"Daniel H.T." wrote:

> Mungkin Anda juga dng pernyataan Pak Muladi: Bahwa dia hanya bersedia
> menjadi Ketua MA. Dan akan menolak kalau hanya menjadi Hakim Agung.
> Alasannya agar bisa memperbaiki kinerja dan pembangunan hukum Indonesia.
>
> Saya jadi bertanya, apakah benar2 Pak Muladi itu sebenarnya mau memperbaiki
> hukum Indonesia, atau hanya mengincar kursi Ketua MA? Pernyataan itu, agak
> melecehkan profesi Hakim Agung. Apakah Hakim Agung, nggak punya peran u/
> memperbaiki hukum Indonesia? Kalau semua atau sebagian besar Hakim Agung
> kita adalah org2 yg berdedikasi tinggi, saya kira merekalah yg paling
> berperan dlm pelaksaaan hukum negeri ini. Daripada hanya satu Ketua MA yg
> baik.

Bukannya ketua MA  itu ketuanya para hakim agung, yang dengan posisi tsb
(mungkin) bisa/ punya cukpu wewenang, misalnya, untuk me"revisi" semua
jajarannya, termasuk para hakim agung, bila ditenggarai ada yang tidak beres.
Ya, bisa juga sih untuk mengganti dengan yang sevisi.

Atau disitu keputusan2x dengan demokrasi juga, dimana ketua MA tidak punya
wewenang penuh sehingga bisa dikalahkan oleh keputusan mayoritas hakim agung ?
Coba dong yang lebih ngerti hukum bantu2x infonya. Kalau begitu sih (letua MA
tidak punya banyak wewenang), ya biar malaikat yang jadi ketua MA ya nggak bisa
berharap banyak.

> Soal komentar tdk pernah ketemu dng Soeharto, ini komentar yg sering
> diulang2. Maaf saja, kalau saya lama2 mendpt kesan ini seperti usaha cuci
> tangan saja. Sebagaimana dulu banyak org begitu bangga mengatakan
> perusahaannya bekerja sama dng keluarga Cendana. Atau, "Saya kenal baik dng
> Kel. Cendana." Dan komentar2 seperti itu. Sekarang? Semua rame2 menyangkal
> mati2-an kalau dibilang kenal baik, atau dekat dng Keluarga Cendana.

Iya dong bung Daniel, dulu ngaku kenal untuk duit. Sekarang ngaku nggak kenal
untuk keamanan. Bisa aja dulu bohong sekarang beneran, dulu beneran sekarang
bohong, kan nggak bisa  dua2x nya bohong atau dua2xnya bener.

Yang salah kan yang percaya begitu aja dan bertindak berdasarkan kepercayaan itu
(ngasih pinjaman/ usaha (dulu) - atau tidak memeriksa dengan benar (sekarang)).
Kalau kita2x yang orang kecil ini sih, percaya aja boleh dong, lebih enak
dihati.

> Muladi boleh2 saja mengatakan Hbb itu sangat baik. Tetapi org lain pun punya
> persepsi yg berbeda.
>
> Pak Ben sering terbata2 dlm berbicara? Saya lbh menilai dia kelihatan kurang
> pintar berbicara. Tetapi org yg kurang pintar berbicara, atau menguraikan
> opini/inteletualitasnya lewat kata2 belum tentu tak berkualitas. Sebaliknya
> org yg pintar bicara, belum tentu bagus sesuai dng apa yg diucapkannya.

Setelah saya lebih perhatikan, nampaknya anda memang benar, Pak Ben itu sangat
tidak pintar berbicara. Semoga kelemahan itu justru menjadi kekuatan bila beliau
terpilih, tidak ngomong yang enggak2x, tidak memutuskan yang enggak2x.



->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke