From: "Wisnu Ali Martono" <[EMAIL PROTECTED]>
: Kemarin, mbahe Soel menganalogikan SONAR dengan sensor yang
dipunyai
: kelelawar. Demi kebenaran (he..he..he) saya mesti meluruskan
beliau _yang
: sangat terdidik_ ini.
: Berdasarkan medium di mana gelombang suara dipancarkan untuk
melacak
: obyek, sensor yang dipunyai kelelawar lebih tepat dianggap
sebagai RADAR.
: Hiu Martil (Hammerhead Shark) dan Ikan Pari, to name a few,
adalah pemilik
: sensor yang dapat dianalogikan dengan SONAR.
-:{}
lho kan tambah lagi pengetahuan kita?
ning ntar dulu mas. antara sonar radar ato asdics itu kan cuma
beda
media aja toh?
apa iya hanya hiu martin eh... hiu martil, ikan pari, to name a
few,
yang notabene sama-sama keluarga elasmobranch saja yang punya
sensor semirip sonar (bisa nyonar?). lha sekelompok ikan haring
atau gulungan teri yang nggak pernah tabrakan satu sama lain
itu pakai apa?
juga bangsanya angsa, bebek, kuntul-nglayang, pipit, bondol
dll dari dunia aves yang diadopsi oleh manungsa menjadi
aviation itu juga nggak saling tabrakan.... apa juga tidak
punya indera atau sensor semirip-mirip dengan sonar matawa
radar?
dus, yang beda kan cuma medianya to mas? yang keluar sebagai
"beep" tetap saja berupa gelombang suara atau elektromagnet
atau bahkan kimia kaya dalam dunia ubur-ubur yang meskipun ruwet
untel-untelan, tetap saja nggak saling labrag.. kecuali dalam
keperluan konjugasi.... hehehe baru lengket.

soel
------
ps: yang jelas dari pengetahuan rotor dan propeller
aku nemu suatu titik filsafati untuk respon ke ajakan
mas Janto... tar kalau sempat tak tulis.


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke