Anda boleh membandingkan yang tidak bisa dibandingkan dengan cara demikian,
namun kalo itu memang barang busuk tentu baunya akan semakin kencang, anda duduk
aja pasti baunya akan datang sendiri. Mudah-mudahan bukan karena ada kasus Bank
Bali sehingga ada kasus Bulog
>Menyaksikan merebaknya kasus Bulog (yaitu adanya dugaan pengeluaran uang
>35 M untuk orang dekat Gus Dur) serta melempemnya anggota DPR terhadap
>kasus itu, saya teringat gegap gempitanya _kasus_ Bank Bali.
>
>Saya, dengan dasar bahwa persetujuan Rudy Ramli dengan Joko Candra (?)
>dilakukan tanpa tekanan, tidak pernah percaya bahwa kasus Bank Bali adalah
>perbuatan kriminal. Saya merasa, kasus itu lebih kental muatan politisnya
>daripada muatan kriminalnya. Untuk membuktikan bahwa itu merupakan kolusi
>atau bukan (dan baru akan menjadi perkara kriminal kalau begitu), mestinya
>dicari hubungan apakah BPPN sengaja menunda-nunda pencairan piutang itu
>sehingga Joko Candra cs bisa _bermain_. Tanpa kepastian itu, kasus bank
>Bali sama sekali bukan perbuatan kriminal. Tapi, siapa yang mau dengar
>logika seperti ini? Yang saya lihat, orang sudah begitu _biadab_nya (di
>muka hukum) sehingga logika keadilan tidak lagi berjalan. Apapun
>alasannya, karena yang terlibat itu adalah orang Golkar, maka harus
>dibikin salah.
>
>Tiap orang yang mengemukakan logika semacam ini, dengan biadab selalu
>dituduh sebagai pro Golkar. Saya nggak tahu, apakah yang bukan Golkar itu
>terus identik dengan orang gila yang tidak bisa memakai logika warasnya?
>Rasanya sih tidak.
>
>Sebagai perbandingan, lihatlah kasus Bulog sekarang ini. (Saya sebut saja
>begitu, karena melibatkan pejabat Bulog). Mengapa DPR diam saja? Duit 35 M
>bukan duit sedikit. Saya tidak mengatakan bahwa aliran dana itu otomatis
>merupakan tindakan kriminal. Untuk menentukannya, cari alasan kenapa
>aliran dana itu terjadi. Kalau alasannya adalah, seperti yang saya dengar,
>karena pejabat Bulog itu kepingin jadi Kabulog, itu adalah perbuatan
>kriminal. Penyuapan. Minimal, korupsi. Darimana orang itu dapet duit
>segitu gede?
>
>Sekali lagi, banyak orang bertindak _biadab_. Dan berkelit dengan
>mempermasalahkan kesalahan nama. Bahwa kesalahan sebut nama itu bukan
>perkara kecil, karena menyangkut fitnah, saya setuju. Namun, jangan terus
>perkara utamanya dilupakan.
>
>Yang lebih lucu lagi, banyak orang NU yang begitu vokal dalam kasus Bank
>Bali (sebutlah Ichsanuddin Noorsy), kok nggak ada suaranya sama sekali
>dalam kasus Bulog. Rupanya, sulit mencari orang yang secara konsekuen
>memegang prinsip. Apalagi kalau sudah menyangkut kelompoknya.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
____________________________________________________
Get your free E-mail account at http://www.detik.com
____________________________________________________
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!