Wah ...wah... kalau ini mah nggak tercerahkan lagi..
Banyak buku dalam satu posting 13kb adalah sebuah extract
pengetahuan yang sangat berharga bagi saya yang awam terutama
dalam menyikapi keadaan negara saat ini. Membaca tulisan pak
Mashuri dan membaca Sosialisme Religius itu kemudian melihat
realita saat ini koq rasanya ada yang nggak pas ya Pak..
I can't say a word..., demikian ungkapan mengatakan karena
tanggapan yang beyond my expectation.
Ini akan saya print dan biar menjadi pedoman anak-anak muda itu
didalam penelusuran selanjutnya. (boleh kan?) Maklum, mainstream
generasi muda kita kan a histori.... Jadi, cenderung memakai kaca
mata kuda gitu lah...
Kalau saya diijinkan melanjutkan perburuan ini, bolehkah saya
mengetahui bagaimana pendapat Pak Mashuri mengenai sosialisme ala
Indonesia menurut Soekarno?
Terima kasih Pak Mashuri.
----- Original Message -----
From: M.Mashuri Alif <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, September 11, 2000 4:01 AM
Subject: RE: [Kuli Tinta] ada hubungan?
Mashuri:
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai sosialisme bung ac sebaiknya
kita semua
sama-sama membuka sejarah umum kita dahulu. Baru nanti yang
khusus.
Beberapa penulis disini sudah mengambarkan baik dalam bentuk
sibolisasi, dan pengkaburan makna (posmo). Ilmu sosial kemudian
diserap
menjadi ilmu-ilmu sosial lainnya sudah berkembang dalam beberapa
abad yang
lalu di eropa. Kita tahu dan harus jujur perubahan dari jaman
kegelapan ke
"pencerahan" di mulai di eropa (baik atau buruk).
Titik tolak adalah revolusi prancis yang dikenal dengan sebutan
Revolusi
"Borjuis" (bhs.prancis). Kenapa muncul sebutan itu, karena muncul
komunitas
sosial baru dalam abad pertengahan itu selain golongan Ningrat
(kerajaan/tuan tanah) yang bersembunyi pada lindungan dokma-dokma
agama,
jadi sulit membedakan antara raja/tuan tanah dan agama pada saat
sebelum
revolusi terjadi dengan golongan Abdi, Hamba sahaya, budak dll.
Mereka tidak
kehabisan akal, karena ia dibiasakan bekerja memilih tidak lagi
mengikuti
tuan-tuan mereka (tuan tanah, raja). Mereka berfikir lebih baik
mengarap
tanahnya sendiri. Para abdi ini mulai melirik kepada para
pengrajin, melirik
pada ilmuan dan akhirnya membuat sekolah alias munculnya awal
pendidikan
modern disini, kalangan inilah yang akhirnya disebut dengan nama
kalangan
borjusi melawan kalangan raja (fodalisme) dan didukung pengrajin
dan petani.
Diakhiri dengan memancung kepala Raja Lois di akhir revolusi
prancis. Awal
jaman Kapaitalisme.
Marx, Adam smiht dll para ilmuan adalah pengerak utama ilmuan yang
lahir
pada abad tersebut. Mereka dari sisi yang berbeda, Adam Smit
ekonom Amerika
ini (yang kemudian ilmunya kita pelajari dari bangku SLTP)
mengajarkan
perilaku ekonomi pasar. Marx melihat bahwa revolusi ini
menghasilkan
penidasan dalam bentuk yang abstrak terhadap kelas yang baru
muncul akibat
revolusi Industri di Ingris yaitu masyarakat pekerja yang kemudian
di sebut
Buruh (Labour). Penindasan tersebut dalam bentuk penghisapan
keuntungan
lebih. Sedangkan adam Smit mengemukakan dengan modal
sekecil-kecilnya
menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya. Pertentangan inilah yang
sampai
sekarang tidak terselesaikan.
Nah dari pertentangan akademik inilah muncul, pemikir-pemikir
sosial baru
dari jerman dan lain-lain. Anda bisa tanyakan kepada ahli-ahli
sosial.
Seperti misalnya Hegel yang lebih condong pada idealismenya itu,
Feurbah
dll. Tetapi Engel yang menemaninya akhirnya menutup karya
terakhirnya dari
yaitu Manifesto komunis. Marx yang didampingi oleh Istrinya
(mantan artis)
akhirnya mati dalam kemiskinan.
Pemikir sosial (selanjutnya bisa disebut sosialis di kepala) macam
hegel dan
lain-lain inilah yang mewarnai tinjauwan sosial setelah itu. Di
eropa Timur
yang industrialisasi sudah mulai hidup, kalangan sekolah macam,
Lenin,
Trosky dll. Mulai tertarik dalam mempelajari tiori-tiori sosial
terutama
tulisan Marx, Lenin berusaha mematerialkan/Menyatakan pemikiran
Marx
tersebut dalam kehidupan Rusia pada saat itu yang dikuasai Tsar
(raja Rusia)
dengan dukungan rakyat menegah dan kaum buruh. Akhirnya meletuslah
Revolusi
Komunis yang dipelopori Lenin, Trosky dan Stalin ini (dalam
sejarahnya
kemudian Stalin setelah kematian Lenin membunuh Trosky dan
menjalankan
pemerintaha Uni Sovyet secara otoriter).
Dua revolusi (komunis dan borjuis/Kapitalis) ini keduanya meletus
di eropa.
Dan para pemikir-pemikir sosial lainnya hidup di Jerman. Kemudian
akhirnyapun Jerman (tanpa revolusi) pecah menjadi dua bagian
Jerman Timur
dan barat.
Kemudian Dijerman Barat, muncul pemikiran baru akibat tidak
kesampaian
keinginan mereka atau masih sangsinya mereka terhadap contoh
masyarakat
sosial yang dijalankan Stalin. Dari sinilah muncul pemikiran
Sosialisme yang
lebih moderat.
Bentuk penyimpangan diatas atas kekecewaan ilmuan atau
kesakithatian mereka
melihat masyarakat Soviet pada saat itu, yang menghasilkan
alternatif sosial
yang lebih baru, agar tidak terbawa imbas keburukan dari hal
diatas.
Nah jika kita mau pelajari dari atas kita bisa pelajari, terutama
mengenai
pengarang buku sosialisme religius tersebut yaitu Muhamad Hatta.
Seorang
sosialis muda.
Di Indonesia sebelum merdeka imbas dari perubahan dunia mengalami
perubahan
juga ditandai dengan 4 kelompok besar.
1. Kalangan Nasionalis (dari kalangan kelas menengah muda terdidik
yang
hidup di indonesia, macam Bung karno)
2. Kalangan Sosialis yang lebih moderat (kalangan terdidik yang
hidup dan
belajar di eropa macam Hatta).
3. Kalangan Komunis (dari kalangan Islam pecahan Serikat Islam dan
para
buruh kereta gula api, macam Semaun dan haji misbah)
4. Kalangan Islam (kalangan pesantren dan Islam modern H. Agus
salim dll)
Hal ini dikarenakan:
Gagalnya pemberontakan awal abad 19 rakyat Indonesia terutama
bernafsunya
Serikat Islam dan ragu-ragunya pemimpin Komunis untuk mengambil
alih
pimpinan akibat Lenin melarang revolusi tersebut. Akhirnya
pemberontakan ini
gagal dan mengalami troma panjang rakyat dan dibuang ke Digul
(baca buku
jaman bergerak, tulisan penulis Jepang).
Perlawanan dimulai di Eropa diambil alih Hatta, Karena PKI sudah
lepas
tangan dan menyerahkan ke HATTA. Ditanah air dipelopori oleh kaum
terdidik
Sukarno, dan beberapa kali di buang kedigul dan banyak belajar
dari pejuang
sebelumnya. Dan kemudian mendirikan PNI. Selanjutnya dua serangkai
inilah
yang mengakhiri revolusi kemerdekaan di Indonesia. Selebihnya
berjuang
dibawah tanah, seperti apa yang diungkapkan SK. Trimurti (mantan
menteri
perburuhan jaman Sukarno) yang diwawancarai SCTV dalam
memperingati
peringatan 17 Agustus. Ia menjelaskan; "Bahwa pada saat itu
perjuangan
terdiri dari Tiga lapis", Sukarno dan Hata berdiri secara Legal
(karena
sudah dikenal), ada yang ditengah-tengah macam Sahrir dan bawah
tanah.
Nah karena kita tidak bicara kontek sosialisme di Indonesia
baiknya kita
kembali ke eropa. Pada akhir abad 19 yang ditandai dengan dua
perang besar
perang Dunia pertama dan kedua (kolonialisasi). Dua perang ini
menutup orang
untuk berfikir sosial kecuali hanya dibicarakan dibangku-bangku
sekolah.
Ketidak mampuan inilah yang akhirnya membangkitkan pemikir-pemikir
sosial
demokrat.
Pemikir sosial demokrat ditandai dengan usaha yang dilakukan
kalangan
sosialis prancis yang berkedudukan di Universitas untuk melakukan
revolusi
kedua (sosialis) di prancis. Peristiwa ini disebut dengan
peristiwa Paris 68
(Tahun 1968). Bendera merah menduduki Paris dan presiden Prancis
sudah
melarikan diri ke Jerman. Tetapi aksi ini digagalkan, karena
persediaan
makan menipis dan tidak didukung para buruhnya. Akhirnya aksi ini
dipukul
mundur dan jatuh korban dari kalangan terdidik Prancis, tentara
masuk dari
luar kota revolusi tidak berhasil di prancis. Nah dari sinilah
muncul
kekecewaan dari kalangan kiri di dunia terutama di eropa.
Muncullah beberapa
alternatif tiori baru, seperti Kiri baru, Posmo yang hampir mirip
dengan
pemikiran kaum sosil demokrat abad pertengahan. Setelah jerman
Timur
bergabung, hal ini disimpulkan oleh pakar sosial demokrat untuk
menciptakan
tiori jalan tengah (sebuah kelompok yang "kecewa" dengan kegagalan
revolusi
Sosialis/komunis). Tiori jalan tengah ini makin berkembang di
eropa salah
satunya tiori posmo. Tokoh Jalan tengah dari kalangan sosial
demokrat dan
kalangan sosialis posmo tersebut adalah Willy Brandt (Jerman).
Kalangan
Jalan tengah Dari Sosial demokrat inilah yang mayoritas sekarang
ini di
Eropa dan menghasilkan mata uang Uni-eropa EURO, sebagai salah
satu
konsolidasi strategis masyarakan yang kemudian disebut reunifikasi
atau
masyarakant Uni-eropa. Usaha kelompok Jalan Tengah ini adalah
percaya
terhadap tiori-tiori sosialis klasik tetapi tidak anti pada
kapitalisme.
Konsepnya yang dikenal pasar yang diatur. Nah untuk melihat kaum
sosdem ini
gampang, tetapi kalangan sosialis, dan komunis ini sulit. Maka
kedua
kelompok itu (bung ac bisa disebut mereka mewakili Kiri-tengah
moderatlah
begitu).
Oh ya waktu saya sekolah dulu (90-an), tiori Posmo (sebelum tiori
jalan
tengah ini) pernah menjadi bacaan kalangan mahasiswa progresif,
seperti Kiri
baru, Islam Kiri (contoh negara Revolusi Iran) dll. Nah sekarang
saya juga
baru mengikuti, tiorinya Billy Brat yang banyak di bicarakan
mahasiswa. Nah
bagaimana strateginya jalan tegahnya poros tengahnya di DPR kita?
Ngak usah
heran banyak penulis dari IAIN (terutama filsafatnya) mereka
sangat terbuka
terhadap tiori-tiori maju, mungkin karena menurut mereka Islam
adalah bagian
ilmu juga yang lahir pada jamannya. Sehingga tak dokmatis dalam
memandang
agama. Mamang biasanya umat islam yang gampang marah-marah adalah
umat yang
ilmu islam yang ilmu agamanya masih rendah. Dan ada dugaan dulu
kelompok
islam yang begian yang paling sering dipakai untuk tujuan politik
semata,
dari mulai kasus 65 sampai kasus dukun santet.
Masalah FPI, saya cuma bisa bilang hebat dan intelijennya canggih.
Tetapi
saya sebagai masyarakat modern, pengambilan komputer adalah dosa
dan
menyalahi hukum. Komputer itu bagian dari teknologi, teknologi
bermata dua
baik dan buruk. Nah jika dalam komputer ada gambar senonoh biasa
aja itu dan
mudahkan didapat di internet-kan. Salahkan saja sistemnya jangan
perangkat
teknologinya. Salahkan sistem kenapa pornografi ngak diatur atau
mungkin ada
yang tidak setuju dengan saya silahkan, sah-sah saja. Tetapi apa
mereka bisa
mengatakan bahwa di beberapa pesantren sendiri banyak terjadi
santrinya
melakukan penyimpangan sexsual, seperti onani, homo sex dll.
Saya sendiri baru belajar tiori jalan tengah dan tidak begitu
pecaya dengan
konsep yang dipakai di eropa sekarang. Hal ini perlu rakyat
indonesia
bicarakan lebih jauh sebagai negara berkembang tentang konsep apa
yang cocok
dalam menghadapi perubahan dunia yang kian cepat saja.
Nah semoga ini sedikit menjadi pencerah.
-----Original Message-----
From: �� [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: 10 September 2000 23:02
To: Kuli Tinta
Subject: [Kuli Tinta] ada hubungan?
Beberapa saat yang lalu, di milis ini terjadi perdebatan antara
Mas Agus dengan Mas WAM mengenai FPI yang mengambil computer di
salah satu ruangan di IAIN Sunan Kalijaga di Yogyakarta.
Lalu, Pak Mashuri memberikan gambaran mengenai sosialisme dari dua
penulis.
Nah, dalam perjalanan pulang dari Jkt pagi ini secara kebetulan
saya membaca tinjauan buku [Kompas, 10/09/00 #8] mengenai Jejak
Sosialisme Religius. Yang menarik bagi saya, dalam konteks thread
di milis ini, bukan hanya isi tulisan yang sungguh memperkaya
pengetahuan saya yang telah dibuka oleh Pak Mashuri kemarin tetapi
juga tinjauan itu ditulis oleh Ismulyadi mhs Akidah Filsafat IAIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta. Artinya, ada pemikiran alternatif yang
sedang berkembang disana, dan HOS Tjokroaminoto pun sudah
mendahuluinya. Apakah ini yang menajadi dasar apriori? Kalau
begitu, jadi bingung dhong.....
Saya jadi berpikir, mengapa ini tidak dibuka lagi menjadi sebuah
thread. Saya percaya, disamping Pak Mashuri, mBah Soel, Om mBien,
mas WAM, Pak Hasan, pak Janto, Cak Gigih, Pak Jan, Mas Benny, Mas
Chris, Pak Kanto, dan masih banyak lagi yang lain tentu sangat
piawai untuk memperkaya pengetahuan (khususnya saya {���})
rekan-rekan di milis ini.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!