Artinya,
Logikanya sederehana kan untuk mengetahui mengapa GD didesak untuk mundur. 

AM Fatwa mengatakan agar GD denga legowo (ikhlas dan tanpa beban) menfundurkan diri 
atau menyatakan berhenti. Maka sesuai dengan UU MW akan naik dan he... he... jabatan 
Wapres akan menjadi rebutan dan sumber intrik yang menjadi makanan empuk media masa 
yang akibatnya pada instabilitas dan dolar naik lagi. Ujungnya sih jelas yang melarat 
yang akan menjadi korban.

Apa mau begini terus...... ? 

Mungkin Indonesia perlu meluncurkan motto: "Euphoria tiada henti ...!"


��

----- Original Message ----- 
From: Daniel H.T. <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, November 11, 2000 11:55 PM
Subject: [Kuli Tinta] Fw: Amien Rais Bersedia Menjadi Wakil Presiden



Sabtu, 11 November 2000, 13:02 WIB

                      Amien Rais Besedia Menjadi Wakil Presiden Apabila
                      Megawati Jadi Presiden

                      Tapanuli, Sabtu

                      Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Amien Rais
menyatakan
                      kesediaannya menjadi Wakil Presiden mendampingi
Megawati
                      Soekarnoputri sebagai Presiden demi menyelamatkan
bangsa.

                      Hal ini dinyatakan Amien Rais, apabila memang
Abdurrahman Wahid
                      mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden dan
jika
                      perkembangan situasi obyektif menghendaki demikian.

                      "Andaikata perkembangan situasi obyektif saya diminta
sebagai
                      Wakil Presiden dan orang menganggap duet Mega-Amien
dapat
                      menyelamatkan bangsa dan kalau memang tidak ada
pilihan lain, saya
                      cenderung mengatakan mengapa tidak," ujarnya di
Mandailing Natal,
                      Tapanuli, Sumatera Utara, Sabtu (11/11) dalam
rangkaian Tour
                      Penghidupan Bangsa Misi Muhibah.

                      Pernyataan ini dikeluarkannya menanggapi pertanyaan
wartawan tentang
                      kemungkinan munculnya duet Megawati-Amien Rais
                      sebagai pemimpin nasional jika Presiden Abdurrahman
Wahid benar-benar
                      mengundurkan diri atau dimundurkan melalui Sidang
Istimewa MPR.

                      Menurut Amien, meskipun dirinya akan mengingkari
kata-katanya
                      sendiri saat menjelang Pemilu 1999 bahwa dirinya ingin
menjadi
                      Presiden dan bukan orang kedua, tetapi karena kondisi
dan situasinya telah
                      berubah, maka hal itu tidak menjadi halangan.

                      "Dan saya kira pertanyaan anda wartawan, cukup tulus,
tidak
                      menjebak dan memancing," ujarnya. Jika memang ada
kekuatan mayoritas
                      di DPR/MPR serta kekuatan diluar yang menghendaki duet
Mega-Amien "to
                      save the nation" dirinya merasa perlu mempertimbangkan
hal tersebut
                      dengan sungguh-sungguh.

                      Namun demikian, Amien Rais sendiri sebenarnya
menginginkan duet
                      pemerintahan Megawati-Akbar Tandjung. Hal ini
mengingat keduanya
                      adalah tokoh dari dua partai pemenang Pemilu yang
lalu.

                      "Katakanlah Mega mewakili Jawa dan Akbar mewakili luar
Jawa.
                      Lalu Mega adalah pemimpin yang mempunyai kharisma
tetapi kurang
                      dalam hal manajerial. Disinilah mungkin pengalaman Pak
Akbar sebagai
                      Ketua Umum Partai Golkar dan Menteri bisa menutup
kelemahan Mega.
                      Duet ini kenapa tidak dicoba," ujarnya.

                      Tapi ternyata sarannya itu kurang mendapat sambutan.
Selain itu dirinya
                      juga terkejut karena Akbar Tandjung juga tidak
berminat menjadi Wakil
                      Presiden.

                      "Padahal ini adalah solusi terbagus dan saya sendiri
akan mengawal MPR
                      sampai 2004 dengan pengawalan yang bagus," kata Guru
                      Besar Ilmu Politik UGM Yogyakarta itu menambahkan.

                      "Saya sesungguhnya sudah mengeksplorasi berbagai
kemungkinan dan
                      saya tetap yakin duet Mega-Akbar sudah bagus. Trauma
Golkar juga
                      sudah mulai hilang. Tetapi yang penting gongnya adalah
hanya Allah yang
                      tahu," katanya.

                      Sedangkan mengenai kemungkinan Amien naik sebagai
Presiden
                      menggantikan posisi Presiden Wahidr, Amien Rais
kembali mengatakan
                      bahwa dirinya tidak melihat pintu dan celah sedikit
pun kearah itu.

                      Amien sendiri meyakini dirinya akan tetap memegang
konstitusi UUD'45.
                      Kalau akhirnya Abdurrahman Wahid mundur yang
dianggapnya tepat
                      menggantikan sebagai Presiden adalah Wapres yaitu
Megawati
                      Soekarnoputri. Kemudian MPR tinggal memilih Wapres
pengganti sampai
                      tahun 2004.

                      "Saya baru berani mencalonkan diri sebagai presiden
kalau pada
                      tahun 2004, lewat Pemilu yang bebas, partai saya (PAN)
mendapat suara
                      diatas 18 persen," ujarnya yakin. (Ant/Dul)

















>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!














>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke