Sabtu, 11 November 2000, 13:02 WIB
Amien Rais Besedia Menjadi Wakil Presiden Apabila
Megawati Jadi Presiden
Tapanuli, Sabtu
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais
menyatakan
kesediaannya menjadi Wakil Presiden mendampingi
Megawati
Soekarnoputri sebagai Presiden demi menyelamatkan
bangsa.
Hal ini dinyatakan Amien Rais, apabila memang
Abdurrahman Wahid
mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden dan
jika
perkembangan situasi obyektif menghendaki demikian.
"Andaikata perkembangan situasi obyektif saya diminta
sebagai
Wakil Presiden dan orang menganggap duet Mega-Amien
dapat
menyelamatkan bangsa dan kalau memang tidak ada
pilihan lain, saya
cenderung mengatakan mengapa tidak," ujarnya di
Mandailing Natal,
Tapanuli, Sumatera Utara, Sabtu (11/11) dalam
rangkaian Tour
Penghidupan Bangsa Misi Muhibah.
Pernyataan ini dikeluarkannya menanggapi pertanyaan
wartawan tentang
kemungkinan munculnya duet Megawati-Amien Rais
sebagai pemimpin nasional jika Presiden Abdurrahman
Wahid benar-benar
mengundurkan diri atau dimundurkan melalui Sidang
Istimewa MPR.
Menurut Amien, meskipun dirinya akan mengingkari
kata-katanya
sendiri saat menjelang Pemilu 1999 bahwa dirinya ingin
menjadi
Presiden dan bukan orang kedua, tetapi karena kondisi
dan situasinya telah
berubah, maka hal itu tidak menjadi halangan.
"Dan saya kira pertanyaan anda wartawan, cukup tulus,
tidak
menjebak dan memancing," ujarnya. Jika memang ada
kekuatan mayoritas
di DPR/MPR serta kekuatan diluar yang menghendaki duet
Mega-Amien "to
save the nation" dirinya merasa perlu mempertimbangkan
hal tersebut
dengan sungguh-sungguh.
Namun demikian, Amien Rais sendiri sebenarnya
menginginkan duet
pemerintahan Megawati-Akbar Tandjung. Hal ini
mengingat keduanya
adalah tokoh dari dua partai pemenang Pemilu yang
lalu.
"Katakanlah Mega mewakili Jawa dan Akbar mewakili luar
Jawa.
Lalu Mega adalah pemimpin yang mempunyai kharisma
tetapi kurang
dalam hal manajerial. Disinilah mungkin pengalaman Pak
Akbar sebagai
Ketua Umum Partai Golkar dan Menteri bisa menutup
kelemahan Mega.
Duet ini kenapa tidak dicoba," ujarnya.
Tapi ternyata sarannya itu kurang mendapat sambutan.
Selain itu dirinya
juga terkejut karena Akbar Tandjung juga tidak
berminat menjadi Wakil
Presiden.
"Padahal ini adalah solusi terbagus dan saya sendiri
akan mengawal MPR
sampai 2004 dengan pengawalan yang bagus," kata Guru
Besar Ilmu Politik UGM Yogyakarta itu menambahkan.
"Saya sesungguhnya sudah mengeksplorasi berbagai
kemungkinan dan
saya tetap yakin duet Mega-Akbar sudah bagus. Trauma
Golkar juga
sudah mulai hilang. Tetapi yang penting gongnya adalah
hanya Allah yang
tahu," katanya.
Sedangkan mengenai kemungkinan Amien naik sebagai
Presiden
menggantikan posisi Presiden Wahidr, Amien Rais
kembali mengatakan
bahwa dirinya tidak melihat pintu dan celah sedikit
pun kearah itu.
Amien sendiri meyakini dirinya akan tetap memegang
konstitusi UUD'45.
Kalau akhirnya Abdurrahman Wahid mundur yang
dianggapnya tepat
menggantikan sebagai Presiden adalah Wapres yaitu
Megawati
Soekarnoputri. Kemudian MPR tinggal memilih Wapres
pengganti sampai
tahun 2004.
"Saya baru berani mencalonkan diri sebagai presiden
kalau pada
tahun 2004, lewat Pemilu yang bebas, partai saya (PAN)
mendapat suara
diatas 18 persen," ujarnya yakin. (Ant/Dul)
>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!