Maaf Bung Martin dan Kitaro?
Kalau saya sangat bersukur bisa melihat hidup saudara lain
iman yang dapat merayakan ibadah keagamaannya dengan
mewah, benar-benar dari hati saya yang paling dalam
saya bersukur.
Artinya satu hal penindasan ekonomi telah dilewati oleh
saudara kita ini. Artinya tidak perlu di pertentangkan.
Kecemburuan menurut saya adalah bagian dari keimanan
sendiri. Kita sakit hati melihat masih banyaknya saudara
kita yang miskin itu berkah. Tetapi mengapa berkah natal
yang disuguhkan dengan gemerlapnya atau kemewahan
malam natal seharusnya tidak dirasakan pada hari-hari besar
itu baru pertanyaan? Semua dari kita harus hidup mewah?
Saya sangat sedih malah jika melihat orang islam, mau
bermiskin-miskin ke mesjid tetapi bermewah-mewah di
luar mesjid. Akibatnya yang timbul adalah kemunafikan.
Hari besar membawa pesan diantara kemewahanmu
ada harta anak Yatim, Buruh/karyawan, Petani, nelayan
untuk juga dapat merayakan kemewahan yang dirasakan
walaupun hanya pada hari besar saja. Dan umat Nasrani
sudah melampauinya. Kita bersedih pada umat islam
kenapa selalau di hari kemenangan kita masih melihat
para fakir miskin masih bergentayangan di setiap
mesjid, apa saja kerja para pengelola mesjid selama ini?
MYP
----- Original Message -----
From: Fukuoka Kitaro <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; rembug nasional
<[EMAIL PROTECTED]>; Perspektif Mailing List
<[EMAIL PROTECTED]>; HKBP Mailing List <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 24 Desember 2000 21:44
Subject: Re: [Kuli Tinta] Natal Fatamorgana
> From: "H.P. Martin Y. Manurung" <[EMAIL PROTECTED]>
> Natal Fatamorgana
> Oleh: Martin Manurung
> ------
> �Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk
> menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah
> mengutus Aku
> untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang yang tawanan,
> dan
> penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang
> yang
> tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang�
> (Lukas
> 4:18-19, Yesaya 61:1-2)
> ------
> Walaupun Hari Natal jatuh tanggal 25 Desember 2000, tetapi saya
> telah
> mengikuti kebaktian Natal 13 kali sebelum tanggal itu. Ada Natal
> di
> pemerintahan, keluarga, kenalan, dan banyak lagi. Semuanya sama.
> Kebaktian,
> tertawa-tawa, ada makanan, dan..: pulang! Tidak ada oleh-oleh
> lain yang bisa
> terbawa, selain kue-kue yang tersisa.
> -----deleted------
> FKS:
> Tulisan Bung Martin ini telah membawa pikiran saya kembali
> merenung. Dan dalam renungan itu yang muncul adalah suatu
> kekejaman yang tak kentara. Kekejaman sosial. Berupa tak
> kepedulian kita yang (sebetulnya) memiliki status sosial
> ekonomi lebih, terhadap mereka yang berkutat di bawah.
>
> Ketak pedulian itu kini justru berhias dan berperisai keagamaan.
> Sayang tayangan-tayangan kerohanian ti TV hampir sebulan
> ini terlalu didominasi oleh para ahli-shahum, para ahli puasa.
> Tetapi itupun justru menambah kentaranya kekejaman sosial
> kita. Ya, kita semua.
>
> Tengoklah seluruh acara interaktif yang selalu dilengkapi dengan
> quis. Quis berhadiah ratusan ribu bahkan jutaan rupiah, dengan
> mutu pertanyaan-2 konyol. Kita tahu, untuk dapat ikutan
> quis itu perlu fasilitas "telepon" yang pada banyak bagian
> masyarakat kita menggenggam telepon pun belum tentu pernah.
> Bagaimana mereka tidak akan merasa iri, walaupun hanya
> sekedar kepingin ikutan berebut "rejeki". Bagi-bagi rejeki
> kata para pemandu acara.
>
> Belum lagi sponsor-sponsor acara yang mungkin jauh lebih
> kejam. Simaklah iklan automotif yang menyatakan produknya
> sangat cocok untuk MUDIK. Mudik dengan membayar
> DP tertentu, mendapat mobil baru dan... (sambunglah sendiri).
>
> Maka dalam ujung renungan itu menyembulah pesan sosialisme
> Ilahi yang terangkum dalam ayat-ayat kitab suci agama yang
> saya anut:
> 1. Tahukah engkau (akan) orang yang dusta atas agama?
> 2. Itulah orang-orang yang menelantarkan keyatiman
> 3. Dan tidak menganjurkan memberi makan kaum miskin
> 4. Maka celakalah orang yang shalat
> 5. (yang) lalai dalam shalatnya
> 6. Orang-orang yang riya
> 7. dan mereka enggan memberikan pertolongan
> (QS-107: Bantuan)
>
> salam,
>
> Fukuoka Kitaro
> ----------------------
> MOSOK NDHAK MAMPU?
>
>
> ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com