On Thu, 24 Aug 2000, mBin wrote:

> mBin:
> nuwun sewu den mas,
> apakah den mas membenarkan yang dikatakan jusfiq,
> bahwa pembela suharto itu tidak menggunakan neuron ?

WAM:
Begini jalan pikiran saya mbah.
Tadi pagi, saya baca di koran (dan juga sudah pernah saya lihat di TV)
bahwa ada sejumlah panti jompo dan asuhan yang sekarang keleleran
gara-gara sumbangan dari yayasannya pak Harto terhenti. Kalau saya membela
agar yayasan itu jangan seenak perutnya saja diobrak-abrik, demi
kelangsungan hidup panti-panti itu, apakah itu identik saya membela
Suharto?

Itu yang seringkali enggak kepikir oleh mereka yang keburu nafsu ingin
membalas dendam pada Suharto. Pokoknya rampas dan obrak-abrik semua yang
berbau Suharto. Ini lak ngawur. Apa nggak kepikir bahwa di samping
Suharto, ada ribuan orang lain yang tergantung pada yayasan2 itu?

Demikian juga dengan perusahaan2 yang (katanya) punya Suharto dan
anak-anaknya. Seenaknya saja mau dirampas dan diobrak-abrik. Pernahkah
terpikir bahwa (seringkali) anak-anaknya Suharto itu cuma punya saham
sekian persen? Lha kok terus seluruh perusahaan mau disita. Gimana dengan
para pegawai lainnya? Apakah membela mereka (bukan anaknya Suharto) sama
dengan membela Suharto? 
 
> mBin:
> dan nuwun sewu lagi,
> pada waktu itu anda tidak membela suharto,
> anda hanya membela yang menurut pemikiran anda benar,
> tidak peduli mbah suharto, mbah habibie, dalah mbah soel ?

WAM:
Ya.
Ketika saya (kelihatan) membela Habibie, saya beranggapan Habibie adalah
korban premanisme politik. Lha iya, kalau sebelum pidatonya Habibie
dibacakan sudah ada yang mau nolak, apa ini bukan premanisme politik?
Atau, lebih tepatnya, kebegoan politik (di pihak PDI-P). Belum lagi yang
menghalangi pencalonan Habibie. Seorang demokrat (katanya kita mau
reformasi, dan reformasi identik dengan demokratisasi) tidak akan
menghalangi orang lain mencalonkan sebagai presiden. Soal apakah nantinya
ada yang mau milih dia atau tidak, itu soal lain. 

> dan anda persetankan semua orang yang tidak sepaham dengan anda,
> meskipun mungkin mereka benar ?

WAM:
Siapa mbah, yang menentukan mereka lebih benar dari saya?
Apa karena saya kalah jumlah?

Saya tanya, siapa di milis ini yang menentang KPU? Nggak ada toh? Cuma
saya? Padahal, KPU kemarin itu begitu edannya (menurut standar demokrasi).
Kalau dulu LPU dianggap nggak fair karena (ada) anggotanya yang juga orang
Golkar, lha kenapa KPU yang jelas orang partai (ikutan mencalonkan lagi)
dianggap OK-OK aja? Belum lagi larangan menteri (waktu itu memang semua
Golkar) untuk ikut kampanye. Anda tahu toh, ada yang bilang bahwa larangan
menteri kampanye itu hanya berlaku sekarang. Itu lebih ngawur lagi.
Artinya, mereka cuma menerapkan aturan itu dalam rangka menggencet Golkar.
Apakah menggencet Golkar dianggap lebih baik daripada menggencet
(misalnya) PDI atau PPP tempo hari? Coba, kalau kita menimbang semuanya
berdasarkan norma universal, apakah perbuatan mereka lebih bagus daripada
perbuatan Golkar?

Itu yang sering saya nggak ngerti. Herannya, pemikiran begitu langsung
saja dicap pro Golkar. Kok mereka tidak mikir, apakah perbuatan ngawur
yang dilakukan Golkar itu lebih jelek daripada perbuatan ngawur yang
mereka lakukan? Bukankah perbuatan jelek itu tetap saja jelek, siapapun
pelakunya?

> mBin:
> ya jelas tidak, to den mas !!!
> miturut gathukan saya, 'inter' : antar,
> contohnya inter-nasional, inter-lokal, inter-net (antar-jaringan), 
> inter-face, ten-face... 

WAM:
Ah, itu kan soal kemudahan pengucapan saja. Yang jelas, nggak mungkin ada
istilah _internaut_ dengan konotasi arti _antar_ itu mbah. 

> dengan demikian,
> kata inter-naut tidak menjelaskan tujuannya..
> inter-net menjelaskan net-nya,
> astro-naut menjelaskan apanya, ya..

WAM:
Opo sampeyan arep usul Internet-naut?
Ben jelas tujuannya? Ya monggo saja. Nek ada yang mau pakai nggak papa.
 
> soal y2k,
> apakah anda menyamakan y2k dengan millenium bug ?
> kalo memang demikian,
> mustinya anda tanya dulu sama orang sistem di bppt,
> nanti kalo tak-jelasin, 
> dikira menggoblokkan orang lain,

WAM:
Saya cuma pernah ingat baca di Yahoo, dari mana dan siapa saja yang pernah
mencoba menamakan millenium bug. Juga kenapa akhirnya istilah Y2K yang
dipakai, termasuk alasan bahasanya. Setahu saya, millenium bug adalah nama
lain untuk masalah software yang mungkin (tapi ternyata tidak) dihadapi
menjelang pergantian tahun 1999-2000. Dalam bahasany Indonesia disebut
MKT2000. Dan setahu saya sering disingkat sebagai Y2K. Kalau penjelasan
ini membuat anda berfikir saya ini goblok, so be it. Wong saya nggak punya
latar belakang pendidikan, atau pekerjaan, di bidang ini. Apa salah kalau
saya goblok di bidang ini? Nek aku pinter, rak cak Gigih kesaing rek.
 
> tapi, itu kalo anda mau......

WAM:
Dibilang goblok?
Bilang aja.
Terus kenapa kalau saya anda bilang goblok?
Saya nggak pusing kok kalau cuma dibilang begitu.
Ndak pathek-en, kata mbah Dur.
(Mosok aku mesti kalah karo mbah Soel, sing meneng ae tak
goblok-gobloke?).

Nanya sama orang sistem BPPT? Kenal mereka juga enggak. Lagian, what's 
for? Wong lihat di internet aja bisa kok.

> mBin:
> kalo dengan demikian, 
> mas wam menggunakannya,
> persetan dengan orang yang nggak sepaham...
> biarpun mereka benar.......

WAM:
Lho mbah, saya kan udah bilang: siapa dan gimana mengukur siapa yang lebih
benar? Apa karena saya _kalah jumlah_. Nee. Jumlah tidak menentukan siapa
yang benar atau salah. Apa Galileo dulu nggak dianggap gendeng, edan dan
sebangsanya waktu dia bilang bahwa (ini nek nggak salah lho) bumi itu
bulat? Sekarang terbukti to, siapa yang (dulu) lebih gendeng dari Galileo?
 
> ya sumangga kersa......

WAM:
Ha injih, mbah. Monggo dipun unjuk kopinipun...


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke