Teman-teman dalam melihat pers yang sudah secara mendalam terkontaminasi
oleh pasar (kalau ngak, ngak bisa wartawannya hidup dong) hal ini bukan
hanya pers independen, baik yang oposisi maupun partisan otomatis
berhubungan dengan pasar. Saya hanya mau mengingatkan kepada publik untuk
belajar dalam bersikap terhadap pers. Sebenarnya hal ini sangat baik dikupas
oleh para sarjana kehumasan.
masalah Desiratnasari.
Dalam masalah ini ada tiga kemungkinan.
1. Popularitas
2. Melemparkan isu/ mencari pembenaran
3. Kebenaran itu sendiri, yang diolah dari dua
data diatas.
Pada awal-awalnya media pasti akan bergerak terlebih dahulu pada poin 1,
karena memang menjual (apalagi objeknya milik publik) dan sensasional. Dari
poin satu otomatis Desi lebih diuntungkan. Oleh karena itu perlu diberikan
sedikit sensasi (untuk kasus Desi kelewat besar, karena ada faktor
lain/akibat faktor historis mis; hubungan Desi Abdulatif) maka poin dua
dimana pihak suami terlihat yang bukan milik publik lebih teraniaya.
Maka pembenaran sendiri akibatnya tidak ada untuk poin tiga, karena walaupun
hakim memenangkan perceraian tersebut tetapi akibatnya hal tersebut menjadi
relatif dan dikembalikan kepada para pembacanya.
Dari kesimpulan diatas; siapa yang diuntungkan?
1. Tetap Desi, namanya lebih dikenal, menurunkan pamor para artis lama dan
baru yang seakan-akan tertutup dalam isu Desy tersebut. (hebat PRnya)
2. pihak suami ya sudah tengelam saja.
Tetapi data terakhir membuktikan terbalik;
Desy yang habis bercerai tersebut berhubungan
baik dengan Gitaris GIGI. Nah apakah politik kita seperti ini, Terlepas
negatif atau positifnya pers. Jika kita mau merunut dan membaca seluruh
media kita akan mengerti pada akhir-akhirnya walaupun bukan diawal ketika
isu itu diledakan atau menjadi Head Line.
Dalam memahami pers akhirnya orang beranggapan benci-benci rindu, dibenci
tetapi dibutuhkan juga. Kalau dibenci orang itu ngak populer (atau
menjauhkan pers) kalau didekati kitanya sendiri belum demokratis melihat
perbedaan.Ha..Ha..Ha...
MMA.
>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!