Mashuri:
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai sosialisme bung ac sebaiknya kita semua
sama-sama membuka sejarah umum kita dahulu. Baru nanti yang khusus.
Beberapa penulis disini sudah mengambarkan baik dalam bentuk
sibolisasi, dan pengkaburan makna (posmo). Ilmu sosial kemudian diserap
menjadi ilmu-ilmu sosial lainnya sudah berkembang dalam beberapa abad yang
lalu di eropa. Kita tahu dan harus jujur perubahan dari jaman kegelapan ke
"pencerahan" di mulai di eropa (baik atau buruk).
Titik tolak adalah revolusi prancis yang dikenal dengan sebutan Revolusi
"Borjuis" (bhs.prancis). Kenapa muncul sebutan itu, karena muncul komunitas
sosial baru dalam abad pertengahan itu selain golongan Ningrat
(kerajaan/tuan tanah) yang bersembunyi pada lindungan dokma-dokma agama,
jadi sulit membedakan antara raja/tuan tanah dan agama pada saat sebelum
revolusi terjadi dengan golongan Abdi, Hamba sahaya, budak dll. Mereka tidak
kehabisan akal, karena ia dibiasakan bekerja memilih tidak lagi mengikuti
tuan-tuan mereka (tuan tanah, raja). Mereka berfikir lebih baik mengarap
tanahnya sendiri. Para abdi ini mulai melirik kepada para pengrajin, melirik
pada ilmuan dan akhirnya membuat sekolah alias munculnya awal pendidikan
modern disini, kalangan inilah yang akhirnya disebut dengan nama kalangan
borjusi melawan kalangan raja (fodalisme) dan didukung pengrajin dan petani.
Diakhiri dengan memancung kepala Raja Lois di akhir revolusi prancis. Awal
jaman Kapaitalisme.
Marx, Adam smiht dll para ilmuan adalah pengerak utama ilmuan yang lahir
pada abad tersebut. Mereka dari sisi yang berbeda, Adam Smit ekonom Amerika
ini (yang kemudian ilmunya kita pelajari dari bangku SLTP) mengajarkan
perilaku ekonomi pasar. Marx melihat bahwa revolusi ini menghasilkan
penidasan dalam bentuk yang abstrak terhadap kelas yang baru muncul akibat
revolusi Industri di Ingris yaitu masyarakat pekerja yang kemudian di sebut
Buruh (Labour). Penindasan tersebut dalam bentuk penghisapan keuntungan
lebih. Sedangkan adam Smit mengemukakan dengan modal sekecil-kecilnya
menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya. Pertentangan inilah yang sampai
sekarang tidak terselesaikan.
Nah dari pertentangan akademik inilah muncul, pemikir-pemikir sosial baru
dari jerman dan lain-lain. Anda bisa tanyakan kepada ahli-ahli sosial.
Seperti misalnya Hegel yang lebih condong pada idealismenya itu, Feurbah
dll. Tetapi Engel yang menemaninya akhirnya menutup karya terakhirnya dari
yaitu Manifesto komunis. Marx yang didampingi oleh Istrinya (mantan artis)
akhirnya mati dalam kemiskinan.
Pemikir sosial (selanjutnya bisa disebut sosialis di kepala) macam hegel dan
lain-lain inilah yang mewarnai tinjauwan sosial setelah itu. Di eropa Timur
yang industrialisasi sudah mulai hidup, kalangan sekolah macam, Lenin,
Trosky dll. Mulai tertarik dalam mempelajari tiori-tiori sosial terutama
tulisan Marx, Lenin berusaha mematerialkan/Menyatakan pemikiran Marx
tersebut dalam kehidupan Rusia pada saat itu yang dikuasai Tsar (raja Rusia)
dengan dukungan rakyat menegah dan kaum buruh. Akhirnya meletuslah Revolusi
Komunis yang dipelopori Lenin, Trosky dan Stalin ini (dalam sejarahnya
kemudian Stalin setelah kematian Lenin membunuh Trosky dan menjalankan
pemerintaha Uni Sovyet secara otoriter).
Dua revolusi (komunis dan borjuis/Kapitalis) ini keduanya meletus di eropa.
Dan para pemikir-pemikir sosial lainnya hidup di Jerman. Kemudian
akhirnyapun Jerman (tanpa revolusi) pecah menjadi dua bagian Jerman Timur
dan barat.
Kemudian Dijerman Barat, muncul pemikiran baru akibat tidak kesampaian
keinginan mereka atau masih sangsinya mereka terhadap contoh masyarakat
sosial yang dijalankan Stalin. Dari sinilah muncul pemikiran Sosialisme yang
lebih moderat.
