Dengan sesunguhnya, aku terharu membaca posting Pak Hasan ini.


----- Original Message -----
From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
To: Milis Kulitinta <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, August 22, 2000 8:06 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Seandainya Di-HORMATI KEYAKINAN Saya....
: Surat buat mas Drajad.



Mas Drajad,
Ikut bergembira atas selesainya program Doktornya. Semoga Rakhmat
Allah
terus menyertai anda sekeluarga. Semoga Ilmu yang anda dapatkan
bisa
bermanfaat Dunia dan Akhirat. Amin.

Lain dari itu, semoga anda juga bisa lapang memaafkan saya yang
cepat
bludrek bila ada keyakinan yang diobok-obok. Khususnya, terus
terang bila
mengena keyakinan saudara-saudara saya kaum muslimin yang masih
banyak yang
bodo dan sederhana itu.

Menyandang Doktor, boleh dibilang anda ini secara formil telah
sampai
dipuncak dunia ilmu. Anda sudah masuk golongan Ulama , kalau
menggunakan
bahasa agama Islam. Maka banyaklah yang diharap dari orang seperti
anda.
Yang pertama tentunya dari keluarga. Yang lain , tentunya dari
negara dan
bangsa. Termasuk disitu adalah sumbangan kepada kaum Muslimin yang
anda
adalah anggotanya. Kaum Muslimin yang sebagai warga terbesar dari
Indonesia.

Cerita anda, yang masih pula saya lampirkan dibawah, menegaskan
sekali lagi
perlunya sumbangan pikiran kepala dingin dari anda. Mereka itu
bukan musuh
anda. Mereka itu bukan pula kumpulan bajingan orang jahat. Mereka
itu adalah
orang yang keras usaha untuk jadi baik. Mereka itulah profil
saudara anda ,
saudara-saudara yang dititipkan pada anda ( kaum ulama ) oleh
kanjeng Nabi.
Mereka itu putra-putra bangsa yang masih sederhana, yang baru saja
sempat
dioles oleh pendidikan. Pendidikan yang sama sekali tidak dikenal
oleh
bapak-ibunya. Telah ketinggalan jauh sekali. Mereka itu
"anak-anak" yang
bahkan sampai sekarang pun belum bisa menggunakan mata sendiri
membaca kitab
suci-nya. Membaca agamanya. Mereka itu baru membaca dengan mata
ustat dan
mata bapak ibunya jauh dikampung sana. Bukankah mereka belum bisa
membaca
Al-Maidah ?.

Jadi mbok jangan memusuhi orang-orang itu? Mbok jangan cepat pegel
pada
saudara-saudara anda itu. Penjajahan, Penderitaan dan pembodohan
berlapis
bergenerasi telah melahirkan cerita yang mengecewakan anda : soal
memaksakan
tafsiran agama, soal keseganan masuk dilumpur,  soal kerumitan
pada makanan
yang sebetulnya tidak perlu. Ulurkan tangan anda dengan sabar,
please.
Jangan tambahi penderitaan mereka dengan sikap bermusuhan yang
menambah
pengerasan hati. Buat apa ikutan bikin kapal silem sampai 2000
biji ?

Sehubungan dengan judul yang anda buat, " seandainya...", saya
mengerti
perasaan anda. Tapi saya kira anda dalam posisi bagaimana membuat,
meyakinkan dan bikin teladan agar mereka mampu dan bisa
menghormati
keyakinan orang lain. Siapa lagi kalau bukan kita-kita ? .

Sekali lagi : Selamat, dan mohon maaf.


Wassalam
Abdullah Hasan.















->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke