From: "Wisnu Ali Martono" <[EMAIL PROTECTED]>
: WAM:
: Jelas ada. Karena anda nampak menyesalkan uztad itu telah
menceritakan
: keadaan sebenarnya di Ambon dan Poso. Soal Yahudinya, saya
sepakat.
: Nggak ada Yahudi yang terkait dengan soal Maluku. Soal
: Nasharanya, saya nggak sepakat. Itu fakta kok. Kenapa mesti
ditutupi?
: Nambah-nambahi juga nggak boleh. Makanya, eling mbah.
:
--------->
saudara-saudara kuli-tinta,
menanggapi pernyataan mas WAM di atas,
berikut saya tempel lagi kalimat-2 saya pada posting yll.
apa ada indikasi saya menyesalkan USTADZ berkhutbah
di GUNUNG FUJI, selain masalah kesimpulan yang
menyangkut YAHUDI?
bahkan maksud saya lebih mengajak kepada kemauan
introspeksi, mencoba memahami kelemahan diri sendiri,
barangkali itu sumber masalahnya... (dengan contoh
cerita cucu Harun Al Rasyid dan ke-TERJAJAH-an dunia
Timur oleh bangsa Eropa)

terimakasih,

soeL
------

Saya merasa tidak memusuhi siapa pun dalam hal keyakinan.
Hanya sayangnya, saya merasa apa yang Mas Hasan sebut
sebagai "pembodohan berlapis" itu rupanya telah global
melanda umat sedunia. Terlalu mudah umat seagama dengan
saya ini menebarkan "provokasi" mengkaitkan kaum agama
lain dalam mengeluhkan problema muslim. Berkali-kali posting
milist lokal di sini selalu mengkaitkan "Yahudi dan Nashara"
sebagai sumber segala sumber problema muslim.
Terus terang saya selalu bertanya "benarkah itu?" Hasilnya
adalah informasi acak ensiklopedik itulah. Yang ternyata
salah satunya merupakan "kesalahan diri sendiri" (contoh
cerita tentang cucu Harun Al Rasyid). Termasuk, mengapa
dunia timur sempat terjajah total oleh bangsa eropa. Tak lain
adalah karena keserakahan penguasa-penguasanya, yang
notabene dibantu oleh kaum ulama (saat itu).

Beberapa hari yang lalu ada pertemuan (camping) aktifis KAMMI
cabang Jepang di Gunung Fuji, menghadirkan seorang Ustadz dari
Jakarta. Apa isi ceramahnya? Tak lain bahasan bedah budaya
Poso, Ambon dan lain-lain daerah bergejolak di Indonesia.
Dengan kesimpulan "Sumber penyebab kerusuhan SARA di
Indonesia adalah YAHUDI". Hasil ceramah itu ditempel di
HP seorang calon ilmuwan, putra pilihan bangsa. Hal beginilah
yang membuat saya prihatin, dengan menamakan diri sebagai
Soeloyo, atau Maido.

Terimakasih dan Wassalam wa rahmah,

soeL
-----



->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke