"Nah yang sudah konfirmasi pasti mengundurkan
diri itu namanya Pak RR. Dia sudah ketemu saya,
ketemu wapres, ketemu Pak AT, lucunya belum
ketemu GD mungkin" kata AR menjawab perta-
nyaan wartawan usai berbuka puasa di Kantor
Pusat Pengkajian Strategi dan Kebijakan (PPSK)
Yogyakarta.
FK komentar:
Penggal di atas (ikutan Cak GN, ah) menarik
untuk dicermati. Pertama karena yang "ngomong"
adalah seorang lambang kedaulatan rakyat tertinggi
di negeri ini. Dengan adanya lembaga yang dipimpinnya,
membuat "kedaulatan pemerintah (presiden) menjadi
TIDAK TAK TERBATAS, demikian kata Pak Guru
SMP-ku dulu. Kedua menunjukkan betapa mutu
menteri RR. Sebagai menteri yang diangkat dan
bertanggung jawab kepada presiden, ternyata
memaparkan adanya "keanehan" sopan santun
"berkuasa" di negeri ini. Dan itu dibuka oleh
orang terhormat dalam hal kedaulatan rakyat,
AR. Mengapa seorang menteri perlu konfirmasi
kepada ketua MPR, wapres, ketua DPR untuk
menentukan sikap? Bahkan justru kepada pihak
yang mengangkatnya malah tidak menyatakannya,
alih-alih telah menebar berita kemana-mana?
Ketiga ketua MPR menunjukkan arogansi kekuasaan
dan kewenangannya, sehingga berani menjamin
masa depan karir caman (calon mantan) menteri
RR setelah pengunduran dirinya. Hebat!
Keempat, buka bersama dihiasi dengan acara-2
begitu betapa mengerikannya!
Kelima, sayang acara itu diselenggarakan oleh
suatu lembaga yang menyebut dirinya Pusat
Pengkajian Strategi dan KEBIJAKAN. Di mana
letak kebijakannya? Selain hanya memperuncing
strategi penjatuhan sebuah rezim yang dulu-2
nya dijagokan sendiri oleh AR?
--------------------------------------
"Kalau orang tidak punya visi, bagaimana mungkin
membuat visualisasi program yang nyata. Tentu tidak
bisa. Nah kalau tidak ada visualisasi, bagaimana bisa
memotivasi, memberikan direksi, inspirasi kepada
rakyat. Sudah tentu juga agak sulit" katanya (AR)
FK komentar:
Terus terang aku ini heran dengan lembaga tertinggi
Negara yang 700 orang "gundhul" itu lho. Kok kelihatannya
hanya ketuanya yang "ngablak" kemana-mana. Itupun
ketika kablakan kemana-mana selalu mengatasnamakan
sebagai pribadi atau paling tidak hanya sebagai ketua
suatu partai yang hanya 7% suaranya. Lha 699 otak,
tambah mulut, 1398 telinga, 1398 mata, itu pada
kemana? Lucunya lagi, di tempat-tempat kablakannya
itu, AR disambutnya karena dia adalah ketua MPR
hehehee....
Lupa rupanya bahwa misi dan visi pemerintah itu
juga mereka (terutama dia?) yang menyusunnya
dalam bentuk suatu GBHN. eeee malah Tap-2nya
yang menjadi lebih tinggi kedudukannya untuk di
laksanakan oleh pemerintah.
-----------------------------------------
Dikatakan juga bahwa kepercayaan international kepada
Indonesia juga sudah jatuh. AR memperoleh informasi
bahwa negara-2 Eropa betul-betul wait and see....
Bahkan orang-2 Singapura memberi sinyal siap-2
mengepak barang dan pergi meninggalkan Indonesia,
kalau kondisinya tetap seperti ini!
FK komentar lagi:
Mengingat bahwa AR sering meninggalkan atribut-nya
bila bertandang ke daerah-daerah, dan kebetulan
dia tahu bahwa kondisi hubungan international Ina
demikian jatuh, bersediakah dia juga menanggalkan
atribut ketua MPR-nya itu menjadi rakyat jelata
yang "seharusnya" ikut memperbaiki citra bangsa
dan negaranya? Hanya dia sendiri yang tahu.... hehehe.
Atau justru dengan keketua-empeerannya itu kemudian
AR merembugnya dengan jajaran wakil dan anggota
MPR-nya bagaimana? Apa tidak ada cara lain selain
mengobar-ngobarkan permasalahan ke berbagai pihak
yang berada di luar koridor kelembagaan negara seperti
PPSK itu?
sekali lagi hanya dia yang TAHU (dan beberapa sub-
ordinatnya tentu... mosok nggak tahu?)
sekian komentar dari pengamat ketua MPR.. hehehe
Fukuoka Kitaro
----------------------
MOSOK NDHAK MAMPU?
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
