Selamat berjuang LJ sampai kebenaran dan keadilan ditegakkan di
Maluku.
------------------
apakah fowed-an berikut bisa mengimbangi ?
mBin
------
**************************************************************
Statement Dari Panglima Laskar Jihad Ahlus Sunnah wal Jama'ah,
Ustadz Ja'far Umar Tholib:
"Kami Juga Bisa Membuat Natal Berdarah"
Selepas shalat shubuh, Rabu lalu di Cempaka Putih, Jakarta, Panglima
Laskar Jihad, Ustadz Ja'far Umar Thalib menerima Jurnal Islam untuk
diwawancarai. Selama berlangsung wawancara itu banyak hal yang
didiskusikan.
Mulai soal politik nasional hingga konflik berdarah di Maluku. Kepada
Al-Mawardi dan Kasta El-Azmi dari Jurnal Islam, tokoh Islam yang
pernah turut bertempur di Afganistan, Bosnia, dan Filipina, ini
bicara panjang lebar mengenai kasus Ambon, dan beberapa aktual
lainnya yang menimpa bangsa ini. Petikannya di bawah ini.
Sebenarnya, sampai sejauh mana perkembang di Maluku sekarang?
Perkembangan Ambon dan sekitarnya sampai saat ini masih berkelanjutan
dari bulan-bulan sebelumnya. Alhamdulillah, kami berhasil melakukan
serangan balik terhadap pihak Kristen.
Karena selama ini, umat Islam menjadi bulan-bulanan para sniper
(penembak gelap) di berbagai tempat dalam rangka mengosongkan Maluku
dari umat Islam. Tapi sejak 29 April 2000, awal kedatangan Laskar
Jihad keadaan menjadi berbalik. Namun, yang membahayakan, mereka
mengadakan pembusukan dari dalam oleh intel.
Mereka menggunakan atribut Islam. Berjenggot, memakai peci putih,
berbaju gamis, mengadu-domba, dan berhasil. Di beberapa tempat,
terjadi pertempuran sesama umat Islam, seperti di Seram Barat,
Kelurahan Latu, Wailei dengan Kampung Latu, sehingga jatuh korban
satu orang tewas, beberapa luka-luka, dan banyak rumah dan bangunan
yang hangus dibakar.
Menyusul di Ambon, akhir Oktober, antara komunitas Islam di Hatuhala
(Pulau Haruka), diadu dengan umat Islam pendatang yang berasal dari
Bugis, Buton, dan Makassar (BBM), pertempuran di kota berlangsung
selama 12 jam. Mulai pukul 23.00-11.00 WIT, yang menyebabkan sembilan
orang tewas. Kemudian terjadi di jazirah Lehitu diadu dengan dua
kampung Islam lain, Aseilulu dan Negeri Lima, menyebabkan jatuh
korban satu luka.
Apakah pembusukan (penghancuran) dari dalam dilakukan oleh intel non-
Muslim?
Dilakukan oleh aparat Muslim dan non-Muslim, karena memang demikian
komando dariatas.
Bagaimana dengan sweeping senjata yang dilakukan aparat?
Sweeping senjata biasa dilakukan oleh gabungan TNI/Polri sejak kami
datang sampai sekarang. Tapi, kami merasa, bahwa sweeping cenderung
upaya melucuti senjata umat Islam.
Bayangkan, Kampung Sirisori Islam bersebelahan dengan Kampung
Sirisori Kristen. Kampung Sirisori Islam dikepung oleh Sirisori
Kristen dari Kanan, sebelah kiri Kampung Ulat. Dalam keadaan
terkepung dan terjepit, tapi, kok, aparat teganya malah melakukan
sweeping senjata.
Sementara aparat tidak melakukan sweeping di kantong-kantong Kristen.
Kalau mereka mampu melakukannya, kita akan berhenti perang,
meletakkan senjata, dan minum kopi bersama
seakan di rumah sendiri. Tapi, kurang ajarnya, mereka (aparat
keamanan) tidak mampu melindungi umat Islam. Ketika umat Islam
melindungi diri dengan mempersenjatai diri justru disweeping. Ini
kenyataan yang sangat pahit
Apakah ada diskriminasi dalam sweeping?
Sangat mencolok! Salah satu bukti sampai hari ini aparat tidak berani
melakukan sweeping di pusat mobilisasi massa Kristen di Kelurahan
Paso. Karena kuatnya massa Kristen, jangankan sweeping, Pangdam
Pattimura Brigjen 1 Made Putu Yasa, tidak berani lewat. Yang jelas di
Ambon ada 800 desertir Kristen yang lengkap dengan senjatanya tidak
mampu diutik-utik oleh aparat. Kenyataan ini sangat memilukan,
sehingga umat Islam tidak punya pilihan kecuali perang sampai titik
darah terakhir.
Apakah ada konspirasi pihak asing yang mencoba mem-back-up pihak
Kristen?
Sejarah membuktikan, bahwa pada pasca Proklamasi Kemerdekaan, Sekutu
tidak mampu melawan rakyat. Mereka terusir dengan hina. Saya punya
data lapangan, bahwa mereka hanya sampai menggertak, tidak ada tindak
lanjutnya. Dewan Keamanan-PBB (DK PBB), tidak berani masuk ke Ambon
selama masih ada umat Islam yang mereka istilahkan Islam Militan,
Mujahidin.
Beberapa pers asing yang datang ke saya bermaksud meneliti dan
menulis artikel seperti dari Australia, Times, AFP, AP, Newsweek, dan
The Washington Post, serta BBC London ingin membuat film dokumenter
tentang Panglima Laskar Jihad. Alasan mereka, untuk meredam keresahan
masyarakat Australia dengan adanya Laskar Jihad. Sebab, Australia
memiliki kepentingan di Indonesia, yaitu bisnis konglomerat dan
pariwisata.
Data lapangan ini menunjukkan keresahan masyarakat Barat dengan
keberadaan Laskar Jihad, sehingga beralasan tuntutan pihak gereja
agar Laskar Jihad keluar dari Maluku.
Tujuannya agar pihak gereja dan pihak asing merasa aman datang ke
Maluku.
Bahkan Pendeta
Semi Titaley dalam perundingan di Jakarta antara 13 tokoh Kristen dan
13 tokoh Islam di hadapan presiden mereka menuntut tiga persyaratan
utama. Usir Laskar Jihad dari Maluku, Tarik TNI dari Maluku, dan
diizinkan masuk tentara DK-PBB. Ini menunjukkan mereka
menginginkan kedatangan pasukan asing.
Kalaupun mereka masuk, kita akan melawan dengan perang rakyat
sebagaimana orang-orang tua kita melawan penjajah. Kita yakin, akan
mampu mengusir dan menghinakan mereka, meski akan banyak jatuh korban.
Bagaimana perluasan konflik selanjutnya?
Dalam Tabligh Akbar di Senayan 6 April 2000, kami memberikan
ultimatum keras, Kalau kami dihalangi berangkat ke Maluku, kami
mempunyai data tentang gerakan-gerakan komando mereka di Jakarta.
Kami tetap berangkat dan berjihad! Kami bertindak berdasarkan
kenyataan konkret. Kalau ada peranan CSIS, kami harus mengkonretkan
berita itu, kami akan mengambil sikap.
Kami justru mempunyai kesimpulan lebih jauh, bahwa sudah ada
negosiasi jual-beli Maluku yang dilakukan oleh Abudurrahman Wahid.
Dan, Abdurrahman Wahid menggunakan TNI sebagai alat kekuasaan bukan
alat negara untuk mengawal proses jual-beli. Sebagaimana BJ Habibie
menggunakan TNI/Polri mengawal jual-bell Timor-Timur.
Apa langkah-langkah Laskar Jihad dalam bulan Ramadhan dan Idul Fitri?
Ya, kami akan melakukan sweeping terhadap tempat-tempat maksiat,
narkoba, perjudian, minuman, dan prostitusi di Ambon. Agar umat Islam
menunaikan ibadah dengan tenang dan khusuk.
Kami akan memborong dagangan mereka (Nasarah), kalau mereka menjual.
Kami akan borong habis. Kami sudah memberikan ultimatum dalam tabligh
akbar. Kalau mereka telah menjadikan Idul Fiti Berdarah pada tanggal
19 janurai 1999, mengapa kami tidak bisa menjadikan Natal Berdarah
pada tanggal 25 Desember 2000 tahun ini. Mohon dipikirkan!
Apakah sudah waktunya diberlakukan syariat Islam di Maluku khususnya,
dan Indonesia pada umumnya?
Sudah waktunya! Kami bertekad Ramadhan tahun ini mulai dari sweeping
tempat maksiat.
Provinsi Maluku Utara berbagai aktivitas yang mengarah syariat Islam
terutama di daerah yang sepenuhnya Islam di Ternate Tidore, Bacang,
dan sebagainya.
Pada Ramadhan ini, berdasarkan kesepakatan umat Islam, menghentikan
pertikaian pada akhir Oktober lalu ditandatangani dari berbagai
pimpinan umat Islam dan mengetahui Ketua MUI Maluku, mereka sepakat
untuk memberantas kegiatan maksiat. Dasar kami sudah ada untuk
melaksanakan syariat Islam, Insya Allah ....
Mengapa umat Islam memilih berjihad, dan mengangkat senjata?
Ini adalah akibat sikap nafsu perang yang membara dari pihak Kristen.
Yang sama sekali tidak menampakkan itikad baik. Sebagai contoh, dalam
peristiwa dialog belum apa-apa sudah mengajukan tiga syarat. Sehingga
pertemuan bubar! Sesungguhnya yang bernafsu perang adalah Kristen
yang ingin melanggengkan konflik.
Karena kehebatan mereka menggiring opini publik, yang muncul justru
sebaliknya. Satu-satunya memecahkan problem ini, dengan mematahkan
segala potensi mereka.
Opini dibentuk lewat media massa, semisal harian Suara Maluku, RRI,
dan TVRI, yang selalu menyebut Laskar Jihad sebagai perusuh dan pihak
Nasarah disebut rakyat.
Karena berita dan informasi yang disampaikan selalu tidak seimbang,
apa boleh buat dengan terpaksa kami memberi peringatan dengan mortir.
Akhirnya, mereka mau menyiarkan berita dan informasi sesuai fakta.
Bagaimana panglima mengatur penugasan Laskar Jihad di lapangan?
Dengan sistem roling. Agar tidak jenuh, biasanya per tiga bulan
jumlah kami tidak berubah, sekitar 3.000-an.
Bukankah missi ini membutuhkan dana besar. Bagaimana cara
menghimpunnya dan dari mana sumbernya?
Kami mendapatkannya dari berbagai sumber, dari para simpatisan. Dan
kami sampai sekarang bergerak sendiri. Tidak ada pelindung dan tidak
ada yang mau jadi pelindung dari pejabat. Dana datang dari umat
Islam. Ada juga dari dermawan dan hartawan.
Sebenarnya, mengapa harus takut bila ada yang mau menjadi pelindung.
Ada atau tidak ada kami tetap berjihad!
Sumber: Jurnal Islam, 19-25 Syaban 1421H/23 November 2000
..................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com