On Wed, 16 Aug 2000, Daniel H.T. wrote:
> Apabila "usul" anda itu diikuti, alangkah senangnya orang di Irian Jaya yg
> mayoritas Kristen, untuk segera minta merdeka. Lepas dari negara kesatuan
> RI. Itu hanya salah satu contoh, masih ada daerah lain mayoritas Kristen,
> seperti NTT dan Sulawesi Utara. Jika, Anda mmg sportif dng kehendak anda
> itu, usulkan saja ke MPR u/ mempertegas hal itu. Biar saja P. Jawa dbeberapa
> daerah lainnya saja yg Indonesia. Daerah lain merdeka. Mereka pasti akan
> menjadi sangat senang karena bisa mengelola daerahnya sendiri sbg satu
> negara tersendiri.
> Irian Jaya adalah salah provinsi terkaya di negara ini. Indonesia bisa
> bangkrut dng melepas provinsi tsb . Adlm keadaan krisis begini
WAM:
Bung Daniel, yang tadinya saya anggap cerdas.
Tolong anda jelaskan, apa logikanya kalau orang Islam minta Piagam Jakarta
terus orang Irian minta merdeka. Jika anda bisa menjelaskan hubungan logis
keduanya, saya terima usul anda untuk membatalkan PJ. Apakah pencantuman
PJ dalam UUD 45 Amendemen itu identik dengan merugikan orang Irian? Terus
terang, politik preman model begini yang makin menyadarkan orang Islam,
bahwa ada kelompok yang _waton suloyo_ terhadap apa-apa yang berbau Islam.
Memangnya kalau PJ dicantumkan terus orang Kristen nggak boleh menjalankan
agamanya? Benar-benar aneh jalan pikirannya. Berulangkali saya tegaskan,
wong orang Islam mau ngatur orang Islam sendiri kok yang sibuk yang bukan
Islam.
Saya benar-benar nggak habis ngerti. Ternyata mereka yang menolak PJ itu
tidak punya alasan logis. Pokoknya menolak.
Kalau memang demikian, rupanya orang Islam selama ini bergaul dengan
kelompok masyarakat yang tidak mampu berlogika dengan benar. Cuma
mengandalkan _pokoknya_.
Pokoknya nolak. Pokoknya merdeka kalau PJ dicantumkan. Anda nggak malu,
berfikir model gini? Saya malu.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!