----- Original Message -----
From: Slax Rakumanan <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, July 28, 2000 9:31 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Senggolan Berita 270700


> "Daniel H.T." wrote:
>
> > * Muladi bilang, kalau dia terpilih sbg Ketua MA, dia pasti akan keluar
dari
> > Habibie Center
> >
> > = Artinya, kalau tidak terpilih, Muladi tetap berada di Habibie Center
>
> Anda lupa menyertakan Muladi sempat komentar tentang Hbb : Nggak pernah
nipu
> dia...(mengomentari cerita  Hbb bahwa beliau tidak pernah lagi kontak
(langsung)
> dengan MHS setelah menggantikan jadi presiden).
> Cuma ingin menambahkan kesan saja : bahwa Muladi nampaknya mengenal, atau
> setidaknya merasa mengenal Hbb dengan baik, dan dia percaya Hbb. Anything
wrong
> with that? Rasanya nggak ada.
>
> Jadi apa salahnya tetap di Habibie Center kalau tidak jadi ketua MA ?
Kalau jadi
> ketua MA dan tetap di Hbb Center, baru perlu kita seret rame2x!
>
> Pak Ben sendiri juga nggak meyakinkan kemarin. Sering terbata-bata dan
nggak
> yakin. Malah sempat kepleset di UU no 35 (?) mengenai sudah adanya
undang2x
> tentang dijadikan satu atapnya badan2x yudikatif.
>
> Padahal, supremasi hukum di negeri ini, sudah benar2x berada di pinggir
jurang.
>

Mungkin Anda juga dng pernyataan Pak Muladi: Bahwa dia hanya bersedia
menjadi Ketua MA. Dan akan menolak kalau hanya menjadi Hakim Agung.
Alasannya agar bisa memperbaiki kinerja dan pembangunan hukum Indonesia.

Saya jadi bertanya, apakah benar2 Pak Muladi itu sebenarnya mau memperbaiki
hukum Indonesia, atau hanya mengincar kursi Ketua MA? Pernyataan itu, agak
melecehkan profesi Hakim Agung. Apakah Hakim Agung, nggak punya peran u/
memperbaiki hukum Indonesia? Kalau semua atau sebagian besar Hakim Agung
kita adalah org2 yg berdedikasi tinggi, saya kira merekalah yg paling
berperan dlm pelaksaaan hukum negeri ini. Daripada hanya satu Ketua MA yg
baik.

Soal komentar tdk pernah ketemu dng Soeharto, ini komentar yg sering
diulang2. Maaf saja, kalau saya lama2 mendpt kesan ini seperti usaha cuci
tangan saja. Sebagaimana dulu banyak org begitu bangga mengatakan
perusahaannya bekerja sama dng keluarga Cendana. Atau, "Saya kenal baik dng
Kel. Cendana." Dan komentar2 seperti itu. Sekarang? Semua rame2 menyangkal
mati2-an kalau dibilang kenal baik, atau dekat dng Keluarga Cendana.

Muladi boleh2 saja mengatakan Hbb itu sangat baik. Tetapi org lain pun punya
persepsi yg berbeda.

Pak Ben sering terbata2 dlm berbicara? Saya lbh menilai dia kelihatan kurang
pintar berbicara. Tetapi org yg kurang pintar berbicara, atau menguraikan
opini/inteletualitasnya lewat kata2 belum tentu tak berkualitas. Sebaliknya
org yg pintar bicara, belum tentu bagus sesuai dng apa yg diucapkannya.


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke