Karena saya juga menonton tayangan tersebut mungkin bisa ikut berkomentar.
Romo Magnis cukup baik dan empatik dalam tayangan tersebut. Kalau ditanya
apakah beliau memojokkan Islam atau tidak ingin kasus Ambon selesai, rasanya
jelas tidak begitu.

Ada tulisan Romo Magnis di Kompas,- saya lupa tanggal berapa, yang jelas
jauh sebelum Laskar Jihad datang ke Ambon, mungkin tidak lama setelah
tragedi pembantaian Tobelo,- intinya agar militer tidak usah takut untuk
menindak keras terhadap perusuh dari pihak manapun, tidak usah takut dituduh
melanggar HAM segala macam.. Jauh lebih menyejukkan daripada komentar yang
menyatakan bahwa jumlah korban hanya 5 orang atau biarkan masyarakat Maluku
menyelesaikan permasalah mereka sendiri..

Mungkin saja Romo Magnis memang tulus dalam berkata 'apa saya mampu ?',
mungkin tidak, hanya beliau yang tahu. Tapi menurut saya jauh lebih simpatik
bila beliau menyatakan untuk menyanggupi sesuai kemampuannya.. 

Sedikit melenceng, ANTeve pernah menayangkan acara yang dipandu Andi
Malarangeng dan Imam Prasojo (lupa namanya, 2 mingguan) menampilkan al.
Syafii Maarif (ketua PP Muhammadiyah) dan Ahmad Bagja (salah satu ketua
NU).. mereka sepakat untuk turun ke daerah-daerah dan menenangkan massa agar
konflik di tingkat elit tidak merambat sampai ke grassroot.. Saya
membayangkan alangkah indahnya bila tokoh-tokoh Islam dan Kristen dapat
melakukan hal yang sama untuk konflik di Maluku..



-----Original Message-----
From: Benny [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Thursday, July 27, 2000 10:03 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; 'Jan MAMARIMBING'
Subject: RE: Re[2]: [Kuli Tinta] FW: S.O.S!!! + URGENT !! Pray for Amb


Kalau boleh tahu, bagi yang melihat tayangan peristiwa tersebut secara
keseluruhan dan tidak memotongnya sepenggal-sepenggal tayangan
tersebut....apakah benar Romo magnis pada tayangan tersebut secara
keseluruhan berpendapat memojokkan kaum Islam  atau beliau tidak
menginginkan kasus ambon diselesaikan ?

Soalnya seringkali orang dalam memojokkan seseorang/pihak lain hanya
mengambil sepenggal saja dari kasus/tayangan yang ada yang menguntungkan
dirinya tanpa memandang secara global seluruh tayangan tersebut.

Gusdur saja kalau hanya dilihat dari kecacatannya saja akan digambarkan
suatu pemimpin yang kurang baik, tapi kalau kita secara obyektif melihat dia
secara suatu keseluruhan yang utuh, saya hampir yakin tidak ada satupun dari
anggota milis ini yang mampu menyamai dia sebagai pemimpin.


-----Original Message-----
From: Wisnu Ali Martono [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: 27 Juli 2000 9:28
To: Jan MAMARIMBING
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: Re[2]: [Kuli Tinta] FW: S.O.S!!! + URGENT !! Pray for Amb


On 26 Jul 2000, Jan MAMARIMBING wrote:

>  Apa perkataan "apa saya mampu" memberi arti bahwa yang mengucapkan itu
"tidak
>  mau" ataukah mungkin sebagai pernyataan sikap merendahkan diri atau
mungkin
>  juga romo menjawabnya dengan melihat pada "kemampuan dia sebagai manusia
biasa"
>  yang memang tidak punya kemampuan kecuali bergantung sepenuhnya kepada
yang
>  Maha Kuasa?

WAM:
Jawabannya sama dengan pertanyaan saya. Apakah saya cukup bermoral dengan
menjawab, ya seperti itu lah. Saya tidak memaksa anda memilih jawaban yang
mana.

>  Hanya yang bersangkutan yang bisa memberikan jawaban apa yang dimaksud
dengan
>  "apa saya mampu?".

WAM:
Ya. Dan dia lah yang mesti menanggung dosa dengan _maksud_ yang hanya dia
sendiri yang mengerti. Yang jelas, dalam keadaan terbalik, di mana kaum
Kristen amat memerlukan pertolongan, jawaban yang sama (dengan jawaban
romo Magnis) akan menimbulkan kemarahan pula. Sadarkah anda?

>  Terima kasih.

>  JM


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!













->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke