From: Sukaton <[EMAIL PROTECTED]>
Ketiga hal sebelumnya secara teknis bisa kita atasi, tetapi hal
dibawah ini tidak akan terhindarkan:
-------
��:
sebelumnya atau sebetulnya?
SKT:
Industri eksploitasi sumber daya alam pasti punya dampak yang
tidak menuntungkan terhadap alam atau lingkungan secara jk.
panjang. Itulah cost yang harus kita bayar untuk mendapatkan
keuntungan lain (energy, bahan baku, dll.).
��:
Kalau argumentasi ini kita tarik lebih luas lagi maka cost itu
juga akan ditanggung oleh masyarakat global. Mereka dibelahan
dunia lain pada berteriak dengan masalah penggundulan hutan kita
karena salah satu paru-paru diunia itu ada di Indonesia, padahal
itu menjadi sumber penghidupan kita.
Mas Katon, cost itu kita sebut sebagai externalities. Orang
membuka toko tanpa menyediakan tempat parkir yang memadai juga
menimbulkan externalities. Ketika jalan macet karena separoh jalan
dipakai untuk parkir maka mereka yang tidak belanja di toko itu
juga harus ikut menanggung biayanya. Bukankah fenomena semacam ini
yang sekarang sedang menggejala yaitu nggak peduli dengan
externalities?
Maka, banyak pabrik yang sadar mengeluarkan biaya besar untuk
pengolahan limbah agar tidak menimbulkan externalities.
SKT:
Yang menjadi masalah adalah, seperti pada kasus IIU ini, costnya
ditanggung secara langsung oleh penduduk lokal (Porsea) tapi
keuntungan tidak secara langsung mereka nikmati melainkan
sumbangan untuk nasional. Jadi ibarat merogoh saku kiri masuk ke
saku yang kanan. Disinilah yang mungkin sulit untuk mencari titik
break evennya.
��:
BEP itu akan kita temukan kalau externalities itu diperhitungkan
secara adil. Jangan sampai masyarakat disekitar Freeport atau IIU
yang menanggung externalities dan masyarakat lain yang menikmati
return-nya. Ingat Sila ke 4, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat
Indonesia.
SKT:
Akhirnya, kalau hanya mikir lingkungan yang nyaman dan alamiah,
sebaiknya kita back to nature.
��:
Kenapa orang sekarang lebih suka meminum air putih?
Kenapa Puncak semakin penuh?
Kenapa orang semakin menghindari junk food?
Kenapa orang cenderung membuat kehidupan artifisial masa lalu?
Kenapa permintaan AC terus meningkat?
Kenapa Sharp mengeluarkan Lemari Pendingin tanpa freon?
Kenapa R&D di bidang enerji alternatif terus digalakkan?
SKT:
Balik ke seperti jaman nenek moyang, nggak perlu mobil
(menyebabkan polusi) kemana-mana naik kuda atau sepeda, nggak
perlu pakai perhiasan emas atau simpanan emas buat negara (tambang
emas merusak lingkungan), nggak usah bikin bangunan dari semen
(industri semen mengotori rumah penduduk sekitarnya, lihatlah
daerah Cibinong), nggak usah ada listrik (kabel tegangan tinggi
berbahaya bagi penduduk sekitarnya), nggak perlu ada AC (freon
mengakibatkan dampak rumah kaca), dan barang-barang lain yang
merusak lingkungan.
��:
Saya pernah menikmati kehidupan modern namun alamiah. Dan, itu
memang sangat indah. Sayangnya, orang barat yang selalu memulai
dan kita selalu terlambat untuk mengikuti. Persis dengan isu
lingkungan itu. Akankah selalu demikian....?
SKT:
Dengan demikian maka manusia akan hidup seadanya, alamiah, sehat,
berumur lebih panjang, sampai ke anak cucu. Bukankah bumi (dan
alam semesta) juga berputar, dari atas kembali kebawah lagi?
��:
Kalau kita sempat melihat gambar-gambar atau sebentar mendongak ke
langit maka kita akan merasakan betapa alam semesta ini adalah
sebuah Keseimbangan Yang Sempurna. Sayang kita memang sering
terjebak didalam jagad kecil....
Salam,
SKT.
salam juga.
��
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!