>
> Isi kecaman tersebut antara lain datang dari A.M. Fatwa yang mengatakan
> bahwa ancaman Banser itu sangat tidak proporsional. "Jika Presiden salah
> atau salah berjalan, adalah kewajiban seluruh rakyat untuk membetulkannya.
> Presiden Gus Dur adalah PresidenIndonesia bukan Presiden NU. Reaksi NU
> sangat berlebihan. Ancaman itu mematikan demokrasi yang menghargai
perbedaan
> pendapat." Sedangkan Syamsul Muarif, dari Golkar mengatakan ancaman Banser
> tersebut lebih buruk daripada Orde Baru. (Gatra, 13/2/01).
AM FATWA
Berpolitik masih belepotan dan munafik pada acara debat
yang diadakan TPI Fatwa mengatakan GUSDUR
HARUS MUNDUR yang mana yang benar yang Live
atau yang tulisan di GATRA (GATRA INTEL ITU).
Kalau gus dur mundur berarti khan bukan milik semua
kelompok?
>
> Padahal jika kita mau berkepala dingin melihat permasalahannya secara
> baik-baik, maka bisa kita lihat bahwa dalam pernyataan NU itu jelas
> dikatakan bahwa massa Banser itu dikerahkan untuk melakukan kontra demo
> besar-besaran massa anti Gus Dur. Ketua NU Hasyim Muzadi, dalam sebuah
> wawancaranya mengatakan, apabila tidak ada massa yang demikian maka tidak
> ada pengerahan massa Banser tadi. Pihak NU sendiri selama ini membiarkan
> demo-demo kecil yang juga sifatnya anti pemerintahan Gus Dur. Sekalipun
> dalam demo-demo tadi dinilai kebablasan, yakni dengan melakukan
> parodi-parodi vulgar, yang tidak ada hubungannya dengan substansi masalah.
> Misalnya, dengan meniru dan memperolok cacat yang diderita Gus Dur.
------- (delete)------
NU-NU; yah itulah arti sebuah keberagaman dan perbedaan
dari warga indonesia yang masih ada segelintir kelompok
yang membawa bentuk feodalistik dan kepriayiannya dalam kehidupan di
indonesia. Selama hanya hidup dalam
kelompoknya ya biarin aja, tetapi jika dipaksakan pada
masyarakat. Juga ngak bener dong pak kyai, apalagi
hanya untuk mendukung pimpinan kyai yang lain.
Tetapi Hasyim itu khan juga besar di BANSER dan di
besarkan oleh orde baru dan yang dia pelajari adalah
siapa yang menekan atau menjelekan Kyai maka para
santrinya harus mendukungnya terlepas benar atau salah.
Hal, inilah yang dipergunakan Tentara dalam menumpas
PKI dalam mempergunakan tenaga santri NU yang banyak
juga tuan tanah dan sering berhadapan dengan BTI itu.
Tetapi jika pengerahan ini untuk membersihkan
orang-orang ORBA dan reformis Gadungan saya selaku pribadi akan ikut dalam
barisan tersebut. Jika tidak jelas seperti ini lebih baik saya jadi
penonton.
Apalagi cuma dengan alasan takut, jika jagonya diturunkan
siapapun dinegara manapun sah-sah saja diturunkan. Coba kita lihat
mobilisasi poros tengah dalam menghadapi masa pendukung gusdur ini? Takut
atau malah makin berani. Semoga tujuannya benar-benar hanya untuk
mengevaluasi GUSDUR bukan untuk tujuannya melakukan
kegiatan anarxis penjarahan dan sebagainya. Apalagi
melakukan pemboman. Tetapi rasanya pemboman sudah
tidak perlu jika sudah berhadap-hadapan. Tingal kita lihat
saja siapa yang malu-malu kucing dalam politik gertak tersebut.
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com