Allahu Akbar 3x Wa lillaahil hamd
Diakui atau tidak, kaum muslimin saat ini hidup di tengah-
tengah bangunan yang hampir runtuh, yang tidak mampu
lagi ditopang, meski sudah amat banyak penangga yang
menahan bangunan dari kehancurannya.
Saat ini, yang diperlukan kaum muslimin - khususnya di
negeri ini - adalah membangun bangunan yang SAMA
SEKALI BARU, di atas puing-puing bangunan lama yang
sudah tidak layak huni. Menggali pondasi yang kuat,
memancangkan tiang-tiang yang kokoh, serta menata
ruang-ruang tinggal yang nyaman. Semua itu hanya
diperoleh melalui ISLAM.
Tetapi amat disayangkan, sebagian besar kaum muslimin,
termasuk para ulama dan penguasanya saat ini, justru
tidak menginginkan kembali Islam ditengah-tengah kehidupan.
Mereka lebih suka dengan nilai-nilai sistem yang diadopsi
dari Barat. Bahkan mereka membanggakannya sebagai
indikator kemajuan dan tingginya derajat peradapan
manusia.
Bersamaan dengan itu musuh-musuh Islam terus menerus
melancarkan serangan-serangan yang berbahaya untuk
menghancurkan pola pikir dan perilaku kaum muslimin dan
generasi Islam dengan menyusupkan berbagai ide dan
pemikiran baru yang amat asing dan bertentangan dengan
akidah Islam. Dan dikemas dengan rapi sehingga mudah
diterima oleh sebagian besar kaum muslimin. Hanya sayang
kita tidak menyadari bahwa ide-ide tersebut adalah slogan-
slogan dalam bentuk demokratisasi, HAM, pluralisme, dan
politik asas bebas. Amerika Serikat dan negara-negara barat,
ingin menghancurkan Islam dengan cara mengajak kaum
muslimin untuk membuang aqidah Islamiyah, menggantinya
dengan aqidah sekuler dan kapitalis yang berbahaya, sebagai
alat yang digunakan oleh musuh-musuh Islam untuk menyerang
Islam dan kaum muslimin.
dst... dst....
===============================================
Ya itulah penggal khutbah Ied di kampung ku, sebuah
kompleks perumahan RSS dengan segala kesederhanaannya.
Kompleks perumahan yang warganya rata-rata hanya
mampu membayar Zakat sebatas zakat fitrah. Belum
sempat menghutung kekayaan untuk menunaikan
zakat maal.
Suatu masyarakat yang lebih bahagia menglaras Campur
Sari, baik dari Jawa, Sunda maupun Banyumas, ketimbang
berbicara Politik. Warga yang lebih bergembira bermain
bersama di lapangan badminton ketimbang merakit
dan membunyikan mercon. Warga masyarakat yang
mengutuk habis-habisan peledakan BOM pada malam
natal yang lalu, sementara di khutbah pada hari kembali
kepada kesucian diri, kesucian spiritual dengan semangat
saling memaafkan, mangandung ajakan permusuhan.
Aku selalu heran, mengapa Barat selalu dianggap musuh
Islam, sementara Barat menjadi begitu karena kekalahannya
di perang salib kemudian memboyong substansi intelektual
para ilmuwan Islam yang mengalahkannya secara politik
dan kekuasaan. Demokrasi? Tanpa peran ilmuwan muslim
abad awal Hijriah, niscaya faham pemerintahan yang
hingga sekarang dianggap "paling" adil ini sampai di
khasanah penguasa-2 Barat (kala itu).
Penggajian tentara, Bank sentral, dunia Akademik dan
perpustakaan, tak akan menyentuh barat bila mereka
waktu itu justru memenangi perang salib.
Tapi ya embuh ding... wong aku juga cuma belajar sejarah.
Fukuoka Kitaro
----------------------
MOSOK NDHAK MAMPU?
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
