralisme,
agar dia sendiri tidak melakukan diskriminasi yang mencolok dan pada
gilirannya menimbulkan gejolak sosial yang lebih luas. 

# Nasehat dari orang yang tidak hati-hati juga dan diskriminatif

Tugas pokok lain yang harus dipecahkan Gus Dur adalah melakukan
pemulihan ekonomi. Di sinilah saya yakin kepiawaian Gus Dur betul-betul
akan diuji, untuk melakukan seluruh fokus perhatiannya pada masalah
ekonomi. Oleh karena, memang masalah inilah yang menyangkut langsung
hajat hidup orang banyak --yang bisa menenangkan tetapi juga bisa memicu
keresahan yang luas. 
Dengan pandangan yang objektif, saya yakin bahwa dalam pemulihan ekonomi
rapor Gus Dur masih merah. 

#Lihat tulisan pada pragraf lain

(Sesungguhnya di berbagai daerah sudah tampak kegiatan ekonomi
menggeliat. Bahkan secara makro, tampak ada harapan yang bagus buat
perbaikan ekonomi Indonesia, seperti halnya negara-negara Asia lainnya
yang terkena krismon.)


Gus Dur harus ingat, sebuah pemerintahan jatuh bukan karena ideologi
atau karena hal-hal yang sifatnya nonekonomi. 


Dan, tampaknya belum akan menjadi nilai biru
dalam tempo dekat ini, karena seluruh usaha perbaikan ekonomi selalu
ditorpedo oleh langkah-langkah politik Gus Dur yang cukup destruktif. 

#Yang dilawan dengan langkah-langkah politik juga #dengan ancaman SI. Berarti
yang perlu didiskusikan adalah pemulihan ekonomi bukan politik

 Tetapi inilah masalah yang membuat kita prihatin
dan ngeri. Karena setiap ada langkah perbaikan ekonomi yang diupayakan
secara sungguh-sungguh oleh rakyat Indonesia, maka secara langsung atau
tidak, dikocar-kacirkan oleh move-move politik Gus Dur sendiri.

#Move gusdur tidak membuat kocar kacir masalah #ekonomi, hanya membuat kocar-kacir
para oportunis

Move-move politik yang sangat tidak bijak, yang selalu menimbulkan
centang perenang, saling curiga, serta konflik sosial di tengah-tengah
masyarakat. 





Tetapi selalu saja
pemerintahan itu bisa melorot dan akhirnya ambruk, karena tidak berdaya
memecahkan masalah ekonomi yang menyangkut kepentingan perut rakyat
banyak. 
Saya ingin mengimbau lewat kolom pendek ini, agar Gus Dur tidak amatiran
di dalam menghandle ekonomi nasional. Dia harus mengacu kepada cita-cita
semula untuk menberantas KKN, dan bukan justru mengembangkan fenomena
KKN gaya baru yang dalam jangka panjang tampaknya lebih berbahaya dan
lebih mengerikan. 
Kata-kata yang mulai menjadi ungkapan masyarakat banyak bahwa "rezim
Soeharto perlu waktu 10-15 tahun untuk menanam dan mengembangkan KKN,
sementara pemerintah Gus Dur perlu butuh waktu hanya 10-15 minggu",
tidak boleh ditangkap dengan emosi dan kemarahan.

#Analisa menjatuhkan bukan mengkritik
 
Tetapi harus dicerna
dengan sesungguhnya, karena saya yakin sangat banyak kadar kebenaran
dari ungkapan yang mulai memasyarakat seperti itu. 
Masalah good governance dan clean government sebagai agenda reformasi,
juga harus dipikul di pundak pemerintahan Gus Dur.

#Tokoh penulis ini telah seintim dengan FB mantan mentri ORba

 Good governance
berarti bahwa pemerintah selalu mempunyai komitmen kerakyatan dan tidak
bergeser dari tujuan yang luhur itu. Sementara clean government berarti,
seluruh sel-sel pemerintahan harus sebebas mungkin atau dijauhkan dari
penyakit KKN. 
Menilik perkembangan terakhir copot-mencopot para menteri, sekarang
makin kelihatan bahwa clean government seperti yang diharapkan itu
memang masih sangat jauh. Malahan saya mengimbau kepada media massa agar
tidak menutup-nutupi permainan KKN yang sudah merambah jauh ke dalam
tubuh pemerintahan Gus Dur. 
Kita ingin supaya rumor atau kabar angin yang demikian deras bahwa ada
suap-menyuap di antara pejabat tinggi dengan para kroni baru yang
meliputi uang belasan sampai puluhan miliar rupiah, hendaknya
diinvestigasi oleh media massa secara lugas dan apa adanya. Sebab, kalau
kita biarkan tanaman KKN baru ini subur dan berkembang di era reformasi,
maka perjuangan reformasi akan mentok dan mengalami kemunduran. Bahkan
kemudian dapat kandas untuk selama-lamanya. 
Laksamana Sukardi dalam sebuah wawancara mengatakan, sekarang banyak
orang yang "maling berteriak maling". Walaupun tidak jelas maksud
Laksamana Sukardi, tetapi ketika di pembicaraan tertutup dengan DPR,
kata maling itu muncul dalam perbincangan antara Abdurrahman Wahid
dengan tokoh-tokoh DPR kita.

#Termasuk tidak adanya dukungan dari poros tengah untuk mengungkap korupsi dimasa
Orba

 Maka agenda yang kelima ini tidak bisa
diremehkan oleh pemerintahan Gur Dur. 
Akhirnya kita semua mendoakan mudah-mudahan Gus Dur segera banting setir
dalam membuat kebijakan-kebijakan barunya, dan jangan lagi tersibukkan
dan asyik masyuk di dalam politicking yang tiada habis-habisnya, yang
hanya memecah konsentrasi bangsa Indonesia untuk mengatasi masalah
ekonomi. Tetapi, tentu saja, semua itu terpulang kepada Gus Dur sendiri.
Wallahu a'lam. 


____________________________________________________
Get your free E-mail account at http://www.detik.com
____________________________________________________

- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke