Itu memang kerjaan orang gila.. Tapi nggak ada tuh "Pdt. Ev...." Kalau
Pendeta yang pendeta saja, tidak juga seorang Evangelis (Ev.)
Tanpa bermaksud membenarkan upaya mereka yang gila itu, jangan pula lupa
bahwa buku-buku serupa juga dikeluarkan dari pihak Islam dengan memakai
ayat-ayat Alkitab yang telah diubah maknanya, didangkalkan ajarannya dan
diputarbalikkan tanpa memahami konteks ayat tersebut ditulis. Saya punya
satu buku berjudul "Dialog Santri dan Pendeta" yang ditulis oleh --katanya--
seorang Kristen yang telah menjadi Islam, juga khotbah-khotbah di masjid
sebelah rumah saya, pernah suatu kali pada waktu Isra' Miraj ada khotbah
dari seorang Kiai yang dulunya katanya pendeta Kristen, yang isinya ya sama
lah dengan dokumen2 yang anda sebutkan ttg Islam itu. Di Majalah Sabili juga
sering dikutip ayat-ayat Alkitab yang telah disalahgunakan pemaknaannya.
Saya pikir, kita-kita yang masih "waras" ini punya pekerjaan berat secara
internal; kepada masing2 pemeluk agama kita, untuk menghentikan upaya-upaya
seperti ini.
____________________________________________
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
Faculty of Economics, University of Indonesia.
My religion is very simple,
my religion is kindness
-- Dalai Lama
----- Original Message -----
From: Idb <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, December 08, 2000 2:45 malam
Subject: [Kuli Tinta] Suara pembaca - Republika
> Ini saya forwardkan sebuah suara pembaca dari koran Republika, tgl 08
> desember 2000. Tidak untuk bikin hiruk pikuk, apalagi memecah belah, hanya
> ingin berbagi referensi untuk mengerti, mengapa ada sebagian orang islam,
> yang kesannya sangat "anti kristen".
> --------------------------------------
>
> Suara pembaca dari koran Republika, tgl 08 desember 2000
>
> PEMURTADAN
> Siapa Peduli?
>
> Orang kristiani di Indonesia rupanya belum puas juga. Setelah bersekutu (
> dengan kekuatan asing) menekan dan membantai masyarakat muslim di Ambon,
> Kupang, Timor-Timur, Halmahera, Poso dll, kini mereka melanjutkan
ambisinya
> memurtadkan islam. Gerakan kristenisasi kini tak lagi berkedok aksi sosial
> dikalangan muslim, melainkan juga cara yang lebih canggih menggunakan
'wajah
>
> islam' melalui penyebaran brosur-brosur, buku-buku dan buletin dakwah yang
> dikemas seolah-olah Islami. Padahal isinya, adalah upaya-upaya
pendangkalan
> akidah, penyalahgunaan ayat-ayat Al-Quran bahkan pelecehan terhadap Nabi
> Muhammad SAW dan Allah SWT. canggihnya, brosur dan buku tersebut
dikesankan
> seakan-akan diterbitkan oleh kalangan/organisasi Islam.
>
> Brosur dan buku yang sudah tersebar luas dimasyarakat natara lain:
'Membina
> Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama', 'Siapa Yang Bernama Allah Itu',
> 'Rahasia Jalan ke Surga' dll. Brosur tersebut tertulis diterbitkan oleh
> Dakwah Ukhuwah. Padahal, nyatanya diterbitkan oleh Yayasan Christian
Centre
> Nehemia Jakarta (dipimpin oleh Pdt Ev Dr Suradi Ben Abraham).
>
> Sedang dalam bentuk buku antara lain berjudul 'Upacara Ibadah Haji', 'Isa
AS
>
> dalam Pandangan Islam', 'Ayat-Ayat Al-Quran Yang Menyelamatkan', 'Riwayat
> Singkat dan Pusaka Peninggalan Nabi Muhammad SAW', dll. Buku-buku tersebut
> berisi uraian yang bertentangan bahkan melecehkan Islam. Misalnya,
menghapus
>
> ' harfiah' ayat ayat dan hadits yang sudah diolah, dipotong dan
> diputarbalikan maksud dan konteksnya untuk kepentingan kristenisasi.
> Buku-buku itu ditulis antara lain oleh Drs H Amos alias Drs A Poernama
> Winangun ( seorang muslim yang murtad).
>
> Untuk menangkis tuduhan keji dan upaya pendangkalan iman Islam tersebut, H
> Ihsan LS Mokoginta (Wenseslaus)-seorang mualaf mantan penganut
> Kristen-bekerjasama dengan Tim FAKTA (Forum Antisipasi Kegiatan
Pemurtadan)
> yang beralamat surat PO BOX 1426 Jakarta 13014 kemudian menulis buku
> 'Pembelaan Seorang Mualaf (Dialog Muhtadien vs Murtadien)' diterbitkan
> Yayasan Muhtadien.
>
> Melihat upaya pemurtadan yang menggunakan segala cara, jelas upaya
> penerbitan buku sebagai counter nya belumlah cukup. Yang diperlukan adalah
> seruan kepada seluruh ummat islam agar bersatupadu membendung praktik
licik
> dan busuk itu. Kepada MUI, Depag, Ormas Islam, partai-partai Islam, dan
> pihak berwenang, kami atas nama ummat menanti respon kepeduliannya. Apakah
> kita rela kristenisasi berkedok islam itu dibiarkan tumbuh merajalela
> diseputar kita? Bagaimana bila salah satu dari anak, adik, keluarga dan
> famili kita tiba-tiba murtad hanya karena kita lengah dan tidak peduli
> dengan bahaya yang mengancam umat ? Naudzubillah min dzalika
>
> Kepada Umat Kristen, kami bertanya : Mengapa kalian selalu berupaya
menekan
> dan merusak umat islam. Apa salah kami ?
> Bila kita menginginkan perdamaian, berhentilah menekan dan merusak umat
> islam sebelum kami kehilangan kesabaran. Ingat, kesabaran ada batasnya!
> Kebatilan pasti hancur dan terhina pada akhirnya.
>
> P Kurniawan
> Alamat ada pada Redaksi
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com