On Tue, 22 Aug 2000, GIGIH NUSANTARA wrote:
> Tapi, Bungkam semua, to?
> (sekedar mengingatkan tantangannya WAM)
WAM:
Bener mbah.
Kebungkaman mereka cuma menunjukkan mereka sama tololnya , atau (kalau
seorang doktor nggak boleh dikatakan tolol) sama _pinter_nya dengan
pembuat posting yang saya forward, yang mengira _jendela_ kapal selam
(access hatch, kalau nggak tahu istilah yang bener) bisa begitu saja
dibuka di bawah air. (Fakta yang sudah saya jelaskan ini tetap saja tidak
diperhatikan sekelompok internaut _dungu_ di bawah pimpinan _yang amat
terdidik_ mbah Soeloyo).
Soal _jendela_ kaca, ya, kapal selam awal (buatan orang Amerika, kelompok
Republik dalam Perang Saudara, kalau nggak tahu) memang memakai jendela
kaca. Jendela ini baru dihilangkan setelah ditemukannya sonar.
Dan kapal selam sipil saat ini, untuk keperluan wisata bawah air, tetap
saja menggunakan jendela kaca. Sekali lagi, saya tidak pernah mengatakan
bahwa jendela ini pun bisa dibuka. Tetap saja penumpangnya mesti lewat
access hatch yang ada di bagian _punggung_ (dorsal, kalau nggak tahu
istilahnya) kapal.
Ternyata, seorang _yang amat terdidik_ pun bisa khilaf. Diam saja tidak
menjawab _pertanyaan_ yang diajukan kepadanya, tanpa mau mengakui
ketololan (atau, kalau seorang doktor nggak boleh disebut tolol, _tingkat
kecerdasannya_) dalam masalah kapal selam. Selama ini, hal seperti ini
tidak saya temui dalam dunia ilmiah, yang saya anggap jujur.
Jangankan tahu istilah _dinding_ untuk kapal. Istilah _kiri_ atau _kanan_
kapal pun barangkali nggak ngerti. Jelas sudah. Keahlian simbah hanya
terbatas urusan anggur. Urusan lain, taruhlah kapal selam, sama dungunya
(atau sama pintarnya) dengan pembuat posting yang mengira _jendela_ kapal
selam bisa dibuka ketika menyelam.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!