Natal Fatamorgana
Oleh: Martin Manurung
------
�Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk
menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang yang tawanan, dan
penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang
tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang� (Lukas
4:18-19, Yesaya 61:1-2)
------
Walaupun Hari Natal jatuh tanggal 25 Desember 2000, tetapi saya telah
mengikuti kebaktian Natal 13 kali sebelum tanggal itu. Ada Natal di
pemerintahan, keluarga, kenalan, dan banyak lagi. Semuanya sama. Kebaktian,
tertawa-tawa, ada makanan, dan..: pulang! Tidak ada oleh-oleh lain yang bisa
terbawa, selain kue-kue yang tersisa.
Natal semakin membosankan. Natal semakin kehilangan roh. Dan, Natal semakin
kehilangan makna dari kelahiran Kristus Yesus, Firman Allah yang menjadi
manusia itu. Perayaan-perayaan Natal sekarang ini, tak lebih dari upaya
manusia untuk mencari kepuasan bagi dirinya sendiri. Membuat seakan-akan
kita dalam �anugrah keselamatan� tanpa mencari makna dan mewujudkan
keselamatan itu sendiri. Natal yang kita rayakan adalah �Natal fatamorgana�,
yang hilang maknanya segera setelah kita keluar dari tempat perayaan Natal
itu.
�Natal fatamorgana� seperti itu telah membuat Kristus Yesus semakin jauh
dari substansi Natal. Apalagi, natal yang diselenggarakan dengan �super
mewah� dan dihadiri oleh pejabat-pejabat tinggi. Kehadiran pejabat tinggi
itu, seringkali jauh lebih penting daripada kelahiran Yesus, Sang-Empunya
Natal. Semua terjebak dalam kemunafikan. Semua dibungkus dalam kepalsuan.
Dan dilengkapi dengan dusta.
Begitu pula dalam perayaan Natal di Gereja, suatu institusi yang mendapat
julukan �Tubuh Kristus�. Pesan-pesan Natal tak lebih dari ritus yang
kehilangan makna. Apalagi bila disampaikan oleh �pendeta selebriti� yang
harus menyampaikan khotbah Natal 3 kali dalam sehari. Habis berkhotbah,
tanpa sempat menutup ibadah dan memberi berkat, �pendeta selebriti� ini
harus segera berangkat untuk khotbah selanjutnya ditempat lain. Begitu terus
terjadi, dengan pesan yang itu-itu juga. Akhirnya, tak lebih dari
kemunafikan, kepalsuan dan dusta.
Pesan Natal yang sesungguhnya adalah pesan pembebasan. Dalam �pidato
publik�-Nya yang pertama, Yesus telah memberikan alasan mengapa Ia harus
datang dan dilahirkan di dunia ini. Ia datang untuk suatu tugas: pembebasan
kepada yang miskin, yang tertawan, yang buta (bukan hanya buta secara
denotatif) dan yang tertindas sebagai wujud Rahmat Tuhan yang telah
diwujudkan melalui pribadi Sang Kristus.
Natal Fatamorgana tak mampu memberikan pesan itu secara utuh, sebab ia
direcoki dengan segala persoalan yang akhirnya membelenggu pesan natal itu
untuk bisa disampaikan. Karena itu, Natal Fatamorgana tak perlu dirayakan.
Rayakanlah Natal dengan mengambil sudut sepi ditepi kamar. Matikan lampu dan
biarkan ruangan kamar diterangi dengan satu lilin kecil. Dan renungkan
ucapan Yesus Kristus yang disebutkan pada awal tulisan ini. Sampai sejauh
manakah kita telah mencontoh teladanNya, pengorbananNya, cinta-kasihNya dan
pembebasanNya. Setelah kita sadar betapa selama ini kita telah dibius,
gerakkanlah diri kita untuk keluar dari kepalsuan. Dan, lakukanlah
pembebasan itu!
Akhirnya, ijinkan saya mengutip puisi berikut:
Dimanakah Kristus Sekarang?
Oleh: Dr. Andar Ismail
Kristus ada ditengah-tengah orang yang hina
Ia duduk bersama-sama narapidana
Ia berdiri di depan pintu orang-orang yang meminta roti
Kristus berbaring diantara orang-orang sakit
Ia berdiri di barisan penganggur yang antri di depan kantor penyalur tenaga
kerja
Sebab itu, siapa yang mau bertemu Kristus,
Hendaklah ia mengunjungi sel penjara sebelum ia pergi ke gereja
Sebelum orang berdoa,
Hendaklah ia mengunjungi bangsal rumah sakit
Sebelum orang membaca Alkitab,
Hendaklah ia memberi makan orang yang lapar.
Jika ia sibuk membaca Alkitab,
tetapi tidak menolong yang kecil, lemah dan tersingkir,
Ia tidak menemukan Kristus
Kristus bisa ditemui diantara kuli-kuli
Kristus ada diantara orang-orang yang diliciki,
Kristus ada diantara orang yang tua renta,
Kristus ada diantara orang yang dilupakan,
Kristus adalah orang yang bisa kita bantu.
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com