-----Original Message-----
     From: eg [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]

     Nah rupanya disinilah hulu budaya KKN itu. Sistem nilai malu
     dianggap bodoh membuat orang tidak suka dikatakan bodoh.

     Jadi, kalau kita ingin menghilangkan sistem nilai
     (baca:perilaku) KKN itu maka harus ada sistem nilai tandingan
     yang dikembangkan.

     Dulu melarat tenteram namun sekarang kecukupan "nggrangsang"
     (bhs Jawa lain ngongso yang kurang lebih artinya ingin
     memiliki lebih karena didorong oleh nafsu keserakahan dengan
     mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan). Sekarang materi demikian
     dijunjung tinggi dan dipuja-puja. Lalu apa bedanya dengan
     jaman dulu ketika orang menyembah berhala? Bedanya adalah dulu
     para nabi hadir untuk mengingatkan, namun kini yang tidak tahu
     malu itu tahu persis kalau telah melanggar kaidah-kaidah
     agama. Lalu apa perlu kehadiran agama baru untuk meluruskan
     sistem nilai itu?

-----------------------
Kalau masalahnya sistem nilai yang materialistis itu, di amerika sana,
atau di eropa, mereka kurang meterialistis apa coba? Tapi yang namanya
kkn, kok bisa amat dibatasi ya? Katanya kita semua sudah sepakat untuk
pakai agama baru : demokrasi (setelah sebelumnya Pancasila), ya kita
pakailah itu. Bahwa ternyata demokrasi tidak menyediakan panduan yang
jelas, sehingga bisa immature segala, ya mesti sabarlah. Mungkin satu
generasi, anak2x kita nanti yang bisa menikmati hasilnya.

Agama Islam yang kata orang islam paling sempurna itu, perlu waktu
duapuluh tahun lebih untuk mengubah sistem nilai bangsa jahiliah waktu
itu, yang seperti anda gambarkan diatas, kita mungkin sekarang sama
jahiliahnya di aspek yang berbeda. Agama baru ini, demokrasi, ingin
mencoba metode yang baru, bukannya mengubah sistem nilai tapi memberi
batasan2x agar efek2x jelek yang timbul dari sistem nilai yang ada tidak
berkembang . Ada yang optimis itu bisa (mungkin melihat contoh di
negara2x diatas bisa), ada yang pesimis (mungkin merasa efek2x jelek
tadi sudah amat akut dan dikuatirkan menular kegenerasi berikutnya)
sehingga merasa perlu mengajukan agama lain, lama ataupun baru.

Yang waras, sementara ini, ngalah saja lah ...


>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke