Tuan Kitaro,
kalau dikampung saya ada pepatah "pitik ngendhog petog!" (ayam bertelor berkotek), 
jadi biar nggak ada yang nggusah (ngusir) ayam yang habis bertelor pasti akan 
petog-petog (teriak-teriak).
Melihat petog-petognya kang Ngakbar dan mbah Wasir ini jangan-jangan dia sebenarnya 
malah tahu ayam mana yang bertelor.
Lagipula, mana mungkin sih nunjuk hidung mantan temen seperjuangannya sendiri?

Wassalam, 

------Original Message------
From: "Fukuoka Kitaro" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Sent: December 28, 2000 3:30:14 PM GMT
Subject: Re: [Kuli Tinta] Logika Bawazier dan penepisan Akbar


Basiyo Kelangan Ayam
--------------------

Hehehe... membaca tulisan mas AC ini kok
saya jadi ingat dagelan mataram Basiyo alm.

dengan gayanya yang khas cengengesan dan
plendas-plendus, Basiyo berkata:
"Kujur tenan aku. Pitik mung siji kok ilang?"
(Sial bener saya. Ayam cuma satu aja kok hilang?"
pasangan mainnya si Ngabdul langsung nyahut:
"Pak Bas... sanes kula lhe sing nyolong!"
(Pak Bas.. bukan saya lho yang nyolong!)
Basiyo: "Sing ngarani kowe nyolong ki yo sopo?
             wong aku durung nuduh kok wis selak!"
(Yang bilang kamu nyolong itu siapa? Orang aku
belum menuduh kok kamu sudah menyangkal?")

dasar.... kethoprak humor....

       Fukuoka Kitaro
----------------------
MOSOK NDHAK MAMPU?

----- Original Message -----
From: "ac" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, December 28, 2000 8:38 PM
Subject: [Kuli Tinta] Logika Bawazier dan penepisan Akbar


Dari detik.com, Fuad Bawazier mengatakan bahwa pemerintahan GD
telah gagal menciptakan rasa aman untuk rakyat.

Sebelumnya, Ketua DPR Akbar Tanjung mengatakan bahwa jangan
menuduh Orba dibelakang peledakan bom di malam natal kalau tidak
mempunyai argumentasi mendasar.

Pernyataan dua orang tokoh yang dulu cukup dekat dengan pusat
kekuasaan masa lalu itu menarik untuk dikaji. Pernyataan Fuad
jelas menyiratkan bahwa ada kekuatan yang melebih kemampuan
aparat keamanan dibawah pemerintahan GD sehingga pemerintahan GD
tidak bisa mengantisipasinya atau menangkalnya.

Sedang Akbar Tanjung menepis tuduhan bahwa Orba terlibat tanpa
argumentasi mendasar. Secara implisit Akbar tidak ingin
terbentuknya opini Orba terlibat tanpa pembuktian terlebih
dahulu bila argumentasi mendasar itu dimaksudkan sebagai bisa
diperttanggungjawabkan atau bisa dibuktikan.

Sayang sekali, bangsa ini sudah terlanjur kenyang melihat teater
perngadilan dimana mereka yang diduga terlibat bebas. Artinya,
tidak cukup bukti bahwa mereka yang diduga terlibat itu
bersalah. Dus, sebenarnya tidak ada argumentasi mendasar yang
bisa digunakan untuk menunjuk seseorang terlibat. Kasus Udin di
Yogya dimana ada yang terbunuh namun pelakunya tidak ada padahal
skenario pembelokan perkara melalui Iwik sudah terbukti di
pengadilan dimana Iwik bebas, artinya pembuat skenario
pembelokan itu logis pasti memiliki kaitan atau informasi. Namun
kenapa tidak kunjung tergelar?  Kasus Bank Bali yang baru saja
digelar  dimana semua terdakwa bebas. Lalu 540 milar itu lari
kemana? Lalu kesaksian bambang Subianto dan Glen Jusuf itu
merupakan argumentasi mendasar atau hanya asal cuap?

Jadi, apa yang dikatakan oleh Fuad Bawazier memang sudah diakui
oleh GD jauh sebelum peristiwa pemboman itu GD mengatakan bahwa
ada kekuatan yang  besar dengan dukungan dana yang besar hendak
membuat negeri ini tidak aman. Artinya, ucapan Fuad dibenarkan
oleh GD. Masalahnya siapa kekuatan besar itu, dari mana dana
besar itu diperoleh, dan untuk tujuan apa pengeboman itu
dilakukan? Nah, ketika semua orang berusaha untuk menahan diri
dan mengutuk perbuatan itu, kenapa Akbar membela diri dan Fuad
menyalahkan ketidakmampuan pemerintahan GD? Apakah karena Akbar
merasa perlu membela diri dan Bawazier merasa perlu mengambil
posisi di saat yang tepat?

Akbar boleh saja menepis dan Fuad boleh saja berkomentar
mengenai ketidakmampuan pemerintah GD, namun fakta sejarah telah
menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara tekanan terhadap
kekuatan masa lalu dan kerusuhan yang terjadi.  Orang akan
dengan mudah membuat konotasi  pemboman itu dengan penangkapan
Tommy yang dijadwalkan akhir tahun ini tanpa argumentasi yang
mendasar. Adalah sangat manusiawi bila sikap bertahan individu
atau kelompok muncul ketika kemapanan,  kekuasaan, dan kekayaan
diambil dari diri mereka dan bahkan terancam untuk dibuka. Sikap
bertahan itu bisa positif dan bisa pula negatif. Apa yang
terjadi barusan adalah sikap bertahan yang negatif. Korbannya
nggak tanggung-tanggung adalah kelestarian bangsa dan negara
ini.

Tidak bisa dipungkiri, mesin uang Orba muncul karena KKN. Mereka
yang dulu berusia 25 tahunan dengan satu celana ketika mengawali
karirnya kini tentu saja telah berusia 57 tahun dengan kekayaan
yang luar biasa. Kredit macet luar biasa panjang daftarnya. Usia
disekitar itu kebawah hampir mendominasi penjabat dan pengusaha.
Dengan kata lain, mereka besar selama Orba. Apakah semua itu
diperoleh dengan cara yang wajar? Itulah masalahnya. Tubuh tidak
akan sakit dipegang kalau tidak luka, demikian pepatah
mengatakan.




.................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
http://www.indokado.com



















.................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com

-----------------------------------------------
FREE! The World's Best Email Address @email.com
Reserve your name now at http://www.email.com



................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com 















Kirim email ke