* PESAWAT BUATAN HABIBIE JATUH, APA MAKNANYA BAGI GUS DUR?
Gema Warta RNSI, 08 Januari 2001

Kecelakaan pesawat bikinan Habibie di pedalaman Irian Jaya langsung
diartikan sebagai masalah baru bagi pemerintahan Presiden Abdurrahman
Wahid. Mampukah Wahid bertahan menghadapi cobaan ini? Koresponden
Syahrir mengirim laporan dari Jakarta:

Bulan Januari belum berakhir tetapi pemerintahan Gus Dur utamanya TNI
Polri sudah dikejutkan dengan peristiwa naas hilangnya pesawat Cassa
buatan Habibie di Papua. Yang hilang hingga malam lalu umumnya
berasal dari luar Papua. Kontak terakhir pesawat tsb yang membawa
Pangdam Trikora Mayjen Tony Rompis dan Kapolda Irja Mayjen Pol FX
Soemardi terjadi pukul 10:34 WIT. Setelah itu pesawat jenis Cassa
milik TNI AL yang seharusnya mendarat di Bandara Sentani pukul 12:10
WIT tidak terdeteksi lagi oleh petugas Bandara. Pesawat tinggal
landas dari bandara Timika dengan tujuan Jayapura. Hingga kemarin
sore pencarian terhadap pesawat Cassa masih terus dilakukan. Diduga
pesawat berpenumpang sembilan orang itu hilang di daerah Wamena
Kabupaten Jayawijaya.

Di ibukota sendiri kalangan elite politik yang menentang Gus Dur,
segera menyenangkan diri mereka dengan mengatakan bahwa ini merupakan
pertanda buruk bagi nasib pemerintahan Gus Dur. Sementara itu
perhatian pemerintah di Jakarta, masih tersita dengan isyu pengerahan
satu juta massa NU dari Jawa Timur. Juga  urusannya dengan IMF serta
penggantian menteri-menteri. Menteri Agama Tholchah Hasan kemarin
mengimbau semua elite politik agar tidak melibatkan umat Islam
sebagai bagian massa pendukung salah satu kelompok dalam upaya
mencapai tujuan politik praktis. "Masyarakat akar rumput pada
hakekatnya menghendaki kedamaian, bukan pertikaian. Bangsa ini lebih
membutuhkan ketenangan dan bukan kemenangan satu kelompok terhadap
kelompok lain," kata Menag kemarin di Jakarta. Hal itu diungkapkan
Menag menyinggung ada isu Banser yang dikabarkan akan "menyerbu"
Jakarta guna menghadapi kelompok demonstran anti Gus Dur. Namun Menag
masih meragukan apakah memang "Banser" yang akan menuju Jakarta
tersebut. Masyarakat dan negara justru menghendaki kedamaian guna
melanjutkan pembangunan yang menjadi masalah nasional, katanya. Ia
mengimbau para tokoh elite politik yang merasa memiliki umat
seyogyanya lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara. "Kalau
merasa punya kekuatan kumpulkan saja untuk bersama memecahkan
persoalan bangsa, bukan untuk diajak turun ke jalan," katanya.

Kelompok pendukung Gus Dur dikabarkan akan mengadakan unjuk kekuatan
di Jakarta pada pertengahan Januari, sebagai tandingan dari rencana
unjuk rasa massa yang menghendaki Gus Dur mundur yang dikabarkan juga
akan turun ke jalan pada hari yang sama. Gus Dur sendiri sudah
melarang massa NU untuk datang ke Jakarta. Sumber-sumber di Jakarta
mengatakan kalangan anti Gus Dur juga ikut menggerakkan massa NU
dengan harapan bisa terjadi bentrokan di Jakarta bulan Januari ini.
Satu minggu yang lalu massa Banser yang masuk ke  Jakarta baru tujuh
ribu orang. Tiga ribu di antaranya langsung menjaga rumah-rumah
ibadah. Tetapi sejak kemarin sudah ada 15 ribu warga Banser dan Pagar
Nusa di Jakarta tanpa seragam.  Mereka memenuhi  sejumlah mesjid di
Jakarta.

Permasalahan sekarang ini adalah soal logistik. Mampukah NU Wilayah
Jakarta menyediakan makanan untuk mereka untuk jangka waktu yang
lama? Sampai di mana mereka bisa dikendalikan NU dan PKB Jakarta
mengingat para kyai pemimpin mereka tidak ikut ke Jakarta? Kalau
instruksi Gus Dur saja sudah tidak didengar, apalagi pengurus PB NU
yang berpusat di Jakarta? Yang juga menjadi pertanyaan apakah benar
mereka kini sudah mulai membayang-bayangi rumah-rumah para anggota
DPR yang anti Gus Dur? Presiden sendiri selain tetap memikirkan soal
Ketua Mahkamah Agung, masih juga harus memperhitungkan pendapat Dana
Moneter Internasional. Tanpa bantuan IMF ini sudah pasti ia akan
terjungkal.

Ia pun harus memperkuat barisan pendukungnya di kabinet. Kendati
masih menunggu saran Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri, Presiden
Abdurrahman Wahid saat ini tengah mempertimbangkan sejumlah nama yang
dinilai layak menggantikan Menpan Ryaas Rasyid. Diharapkan pelantikan
Menpan baru itu akan dilakukan akhir Januari 2001 bersamaan dengan
pelantikan beberapa pejabat pemerintah di bawah level menteri. Juru
bicara Kepresidenan Wimar Witoelar di Wisma Negara Jakarta, usai
menemui Presiden yang baru tiba dari lawatannya ke Jawa Timur
menjelaskan, finalisasi pengunduran diri Ryaas Rasyid baru akan
diputuskan setelah Presiden membicarakannya dengan Wakil Presiden
Megawati Soekarnoputri yang dijadwalkan tiba dari perjalanan ibadah
umroh dan lawatan keluar Negri, Selasa ini.  Maka dalam waktu satu
atau dua minggu ini sudah dapat diharapkan adanya pergeseran posisi
menteri-menteri.

Pembentukan badan otonomi daerah pun akan tetap dilanjutkan kendati
Ryaas akan keluar atau tidak. Gus Dur tampaknya sudah bulat
pikirannya untuk menggeser beberapa menteri yang tidak cocok
posisinya. Presiden Wahid  selalu memilih kabinet berdasarkan
kepercayaan kepada seseorang. Konsekuensinya, orang tersebut harus
bertanggungjawab kepada masyarakat dengan menjalankan pekerjaannya
dengan sungguh-sungguh. Bagi Gus Dur melepas Ryaas Rasyid  itu antara
berat dan tidak berat tetapi secara formal tentunya ia harus
mendengarnya langsung dari Ryaas Rasyid tentang pengunduran diri
Menteri ex Korpri ini.

Gus Dur pun akhir Januari ini akan melantik sejumlah pejabat
pemerintah di bawah level menteri. Di antaranya pejabat-pejabat Badan
Informasi Komunikasi Nasional (BIKN) semacam Deppen. Ini berarti
bahwa pers yang dibiayai dana ex Orde Baru seperti keluarga Cendana
harus berhati-hati. Pemerintah pun sudah sepakat untuk memenuhi
permintaan IMF bahwa Bank Indonesia (BI) tidak mengubah manajemen dan
Dewan Gubernurnya lagi asalkan telah dilakukan perubahan terhadap
struktur yang ada saat ini. Perubahan terakhir itu, dimaksudkan untuk
menggantikan kumpulan orang-orang yang disisakan era Orde Baru dengan
orang-orang yang lebih bersih. Independensi BI sulit jika
dilaksanakan oleh orang-orang yang masih tersisa dari jaman dulu
dengan segala kemungkinan keterlibatannya dalam ketidakbenaran masa
lalu. IMF sudah setuju dan dapat melihat segi rasional dari
permintaan tersebut. Tetapi masalah ini akan dibicarakan lagi oleh
IMF Di Washington. IMF pun tetap menekan Gus Dur soal pilih kasihnya
terhadap sejumlah konglomerat  bermasalah di Indonesia.

Sejak kemarin dalam pada itu kalangan LSM, mahasiswa dan organisasi
profesi memunculkan ide agar dibentuk mahkamah rakyat. Hal itu untuk
menstimulus dan menekan yudikatif agar bersungguh-sungguh dalam
penegakan hukum. Utamanya, kasus pelanggaran HAM dan hukum yang
berat. Komposisi mahkamah rakyat sama seperti pengadilan lainnya. Ada
hakim, jaksa dan pengacara. Anggotanya adalah orang-orang yang
kredibel seperti Nurcolish Madjid, Munir dan Hendardi. Tersangkanya
tidak dihadirkan dalam ruang sidang. Para tersangkanya, ada
kriterianya. Misalnya Soeharto dan anak-anaknya, pengusaha kroni
Soeharto, akuntan dan pengacara Soeharto.

Berkas pekaranya akan sesuai dengan standar pengadilan dan yang akan
menilainya adalah para ahli hukum internasional, aktivis HAM dari
dalam dan luar negeri. Sehubungan dengan itu, pelbagai LSM, antara
lain LSM Pihak pendukung ide tersebut, menggelar aksi ke Mabes Polri,
meminta Polri dibersihkan dari unsur-unsur Orba. Tampaknya para
pejuang reformasi mulai melakukan konsolidasi kembali. Mampukah Gus
Dur merangkul kekuatan pro demokrasi ini yang dulu menjadi ujung
tombak pada peristiwa 'kejatuhan Soeharto'. Sulitnya, kata Chris
Siner Key Timu, yang juga anggota Fordemnya Gus Dur, Kiyai ini suka
ragu-ragu. Buktinya pada awal pembentukan kabinetnya, belum apa-apa,
Gus Dur sudah merangkul arsitek politik Orde Baru dan mantan Sekjen
Golkar, Sarwono Kusumaatmadja dan kawan-kawannya.





................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com 















Kirim email ke