On Mon, 5 Jun 2000, By wrote:

> > > Kalau masalah agama mengapa di salah satu milis yang
> > > saya ikuti dan saya tahu persis kalau mereka memiliki
> > > pemahaman yang tidak bisa diremehkan malah mengatakan
> > > :"aku malu......"

> > WAM:
> > Jika yang mengatakan _aku malu_ itu adalah mereka yang keluarganya
> > dibantai di Ambon, saya baru angkat topi. Tapi, jika mereka adalah orang
> > yang enak-enak di Jakarta, shame on them!
 
> Jauh lebih mudah bilang "Malu...." karena ikut opini mayoritas. Itu
> masalahnya kalau nggak pd dan bergaul dengan lingkungan yang nggak se visi.
> Puluhan ribu muslim mengungsi keluar Ambon dan entah berapa dibantai, nggak
> malu. Baru ada lasji mau bantuin kesana malu. Yang pd kenapa jadi muslim,
> katanya pemahamannya sudah tidak bisa diremehkan.

WAM:
Banyak orang yang ngakunya Islam, dan bakal marah kalau disebut Islam KTP.
Namun, dalam hal kasus Ambon, kelakuannya lebih mirip Yahudi. Banyak juga
orang yang menyerang orang Islam dalam kasus Ambon, tanpa menjelaskan
apakah dia Islam atau bukan. 

Kasus pembantaian Ambon sudah amat keterlaluan untuk dibiarkan begitu
saja. Mereka yang mencemoohkan kelompok semacam Laskar Jihad, yang jelas
ingin membantu ummat Islam di Ambon, sementara mereka sendiri tidak
berbuat apa-apa, pada hakekatnya adalah musuh Islam yang harus diperangi.
As simple as that. 


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke