Benar apa katamu lah, de?

Sebagai data saya hanya beri data-data agar kita semua
senang? Ha.. ha.. ha..

1. Bahwa peledakan BOM itu dilakukan oleh TNI, Ya
2. Bahwa peledakan ini didukung sekelompok Islam, Ya
3. walaupun begitu tidak dapat memprofokasi sekelompok Nasrani.
4. Bahwa ini didukung para pelaku pasar yang kalah
dan mau eksis lagi, untuk membangun sistim kapitalisme
murni, kapitalisme global, Ya.

Kesimpulannya adalah;
ketiga elemen inilah yang saling memanfaatkan; dan pristiwa
ini tak jauh beda dengan pristiwa 1965. Dan akhirnya Ade
yang pintar dan cerdas akhirnya,
nomor satu dan empat yang berkuasa.

Analisa politik;
Pedebatan politik yang tak etis seperti dimilis ini sebenarnya
adalah manifestasi dari perdebatan yang teramat besar antar
persaingan pasar, dari kubu orde baru dan orde reformasi.
Orde baru yang memakai iklim ekonomi bebas (non kemitraan)
melawan para pemikir ekonomi kemitraan dan koperasi/kerakyatan.
Persaingan pasar antara ekonomi besar yang proyeknya
sekarang ini banyak yang berhenti dengan persaingan ekonomi
menegah. Persaingan antara pelaku pasar yang sudah digiring
dan kartu merah, tapi tetap ngotot dengan para kaki tangan yang
sampai saat ini masih berlaga di lapangan.
(anda pasti tidak akan sadar oleh sebab itu maka kasus peledakan
BOM tersebut tidak sesederhana karena bermuatan politik yang
sangat tinggi) para demokrat di Indonesia mengerti siapa pelakunya
tetapi mereka lebih mementingkan menjadi selebritis ketimbang
kaum muda dan kaum kiri yang menginginkan cepat membongkar
kasus ini.

Selama watak oportunis yang mayoritas dalam sistem politik kita
selama itu pula kasus-kasus HAM tak akan pernah tuntas dimuka
bumi Indonesia ini? Belum apa-apa udah ngajak damai, dan
melupakan yang lalu?

Malah ada kemungkinan hal ini adalah skenario damai jika di sebuah
film adalah akhir dari sebuah lakon, karya Amerika yang jatuh
pada akhir yang happy and, dimana ISLAM dan Kristen duduk
bareng (seperti usaha dari beberapa forum) dan selesai semua
masalah. Dan terlihat kondisi inilah yang di indonesia akan
dikedepankan.

Saya buat sedikit kronologi? Saya mulai dari ambon sebelumnya
sudah banyak meletus kasus yang sama terutama kasus ACEH.

1. Umat islam habis dibantai di AMBON hampir selama 2 tahun ini,
akibat profokasi yang sangat cangih dari elit kita.
2. Profokasi dikembangkan dan didanai di jakarta dengan backing
yang kuat untuk memobilisasi massa Islam anti Kristen terutama
yang ditujukan di AMBON. (cari siapa pendananya)
3. Muncul kasus peledakan dimana-mana dan ada keinginan kasus
ini digiring kepada kaum radikal Islam, maka kasus peledakan
Bursa efek Jakarta, korban yang di fokuskan lewat media masa
adalah orang-orang aceh. Masalah ini, AJI mengeluarkan seruan intuk
berhati-hati dan tak terjebak dalam memberitakan kasus tersebut.
Menjadi tanda, tanya siapa pendananya; Orang kuat? siapa why,
tak ada yang membongkarnya? sampai beberapa ledakan susulan
Medan dan Jogja belum ada tindakan nyata, ini benar-benar menampar
seharusnya karena jarak peladakan yang satu dengan yang lain tidak
berjauhan dan polanya hampir mirip. Jika tidak ada backup yang sangat
di takuti POLRI tidak mungkin semua kasus ini tidak bisa terbongkar.
Hal mana sama dengan Kasus NArkotika, walaupun dalam hal ini
ada perbedaan sedikit. Jika Narkotika ia akan berhadapan dengan mafia. Hal
peledakan BOM ini akan dihadapi POLRI adalah yang lebih
dari mafia, siapa raja mafia itu?
4. Gus Dur memberikan hadian baru uang dan janji pemberlakuan
syariat Islam di ACEH. Tetapi tidak berhasil gusdur dikencingi di
Aceh. Dijakarta Kelompok Islam kiri mendukung diadakannya
hukum Islam di Indonesia (TARGET NEGARA ISLAM).
4. MUI mengeluarkan fatwa bahwa mengucapkan selamat kepada
selain agama ISLAM hukumnya haram. Maka hampir sebagian
millis mendiskusikan hal ini? Mengapa?
5. Peladakan BOM pada malam natal?
6. Dikeluarkan isu bahwa akan ada balesan yang sebenarnya adalah
stategi penutupan dosa agar tujuan akhir kedamaian akan tercapai.
Dan menutupi bahwa umat islam punya andil juga dalam peledakan itu.
Baca statemen MUI.
7. Takblik akbar yang mengeluarkan dana 2 Milyar rupiah hanya dihadiri
oleh Amien Rais, Akbar Tanjung dan Gubernur Jakarta. Ada apa gerangan/ klik
apa yang dibangun oleh ketiganya?
8. Tetapi acara natalan yang dilakukan dibalesidang, berjalan dengan
hikmat dengan didatanginya hampir seluruh kelompok, hal ini juga kenapa?
9. Permainan belum selesai masih kita tunggu dan hasilnya percaya
atau tidak akan sama otak dibelakang semua ini tidak akan terbongkar.
ada pesan dari seorang Senior di TNI pada saat 1953 dan ia mengatakan bahwa
TNI jika dalam bola dia kiper dalam sebuah
kesebelasan di Indonesia. Ia bisa menjadi kiper yang baik, tetapi
bisa juga menjadi kiper yang membahayakan dan meletuslah
peristiwa politik yang dimenangkan oleh penjaga kiper tersebut.
Karena sang kiper tidak mengenal perbedaan, tidak mengenal
demokrasi ia mengenal setralisme pada pimpinan.
10. Lalu jika kita takut dari belajar sejarah tersebut untuk menekan
TNI agar tidak muncul hanya karena alasan demokrasi lalu kita
bersandiwara berdamai yang sebenarnya berbeda, itu juga salah.
Dan saya melihat usaha inilah yang sedang dikemas. Bukan
melawannya tetapi meredamnya menjadi bara dalam sekam.
11. Sekali lagi jika semua kasus HAM dan teror ini tidak diungkap
baik akan menyeret ISLAM atau tidak, militer atau tidak. Kasus
seperti ini akan terus berlanjut. Kerena (menurut bahasa politisi
eropa) politik Indonesia satu tingkat ketingalan dari politik amerika.
Tetapi politik amerika satu tingkat tertinggal dari politik uni eropa?
Anda tahu politik amerika itu apa? politik atau politisi yang dihidupi
dari para pedagang. Nah para pedagang itulah yang mayoritas ada dalam DPR
Kita, Bung atau Bak.  Bedanya dengan amerika jika
pedagang amerika itu sipil membackup militer dalam masalah
internasional. Indonesia pedagang lewat eliti politik diback-up
militer untuk masalah persaingan dagang Nasional.
12. Analisa TERORISME INTERNASIONAL. Kecil dugaan
adanya keterlibatan Teroris Internasional. Karena tidak ada
keuntungan Idiologis (bukan ekonomi). Karena biasanya baik
extrim kanan maupun Kiri menggunakan cara anarxisme cuma
untuk tujuan Idiologis. Dan Indonesia sangat tidak memungkinkan
untuk hal itu. Beberapa analis memperkuat dugaan itu. Selama sang
pelaku tidak memberikan identitas dan organisasinya dalam
melakukan tindakan terornya, dia diduga bukan digerakan oleh
para extrim kiri maupun kanan. Apalagi pers lebih bebas dan lebih mudah
untuk dijangkau, jika meliput panglima GAM saja mudah
dilakukan oleh wartawan. Tetapi mengapa teroris ini takut untuk
menjelaskan indentitasnya jika sebenarnya ada muatan politis.
Jelas ini teror dagang biasa.


Kesimpulan :
Ketika agama sudah dijadikan kendaraan politik maka yang terjadi
adalah FASISME AGAMA. FASISME AGAMA MUNGKIN TIDAK
SAMA DENGAN FASISME MUSO DAN NAZI. FASISME ini
cenderung MILITERISTIK  dan NASIONALISTIK sifatnya. Nan
untuk lebih jelasnya anda bisa tanya sama PRABOWO Langsung.

Usulan ku bagi, kita yang benar-benar ingin menyelesaikan REFORMASI ada dua
tawaran ku?
Adili SUHARTO dan KRONINYA.
ADILI PANGLIMA TINGGI PENJAHAT HAM.
Jika benar-benar Kita dan pemerintah sekarang mau benar-benar
menjalankan pemerintahan sipil, seperti Korea.
Tak boleh main-main dan becanda apalagi berpolitik dalam
masalah hukum. Tetapi Hukum yang dipakai sebagai alat
politik saya sepakat. Dan dalam masalah Hukumpun para reformis
kelabakan lalu mau apa lagi kita ini?
Kenapa kita tidak bisa tegas dalam hukum?
Apa sulitnya menyeret SUHARTO dan koleganya dan menjatuhkan
sangsi hukum yang berat?
Apa sulitnya menangkap PANGLIMA TINGGI para pelaku HAM?
Apa sulitnya menangkap PARA KORUPTOR.
Selama ketiga setan diatas belum dihabisi jangan dulu bicara
perbedaan islam dan kristen karena yang ada adalah pihak ketiga
dan pihak ketiga itu selalu TNI? Padahal dalam agama kita lebih
mencari persamaan dari perbedaan dan bukan sebaliknya.

ADILI PANGLIMA TINGGI PELAKU HAM DI INDONESIA
ADILI SUHARTO CS
HAPUS DWI FUNGSI MILITER/TNI

MYP

NB: Ade saya tidak mengenal anda; demi tuhan anda bermain
pandai sekali. Saya belum dekat dan coba mempelajari
otak dikepalamu. Karena selama ini kawan-kawan Non muslim
saya tidak seperti itu, begitu juga dengan yang ateis sekalipun.
Saya melihat anda mencoba menyudutkan bahwa kasus ini
adalah EKTRIM KANAN  yang bermain dan menutupi MILITER.
Saya menunggu kejelasan baik melalui JEPRI, maupun lewat milis.
Saya tidak percaya anda NASRANI begitupun ATEIS. Saya
curiga anda siapa dan apa kepentinganya sehingga anda
bersikeras menuduh semua teror ini ektrim Kanan yang melakukan
hal yang biasa digunakan APARAT MILITER/POLRI dalam berbagai kesempatan.




----- Original Message -----
From: Ade <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 28 Desember 2000 6:37
Subject: [Istiqlal] Re: Peledakan Rumah ibadah bukan gerakan REFORMIS


> --- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote:
> >
> > Hei;ini perbuatan lempar batu sembunyi tangan
> > dari fihak kristen fundamentalis dengan harapan dapat tanggapan
> > balasan  dari pihak Islam;ternyata nihil nggak ada balasan buat
> > ngapain pasang  Bom diluar gereja???apa susah nya masuk kedalam
> > gereja???  bukan gereja itu tempat umum???
> > si Gembala takut domba2 nya pada Mati! ngkali
>
> Kalian ini oran-orang pandir.
> Sekali lagi pake alasan yg masuk akal. Pake itu polo !
>
>
> -------------------------- eGroups Sponsor -------------------------~-~>
> eGroups eLerts
> It's Easy. It's Fun. Best of All, it's Free!
> http://click.egroups.com/1/9698/0/_/30134/_/977960284/
> ---------------------------------------------------------------------_->
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> To subscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
>


................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com 















Kirim email ke