Jika anda mengamati dengan seksama politik
di Indonesia dewasa ini anda pasti akan tertawa
terbahak-bahak.

Karena politik kita dewasa ini melupakan hal-hal
yang lebih substansial. Penekanan selalu dititik
beratkan pada demagogi dan propaganda
layaknya iklan yang dilahap mentah-mentah
oleh media massa yang memang makanannya.

Sebagai contoh;

kubu biru mengatakan a harus ditangkap karena bla-2

kubu biru mengatakan jangan a juga dong yang di buka
kasus yang lainkan juga banyak buka juga dong;

saya mengingat; atau anda mungkin yang mempunyai
anak akan dapat mempelajari politik kita belakangan ini.
contoh:
ani menangis karena dikatakan hidungnya besar kaya bagong
oleh iwan karena ketahuan ani mencuri pensil dari kotak
pensilnya.
ani tidak kalah gertak/kata-kata sambil menagis ia menuding
balik hidung jimmy yang kaya petruk dan menyatakan si udin
juga sering mengabil pulpen dari kotak ani. Jika anda menjadi
bapaknya ani apa yang akan anda lakukan? menghukum ani,
atau mencari udin terlebih dahulu?

nah jika anda mengamati politik kita seperti itulah kira-kira
jadi meniadakan rasio dan wajar beberapa kalangan
mengatakan politik kita masih muda dan jangan sampai
mati muda (kanak-kanak) saja.

Nah politik semacam inilah yang disuguhkan badut-badut kita
para elit politik.

Saya sendiri kurang mengerti apa sebabnya; apakah budaya
bangsa kita (pendidikan) yang lebih memilih produk-produk
instan dari negara maju, sehingga tak bisa menerima kekalahan "politik" dan
menggunakan strategi yang lebih realistis dapat diterima
oleh rakyat. Saya pikir jika ingin jadi oposisi, jadilah oposisi yang
baik. Jika mau aliansi, aliansi yang baik sesuai aturannya, jika PKB dan
PDIP beraliansi selesaikan program aliansi tersebut sampai lima tahun
kedepan, selebihnya biarkan menjadi oposisi yang baik. Hal inilah yang di
cari akarnya bagi para budayawan kita
kedepan.

Saya mengharapkan dikemudian hari pendidikan hukum yang harus
diberikan oleh rakyat hendaknya lebih detail.
misalnya Tommy telah merugikan negara milyaran rupiah
menyusul kasus a, b dan c dengan data kejahatan yang bla-bla
merugikan negara bla-bla.

kasus BLBI akan dituntaskan dengan target bla-bla,

kasus bulog bla-bla..

kasus Texmako bla-bla, karena rakyat sudah bukan orang yang
bodoh dan buta baca/tulis lagi mereka turut memperhatikan tindakan
eliti-elit yang ada di lembaga tinggi negara dari media massa.

Kasus priuk/Kudatuli/aceh dll target bla..bla jika tak sangup ya
harus berani turun.

Nah untuk hilangnya Tommy siapa yang berani bertanggung jawab
mengantikan kepala Tommy? Apa para jaksa atau pengacara?
Tapi saya salut terhadap akbar tanjung, dia sadar akan posisinya
terjepit dan meminta agar tommy untuk menyerahkan diri. Ini baru
politisi hebat, wajar sudah pengalaman hampir 32 tahun berkuasa,
sih. Dan sebagai sebuah partai yang sadar sebagai partai yang berbasiskan
ekonomi mungkin kapitalis wajar saja beliau sadar benar  bagi negara yang
lebih dulu menjalankan faham ini, tak akan lepas dari jerat hukum.

Akhir dari pentas/sandiwara reformasi ini harus diakhiri dengan
tontonan yang menarik (semenarik awal reformasi yang
dimulai di DPR yang mengangkat Gusdur jadi presiden dahulu).
Sandiwara dimana orang-orang besar seperti keluarga cendana,
para konglomerat, juga bisa dimasukan sel tak hanya orang kecil
saja, tak hanya sandiwa kejituan aparat polisi menyisir penyelundupan,
pembajakan hak cipta, dan masalah narkotika
hingga maling ayam saja, walaupun mungkin untuk yang terakhir
bukanlah sandiwara polisi.

Dalam hal Tommy misalnya 200 juta rakyat dibelakang polisi,
karena beliau sudah menginjak-injak hukum.
Dalam hal ini bukan lagi masalah benar atau salah. Tetapi ia telah
menginjak aturan main yang sah dan legal. Untuk masalah
benar atau salah itu ada aturannya sendiri. mau PK, mau kasasi
tetapi aturannya dijalankan. Jika lari dari aturan tadi otomatis
seharusnya mematikan aturan main setelahnya, menandakan
orang tersebut bersalah dan resikonya akan lebih buruk.
Saya tidak mengerti apa yang dikatakan para pengacara Tommy.

Kalaupun polisi harus memuntahkan peluru dari pelatuknya
kekepala tommy mayoritas rakyat miskin akan mengamini
dan mengucapkan sujud shukur dihadapannya. Karena hanya
rakyat yang melawan aparat sajalah yang selama ini menerima
timah panas dari polisi. Jangan sampai rakyat yang harus
mengadilinya seperti himbauan jaksa agar masyarakat juga
terlibat dalam pencarian Tommy.

Teriring salam buat bung ac dan abdul.

M. Mashuri Alif



>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke