Masih soal media dan kalimat pemberitaan,
meminjam kalimat oM mBien,
berikut ini sebuah posting yang saya copy dari sebuah milis karena
milis ini bernama milis kuli-tinta,

pigimana milisnaut?

==============
Membaca "Empat Kapal Ikan Nelayan Dirampas" yang dimuat oleh Surat
Kabar Harian Riau Pos pada hari Rabu, 31 Mei 2000 hal 13 Kol 2 - 4
membuat perasaan saya tidak enak. Saya sangat keberatan dengan
dimuatnya kata "dirampas", "merampas", "perampas" yang berkonotasi
sangat-sangat buruk dan dapat membuat persepsi orang yang
membacanya salah pengertian.

Menurut saya, berita yang dimuat sangat berat sebelah dan
subjektif,. Seolah-olah berita tersebut menuduh nelayan Desa Teluk
Pambang Parit III merupakan "perampas" hak orang lain. Perlu
dinyatakan disini bahwa penulis berita tersebut sangat-sangat
tidak mengerti permasalahan yang dihadapi oleh nelayan yang berada
di desa [Desa Teluk Pambang dan sekitarnya] tersebut. Berita yang
diperolehnya hanya berasal dari Petugas Kamla yang hanya mendapat
"bisikan" dari salah seorang anggota masyarakat [Hok Kuan (38
tahun)] dan seorang ABK kapal (Atan [35 tahun)]. Dari tiga pihak
yang menjadi satu suara ini penulis berita langsung berkesimpulan
tanpa dasar dan tanpa menggunakan analisa yang logis langsung
menyatakan bahwa NELAYAN DESA TELUK PAMBANG PARIT III BENGKALIS
adalah PERAMPAS.
 Dari tulisan yang dimuat masih banyak pernyataan-pernyataan yang
perlu dipertanyakan;
Terlintaskah dibenak penulis mengapa kapal-kapal tersebut
�dirampas�?
Tahukah penulis dimanakah Desa Teluk Pambang Parit III dan di mana
Rangsang serta dimana kapalnya �dirampas�?
Benarkah "perampasan" tersebut dilakukan diperairan Rangsang ?
Sampai dimana sesungguhnya batas perairan Rangsang tersebut ?
Tahukah penulis alat tangkap yang digunakan oleh kapal-kapal yang
�dirampas� dan apa dampak yang diakibatkan oleh alat tersebut
terhadap nelayan lokal (tradisional) yang berada di Desa Teluk
Pambang Parit III?
Benarkah nelayan yang dikatakan "perampas" mengancam dan
menggunakan parang (senjata tajam, red)?
Benarkah tuntutan yang pernah dilakukan oleh nelayan "perampas"
tersebut sebesar Rp. 150.000.000,-
Seberapa sering kamla melakukan operasi pengamanan di perairan
Rangsang maupun di perairan Bengkalis, sehingga nelayan dapat
merasa aman dalam melakukan aktivitasnya ?
Pada alenia "Begitu mendapat laporan, kita (Kamla Selatpanjang,
Red) langsung turun mengadakan patroli... Sepertinya kamla baru
bertindak kalau ada laporan dari masyarakat, kalau tidak ada
laporan tidak akan melakukan patroli, benarkah hal ini?
Benarkah ABK kapal [Atan (35 tahun)] tidak mengetahui batas-batas
perairan yang telah ditetapkan, sementara di surat-surat kapal
[kalau ada, red] sudah tercantum diperairan mana saja kapal yang
dibawanya boleh berlayar?
Mengapa pihak Riau Pos tidak mau tahu akan nasib kapal yang telah
ditahan pihak �perampas�? sementara kita tahu Perusahaan Surat
Kabar yang sebesar SKH Riau Pos memiliki korespondensi dimana-mana
bahkan sampai di luar negeri, mengapa hanya untuk mencari berita
di Desa Teluk Pambang Parit III Kecamatan Bantan Kabupaten
Bengkalis sampai berita tersebut diturunkan belum tahu padahal
kejadian tersebut telah berlangsung lebih dari 10 hari apakah
tidak terjadi bias informasi dan kadarluarsa?
Mengapa berita yang diturunkan tidak meminta klarifikasi dan
konfirmasi dari pihak "perampas", Dinas Perikanan Tk II Bengkalis,
Camat Bantan, Kepala Desa Teluk Pambang, Serikat Nelayan Kecamatan
Teluk Bantan ?,
Kalau pertanyaan ini semua dapat dijawab penulis, layak atau
tidakkah kapal-kapal tersebut �dirampas� dan patut atau tidakkah
penulis menyatakan bahwa nelayan Desa Teluk Pambang Parit III
adalah �PERAMPAS�

Romie Jhonnerie
Divisi Informasi
Yayasan Laksana Samudera
Jln. Kandis Ujung No. 92 Tangkerang Utara, Pekanbaru (28282)
Phone: 62 761 43818 Fax: 62 761 40545
Email: [EMAIL PROTECTED]



->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke