PKB mau jadi partai terbuka ? Yang bersedia menampung mereka yang non-NU,
lebih-lebih non-muslim? Masih sangat sulit, kalau masih ada istilah 'Syuro',
'tanfidziah', dan ketergantungan terhadap 'ulama Langitan', yang merupakan
berbagai konotasi yang sulit dipahami oleh mereka yang non-NU (apa orang
Muhammadiyah paham mengenai kiai-khos, langitan dan lain sebagainya), dan
non-muslim bersedia menyebut dirinya 'aku diangkat dalam jajaran
tanfidziah'. Jika ingin mau jadi partai terbuka, maka harus ada kesediaan
dan keterbukaan hati untuk menghilangkan ciri-ciri yang kental melekat ke
nuansa kemusliman tersebut. Toh demikian, niat menjadi partai terbuka
tersebut masih lebih saya dukung dibanding ciri primordial yang sempit.
______________________________________________
FREE Personalized Email at Mail.com
Sign up at http://www.mail.com/?sr=signup
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!