Yap yang ngggak pernah nongol lagi termasuk yang golongan penikmat 80% GNP enggak ya mBah? Eh kemana sih koh Yap ini koq ngak pernah nongol? tetapi saya sudah menduga bahwa orang ini nanti sekonyong-konyong bakal menyublim. ----- Original Message ----- From: mBah Soelojo <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Cc: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Monday, September 04, 2000 4:29 AM Subject: [Kuli Tinta] Sebuah Kesombongan atau...? Dari SMOL: SALA-Pengusaha memberikan waktu tiga bulan kepada tim ekonomi Gus Dur untuk memulihkan perekonomian. Waktu itu terhitung sejak dilantik menjadi anggota kabinet oleh Presiden. ''Kalangan pengusaha intinya sangat berharap terhadap kinerja tim ekonomi yang dikomandani Menko Rizal Ramli,'' jela Ketua Umum Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Haryadi B Sukamdani, seusai talk show di Hotel Sahid Raya Sala, Sabtu. ------> Adakah yang terkejut atau senyum kecut, atau bahkan nangis sesenggukan dalam hati membaca alinea sebuah berita utama SMOL di atas? Sudah menjadi kebiasaan atau pendapat umum dalam menyikapi komposisi kabinet reshuffle GD. mulai dari yang melecehkan hingga mengharapkan. namun ungkapan "Beri mereka kesempatan" atau yang lebih sadis lagi "Kita lihat saya apa langkah konkrit-nya" begitu sering kita baca di media massa, seminar-seminar, bahkan dalam acara diskusi panel suatu temu ilmiah yang kemarin saya "tonton" di Hamamatsu Shizuoka-Jepang oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang, pun demikian pula isinya. sayangnya lagi ungkapan "kita tunggu langkah-langkah konkrit (dalam hal ini ristek dan kebijakan IPTEK) kemetrian kali ini." itu keluar dari salah seorang "pejabat" pemerintah di deplu, yang saya nilai kurang berkait dengan masalah yang akan beliau tunggu itu. Sekarang, kita bisa baca pendapat seorang penguasaha muda yang menjadi "pentholan" HIPMI, memberi tenggat 3 bulan kepada kabinet (tim ekonomi) untuk memulihkan perekonomian Indonesia...? apa maksudnya ini? sebuah kesombongan? atau justru kebodohan yang terpelihara rapih? perlukah (terutama saya) rakyat awam yang sesungguhnya sebagai penderita utama krisis ekonomi yang langsung atau tidak langsung mereka (pengusaha) ikut andil dalam menyalakan dan memper- besarnya bertanya dan menuntut: "Apa kontribusi HIPMI dalam usaha lepas dari krisis ekonomi? sungguhpun itu hanya sekedar sumbangan saran atau konsep? terutama kepada tim ekonomi kabinet reshuffle-2000?" atau adakah saran dan pendapat rekan-2 internaut sekalian? sumbangan pemikiran apa yang bisa kita berikan kepada TIM EKONOMI kabinet itu agar dapat memenuhi tuntutan yang terhomat HIPMI? toh korban utama krisis bukan beberapa gelintir pengusaha (yang konon menikmati 80% GNP yang rata-rata hanya USD 640), melainkan 80% rakyat yang menjadi penderita nilai negatif dari GNP? wassalam, mbah soeloyo ----------- (belajar jadi pengamat yang usil dan seneng bercanda...) ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia! ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke