Posting Bung Daniel mengenai kesediaan AR menjadi Wapres sungguh-sungguh telah
menjatuhkan harkat dan martabatnya didepan orang yang memeperhatikan media dan
mengamati perkembangan politik di tanah air, dan mungkin pula sebagian mereka yang
selama ini mendukungnya.
Betapa tidak? Ide AR untuk menaikkan GD adalah cara untuk mengganjal MW ke kursi
Presiden. (AR mendapat dukungan dari MUI mengenai masalah gender). Fakta menunjukkan
bahwa de jure fraksi PKB yang mengusulkan GD sebagai calon Presiden sedang AR
berhenti sampai sebatas ide dimana pelolosan pidato pertanggung jawaban pidato Hbb
adalah sebuah misi.[dari Apa Kabar mengenai oeran Porteng dalam pencalonan GD]. Maka
bisa dimengerti mengapa selisih yang menerima atau menolak demikian tipis bahkan ada
anggota yang berteriak emosional "pengkhianat" dan malam itu AR beserta rombongan
sowan ke Hbb mendahului AT [Kuli Tinta, Yap], dan paginya Yusril di Senayan dengan
emosional dan mata berkaca-kaca mengatakan bahwa ini adalah ukuwah buat NU. Bahkan
Porteng sudah siap dengan sebuah nama tokoh terkenal (saya berspekulasi nama itu
adalah yang disebut Fachry Ali dalam sebuah wawancara yaitu NM).
Kalau informasi diatas dikaitkan dengan kesepakatan Poso II dimana disepakati posisi
strategis termasuk posisi GD sebagai ketua MPR maka semakin jelas kiranya bagaimana
sebenarnya kebingungan AR. Kini perkataanya yang menjawab pertanyaan menjebak
wartawan (pikiran saya) bahwa dia siap untuk menjadi wapres semakin menjelaskan
posisi kebingungannya. Sayang sekali, media masa seperti saat ini memang memungkinkan
orang bahkan tokoh terkenal untuk menelanjangi dirinya sendiri.
Saya sungguh merasa kasihan karena hal itu justru akan semakin menghambat ambisinya
untuk menjadi Presiden. Kecuali, kalau dia telah berpikir tidak menjadi Presiden
Wapres pun tak apalah....
��
>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!