Saya forward satu posting hasil diskusi saya dengan kelompok yang
menamakan dirinya Marxis. Dari jawaban ini menambah keyakinan saya bahwa
ancaman kelompok kiri, yang belakangan dikecilkan sebagai _hantu ciptaan
Orba_, masih ada. Dalam kaitan dengan perdebatan mengenai Tap 25/66, amat
relevan memperhatikan diskusi di bawah ini.

Bagi mereka yang bukan penganut Marxisme, namun masih ragu dengan ancaman
ini, silahkan merenung sendiri.
------------------------------
On Mon, 28 Aug 2000, Tri Laksmana Astraatmadja wrote:

> Lho loe kalo gak bisa ngerebut pake cara parlementer (karena parlemen 
> toh juga bikinan borjuasi, kalo loe telurusin sejarahnya ke jaman 
> kuda masih makan tempe, tempo doeloeeee buangeetttt.....), masa loe 
> nyerah? Ya ganti cara lah!(tapi liat-liat sikon dulu, memungkinkan 
> kagak metode itu) Kalo emang sikonnya mendukung perebutan dengan 
> perjuta (perjuangan bersenjata), kenapa pusing?

WAM:
Bagus jawaban ente, be.
Jadinya terbukti semua anggapan bahwa pada saatnya, kalian akan buang
semua kata demokrasi. Pada saatnya kalian kuat, akan kalian pake bedil
buat ngelawan yang nggak sepaham. Kagak salah bukan, ketika ane ketawa
karena ade satu dari elu yang nyoba-nyoba berkotbah tentang reformasi atau
demokrasi? Lah, ade setan berkotbah tentang dosa. Srimulat, kali.





->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke