Saya berpendapat bahwa itu bukan masalah agama
Kalau masalah agama, mengapa saya sering melihat orang
ber jilbab yang naik mobil cuek aja dan kelihatan sinis
terhadap para laskar yang membawa kotak di banyak
perempatan jalan?
Kalau masalah agama menagapa Presidennya yang beragama
Islam malah mengatakan: "saya tidak peduli apakah Jihad
atau Jahid.... ".
Kalau masalah agama mengapa NU dan PKB yang nota bene
gudangnya orang Islam malah berseberangan?
Kalau masalah agama mengapa di salah satu milis yang
saya ikuti dan saya tahu persis kalau mereka memiliki
pemahaman yang tidak bisa diremehkan malah mengatakan
:"aku malu......"
Saat ini, masalah kebenaran sebuah berita sunguh
menjadi persoalan yang serius. Oleh karena tu, marilah
kita membuat gerakan di lingkungan kita masing-masing
(paling sedikit mulai dari lingkungan keluarga) untuk
menjadi pemerhati berita yang cerdas. Informasi yang
disampaikan oleh media masa arus kita asumsikan sebagai
informasi yang tidak sempurna (imperfect information)
sehingga kita akan menanggung resiko bila mempercayai
sebuah berita tanpa lebih dahulu melakukan cross check
atau acuan tambahan untuk mencernanya. Bagi yang
memiliki computer, line telephone, dan modem, itu bukan
masalah besar, apalagi bagi mahasiswa di kampus yang
sudah bisa surfing di internet. Demikian banyak situs
yang menawarkannya misal www.bacaanku.com.
Kalau saya sih sudah memiliki distribusi resiko dari
masing-masing media. Saya memang sering melihat Jawa
Pos paling banyak ditawarkan di traffic light.
----- Original Message -----
From: Phantom Stranger <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, May 31, 2000 9:42 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Selamat
�� <[EMAIL PROTECTED]>
> Kita bisa menyebut itu sebuah permainan cantik ketika
> perhelatan telah usai. Perhelatan ini belum usai Bung
> sehingga kadar kecantikannya belum bisa dinilai.
PS :
ada benarnya.
tapi apa benar yang terjadi di Ambon itu adalah karena
agama? jika tidak,
untuk apa laskar Jihad diturunkan ke sana?
bagaimana dengan berita di bawah ini? apa berita ini
benar? atau ada yang
menjebak laskar Jihad?
Berita :
Selasa pagi, 30 Mei 2000, di Nganjuk, terjadi ledakan
dalam Suzuki Carry
yang memuat bom rakitan berhulu ledak besar, granat
nanas (Belgia), ratusan
amunisi untuk senjata berkaliber 5,56 milimeter yang
biasa digunakan untuk
M16, kaliber 6,3 mm, kaliber 6,8 mm, serta kaliber 9
milimeter untuk senjata
jenis pistol.
Dua penumpang (diduga anggota Laskar Jihad) tewas.
Polisi juga menemukan surat seruan kesediaan menjadi
pasukan jihad dan
penggalangan dana untuk kaum muslimin di Maluku, yang
dikeluarkan Pimpinan
Pusat Forum Komunikasi Ahlus Sunnah wal Jamaah pada 10
Februari 2000. Surat
tersebut berstempel dan ditandatangani Sekjen Ir Ma'ruf
Bahrum.
Berita lengkapnya di:
http://www.jawapos.co.id/dailynews/200005/31/Berita_Uta
ma/1JP-BOM.asp
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!