Bentuk penyimpangan diatas atas kekecewaan ilmuan atau kesakithatian mereka
melihat masyarakat Soviet pada saat itu, yang menghasilkan alternatif sosial
yang lebih baru, agar tidak terbawa imbas keburukan dari hal diatas.
Nah jika kita mau pelajari dari atas kita bisa pelajari, terutama mengenai
pengarang buku sosialisme religius tersebut yaitu Muhamad Hatta. Seorang
sosialis muda.
Di Indonesia sebelum merdeka imbas dari perubahan dunia mengalami perubahan
juga ditandai dengan 4 kelompok besar.
1. Kalangan Nasionalis (dari kalangan kelas menengah muda terdidik yang
hidup di indonesia, macam Bung karno)
2. Kalangan Sosialis yang lebih moderat (kalangan terdidik yang hidup dan
belajar di eropa macam Hatta).
3. Kalangan Komunis (dari kalangan Islam pecahan Serikat Islam dan para
buruh kereta gula api, macam Semaun dan haji misbah)
4. Kalangan Islam (kalangan pesantren dan Islam modern H. Agus salim dll)
Hal ini dikarenakan:
Gagalnya pemberontakan awal abad 19 rakyat Indonesia terutama bernafsunya
Serikat Islam dan ragu-ragunya pemimpin Komunis untuk mengambil alih
pimpinan akibat Lenin melarang revolusi tersebut. Akhirnya pemberontakan ini
gagal dan mengalami troma panjang rakyat dan dibuang ke Digul (baca buku
jaman bergerak, tulisan penulis Jepang).
Perlawanan dimulai di Eropa diambil alih Hatta, Karena PKI sudah lepas
tangan dan menyerahkan ke HATTA. Ditanah air dipelopori oleh kaum terdidik
Sukarno, dan beberapa kali di buang kedigul dan banyak belajar dari pejuang
sebelumnya. Dan kemudian mendirikan PNI. Selanjutnya dua serangkai inilah
yang mengakhiri revolusi kemerdekaan di Indonesia. Selebihnya berjuang
dibawah tanah, seperti apa yang diungkapkan SK. Trimurti (mantan menteri
perburuhan jaman Sukarno) yang diwawancarai SCTV dalam memperingati
peringatan 17 Agustus. Ia menjelaskan; "Bahwa pada saat itu perjuangan
terdiri dari Tiga lapis", Sukarno dan Hata berdiri secara Legal (karena
sudah dikenal), ada yang ditengah-tengah macam Sahrir dan bawah tanah.
Nah karena kita tidak bicara kontek sosialisme di Indonesia baiknya kita
kembali ke eropa. Pada akhir abad 19 yang ditandai dengan dua perang besar
perang Dunia pertama dan kedua (kolonialisasi). Dua perang ini menutup orang
untuk berfikir sosial kecuali hanya dibicarakan dibangku-bangku sekolah.
Ketidak mampuan inilah yang akhirnya membangkitkan pemikir-pemikir sosial
demokrat.
Pemikir sosial demokrat ditandai dengan usaha yang dilakukan kalangan
sosialis prancis yang berkedudukan di Universitas untuk melakukan revolusi
kedua (sosialis) di prancis. Peristiwa ini disebut dengan peristiwa Paris 68
(Tahun 1968). Bendera merah menduduki Paris dan presiden Prancis sudah
melarikan diri ke Jerman. Tetapi aksi ini digagalkan, karena persediaan
makan menipis dan tidak didukung para buruhnya. Akhirnya aksi ini dipukul
mundur dan jatuh korban dari kalangan terdidik Prancis, tentara masuk dari
luar kota revolusi tidak berhasil di prancis. Nah dari sinilah muncul
kekecewaan dari kalangan kiri di dunia terutama di eropa. Muncullah beberapa
alternatif tiori baru, seperti Kiri baru, Posmo yang hampir mirip dengan
pemikiran kaum sosil demokrat abad pertengahan. Setelah jerman Timur
bergabung, hal ini disimpulkan oleh pakar sosial demokrat untuk menciptakan
tiori jalan tengah (sebuah kelompok yang "kecewa" dengan kegagalan revolusi
Sosialis/komunis). Tiori jalan tengah ini makin berkembang di eropa salah
satunya tiori posmo. Tokoh Jalan tengah dari kalangan sosial demokrat dan
kalangan sosialis posmo tersebut adalah Willy Brandt (Jerman). Kalangan
Jalan tengah Dari Sosial demokrat inilah yang mayoritas sekarang ini di
Eropa dan menghasilkan mata uang Uni-eropa EURO, sebagai salah satu
konsolidasi strategis masyarakan yang kemudian disebut reunifikasi atau
masyarakant Uni-eropa. Usaha kelompok Jalan Tengah ini adalah percaya
terhadap tiori-tiori sosialis klasik tetapi tidak anti pada kapitalisme.
