Maka jadilah UU kita yang paling tebal, dan sekaligus
rewel di seluruh planet ini. Bayangkan, semua agama
pun minta ditulis begita-begitu. Sementara yang
agamanya cuman basa-basi, pasti akan pindah atau
bikin-bikin agama baru, dan minta dimasuk-masukkan.
Itu baru agama. Ada lagi sistem perekonomian. Yang
masuk kan baru koperasi. Padahal ada yayasan,
paguyuban, PT, CV, UD. Lalu ada bisnis pracangan,
candak kulak. Betapa riuh rendahnya.
Lalu ada soal pendidikan. Padahal ada kursus, baik
yang tertulis atau tidak. Juga ada pesantren, serta
padepokan sistem cantrik.
Usul untuk mempersilahkan semua memasukkan supaya adil
tidak saja naif, tetapi juga kembali lucu. Selucu
kapal selam berjendela (dan dibuka karena sumuk).
--- mBin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> aku cuma mbayangken,
> kalo ada tambahan 7 kata atawa hanya kata islam
> diganti agama apapun,
> rak musti (atawa dituntut) penjabarannya, kan ?
> terus musti ada uu atawa pp atawa kepres atawa
> permen atawa skb,
> yang mengatur pelaksanaan uud tadi,
>
> nha tentunya diperlukan juga institusi khusus
> untuk mengawasi pelaksanaan syariat tadi....
>
> dan yang mustinya akan obyektif sebagai pengawas,
> yang tidak memihak agama manapun, tah ?
> dan itu berarti orang atheis atawa agnostik,
>
> demikainkah ?
>
> atawa malah golongan atheis atawa agnostik tadi
> musti dibumihanguskan ?
>
> coba-en.....
> mBin
> -----
>
> From: Slax Rakumanan <[EMAIL PROTECTED]>
> Yang terutama dipermasalahkan WAM itukan kenapa
> non-muslim ikut gerah
> dengan penambahan tujuh kata itu mBah. Eh, ternyata
> malah ada yang
> gerahnya sekedar karena agama yang dituliskan cuma
> Islam, kenapa nggak
> sekalian agama lain. Seperti yang diusulkan Golkar
> ya? Kalau kejadian
> gitu seru kali ya, apalagi kalau sinyalemen anda
> dibawah benar, dan
> memang benar adanya saya kira, mengenai aturan2x
> dibawahnya yang harus
> mengacu pada tujuh kata tambahan tsb, sementara
> "Syariat" sendiri masih
> belum jadi semacam KUHP yang baku tertulis sehingga
> masih bisa
> ditafsirkan kesana kemari. (Kok syariat agama, orang
> KUHP aja masih bisa
> ditafsirkansesuka hati....).
>
> Jadi kalau nanti anda mau nampar orang, hati2x,
> kalau yang anda islam
> dan yang anda tampar orang kristen mungkin enak,
> anda minta di qishos
> (CMIIW), eh yang ditampar malah ngasih pipi satunya.
> Yang berabe kalau yang nampar orang kristen, yang
> ditampar orang islam
> ....
> Tentunya ini juga sekedar canda, kaya' kapal
> selam....
>
> mbah soeloyo wrote:
>
> > waduh,
> > menghebat nih diskusi piagam daripada jakartanya.
> > nek saya cumak satu alasannya, mas WAM.
> > entah ini menurut sampeyan logis atau nggak.
> > INDONESIA saat ini dengan UUD yang tengah
> > diaman dan demenkan itu BUKAN NEGARA
> > ISLAM. gitu saja lah.
> >
> > logika ikutannya, kalau masalah pelaksanaan
> > syariat islam itu dicantumkan dalam pasal-2
> > UUD, berarti perlu peraturan perundangan
> > pada tingkat di bawahnya. misalnya 7 kata
> > itu kan mengandung kata "kewajiban" yang
> > berarti bagi pelanggarnya "berhak" dihukum,
> > kan?
> >
> > lha untuk menghukum perlu aturan atau definisi
> > sekaligus senarai tentang syariat islam itu apa.
> > kan gitu logikanya. lha sekarang, wong yang
> > namanya nash-nash kitab sucinya saja masih
> > rame kok dalam perbedaan-2 penafsiran.
> > bahkan tafsiran itu ya begitu itu, selalu ada
> > perbedaan sejak ayat kitab suci ditafsirkan.
> > kitab suci agama apapun!
> >
> > soeL
> > --------
>
>
>
> ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia,
> http://www.indokado.com
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan
> LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
=====
Sugih durung karuwan, sombong didisikno...
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Send instant messages & get email alerts with Yahoo! Messenger.
http://im.yahoo.com/
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!