Konsepnya yang dikenal pasar yang diatur. Nah untuk melihat kaum sosdem ini
gampang, tetapi kalangan sosialis, dan komunis ini sulit. Maka kedua
kelompok itu (bung ac bisa disebut mereka mewakili Kiri-tengah moderatlah
begitu).
Oh ya waktu saya sekolah dulu (90-an), tiori Posmo (sebelum tiori jalan
tengah ini) pernah menjadi bacaan kalangan mahasiswa progresif, seperti Kiri
baru, Islam Kiri (contoh negara Revolusi Iran) dll. Nah sekarang saya juga
baru mengikuti, tiorinya Billy Brat yang banyak di bicarakan mahasiswa. Nah
bagaimana strateginya jalan tegahnya poros tengahnya di DPR kita? Ngak usah
heran banyak penulis dari IAIN (terutama filsafatnya) mereka sangat terbuka
terhadap tiori-tiori maju, mungkin karena menurut mereka Islam adalah bagian
ilmu juga yang lahir pada jamannya. Sehingga tak dokmatis dalam memandang
agama. Mamang biasanya umat islam yang gampang marah-marah adalah umat yang
ilmu islam yang ilmu agamanya masih rendah. Dan ada dugaan dulu kelompok
islam yang begian yang paling sering dipakai untuk tujuan politik semata,
dari mulai kasus 65 sampai kasus dukun santet.
Masalah FPI, saya cuma bisa bilang hebat dan intelijennya canggih. Tetapi
saya sebagai masyarakat modern, pengambilan komputer adalah dosa dan
menyalahi hukum. Komputer itu bagian dari teknologi, teknologi bermata dua
baik dan buruk. Nah jika dalam komputer ada gambar senonoh biasa aja itu dan
mudahkan didapat di internet-kan. Salahkan saja sistemnya jangan perangkat
teknologinya. Salahkan sistem kenapa pornografi ngak diatur atau mungkin ada
yang tidak setuju dengan saya silahkan, sah-sah saja. Tetapi apa mereka bisa
mengatakan bahwa di beberapa pesantren sendiri banyak terjadi santrinya
melakukan penyimpangan sexsual, seperti onani, homo sex dll.
Saya sendiri baru belajar tiori jalan tengah dan tidak begitu pecaya dengan
konsep yang dipakai di eropa sekarang. Hal ini perlu rakyat indonesia
bicarakan lebih jauh sebagai negara berkembang tentang konsep apa yang cocok
dalam menghadapi perubahan dunia yang kian cepat saja.
Nah semoga ini sedikit menjadi pencerah.
-----Original Message-----
From: �� [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: 10 September 2000 23:02
To: Kuli Tinta
Subject: [Kuli Tinta] ada hubungan?
Beberapa saat yang lalu, di milis ini terjadi perdebatan antara
Mas Agus dengan Mas WAM mengenai FPI yang mengambil computer di
salah satu ruangan di IAIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta.
Lalu, Pak Mashuri memberikan gambaran mengenai sosialisme dari dua
penulis.
Nah, dalam perjalanan pulang dari Jkt pagi ini secara kebetulan
saya membaca tinjauan buku [Kompas, 10/09/00 #8] mengenai Jejak
Sosialisme Religius. Yang menarik bagi saya, dalam konteks thread
di milis ini, bukan hanya isi tulisan yang sungguh memperkaya
pengetahuan saya yang telah dibuka oleh Pak Mashuri kemarin tetapi
juga tinjauan itu ditulis oleh Ismulyadi mhs Akidah Filsafat IAIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta. Artinya, ada pemikiran alternatif yang
sedang berkembang disana, dan HOS Tjokroaminoto pun sudah
mendahuluinya. Apakah ini yang menajadi dasar apriori? Kalau
begitu, jadi bingung dhong.....
Saya jadi berpikir, mengapa ini tidak dibuka lagi menjadi sebuah
thread. Saya percaya, disamping Pak Mashuri, mBah Soel, Om mBien,
mas WAM, Pak Hasan, pak Janto, Cak Gigih, Pak Jan, Mas Benny, Mas
Chris, Pak Kanto, dan masih banyak lagi yang lain tentu sangat
piawai untuk memperkaya pengetahuan (khususnya saya {���})
rekan-rekan di milis ini.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!