AWAS HATI-HATI TERHADAP PARA KIAYI DAN SANTRI MUNAFIK. (Sebuah kelompok ISLAM yang sangat dibenci ALLAH, Diantara kelompok AGAMA lainnya). Assalamu'alaikum wr wbr. Siapun anda dan apapun anda yang mengaku paling beriman dan takwa. Anda sendiri tidak bisa menjelaskan secara ilmiah tentang kesalahan dan dosa-dosa pemerintahan GUSDUR selain memintanya untuk TURUN. Inilah yang berulang-lang kali saya sesalkan atas kalimat kalimat elit politik kita yang ada sebagian di DPR tak lepas hampir sama seperti anda. Mempelajari agama untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Tetapi tidak bisa ditinjau untuk kemaslahatan umat manusia, baik secara EKONOMI, POLITIK dan HUKUM. Buat apa? Bukankah AGAMA mengajarkan mencari KEBAIKKAN diantara KEBURUKAN. Bukan mencari KEBURUKAN (apalagi keburukannya abstrak seperti yang anda gambarkan) demi KEBAIKAN. Bukankah Allah berulang-ulang kali menjelaskan jauhkan saja hal-hal BURUK tersebut, nah jika anda merasa tidak suka dengan seseorang, ya jauhkan saja kenapa harus di sebut-sebut. Bukankah amanat Agama mengajakan apabila anda memberi dengan tangan kananmu tangan kirimu yang lain tidak usah tahu. Apakah anda sudah demikian? Hal-hal yang baik dari ISLAM itulah yang akan kekal sampai akhir jaman. Jika masih ada orang yang tidak bisa atau menjelaskan aqidah dengan kemajuan zaman dan DEMOKRATISASI berarti agama itu sendiri berlawan dengan hukum sosial dimana sistem itu dianut. Dan saya merasa ISLAM itu masih cocok diberlakukan di Indonesia bagi orang-orang yang mau menjalankannya dengan baik tanpa membawa rasa Dendam dan KEMUNAFIKAN. Dan jika anda sadar makna dari Amanah, GUS DUR itu khan jadi Presiden (hingga 5 th) adalah amanah yang salah satunya dari diri anda sendiri, khan (untung saya tidak memilih). Padahal ayat lain mengingatkan jauhkan diri kamu dari bentuk-bentuk KEMUNAFIKAN. Bagaimana kalau tidak kita salahkan saja yang memberi Amanat itu atau yang tidak menjalankan amanat itu? Siapa yang memberikan Amanat yaitu DPR wakil anda yang ada di DPR. Evaluasilah kerja beliau, jangan salahkan pemerintahnya dong? Semogga bangsa ini tidak ditimpakan lagi COBAAN dari orang-orang MUNAFIK dari saudara-saudara saya sendiri yang SEIMAN... AMIN. MYP NB: UNSUBSCRIBE Sekali lagi kepada siapa saja yang membantu saya saya ingin keluar dari millis ini. Dan ini juga bagian dari AMANAH saya mau melihat keridoan anda mengeluarkan saya. Saya ucapkan banyak terima kasih. ----- Original Message ----- From: Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]> Cc: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: 10 Januari 2001 18:17 Subject: [daris] F HASIBUAN: MENGHINDAR DARI MISI PENGHANCURAN http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] Stockholm, 10 Januari 2001 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. MENGHINDAR DARI MISI PENGHANCURAN Felix Hasibuan Jakarta - INDONESIA. KETIKA GUS DUR MUNCUL Ketika dulu Gus Dur terpilih sebagai presiden RI ke 4, dengan model pilihan voting persis pilihan lurah di Jawa, saya sudah mbathin ... koq orang yang "lugu" semacam beliau kepilih oleh MPR? Apa iya bisa membawa 200 juta lebih penduduknya yang beragam itu? Tapi saat itu saya punya keyaqinan, terpilihnya dia secara diluar perhitungan dan dugaan para pengamat politik manapun di dunia ini, Allah sang Pencipta pasti punya rencana dengan mengizinkannya untuk naik. Jadi sebagai orang yang beragama, dengan hati lapang saat itu saya terima baik apapun keputusan dan tindakan-Nya memilih Gus Dur naik jadi presiden. Dalam keyaqinan saya yang Islam, memang hakikat semua kekuasaan atau kerajaan itu adalah milik mutlak Allah. Dialah yang mengangkat dan menurunkan siapa yang dikehendaki-Nya. Hal ini terdapat dalam kitab Al-Qur'an. Karena pasti tak ada yang sia-sia dari semua peristiwa yang terjadi di dunia ini. Wong selagi selembar daun yang jatuh ke tanah saja, nggak akan bisa terjadi, kalau tidak diizinkan-Nya. KETIKA GUS DUR TELAH BERJALAN Tapi dengan berjalannya waktu, pekerjaan beliau memang membuat semua orang di negeri ini menjadi edan dan kebingungan. Banyak keanehan dan kehancuran negeri ini berlangsung lebih cepat dari yang semula diperkirakan banyak orang. Dan proses pengrusakan atau menuju kehancuran bangsa dan negara ini berikut tatanan masyarakatnya, semakin jelas dan pasti. Negeri ini tinggal menunggu waktu saja untuk tumbang dan hancur lebur. Lalu saya pun mulai merenung lagi, apakah rencana-Nya dengan mengizinkan Gus Dur ini memang dalam rangka menghancurkan negeri bangsa ini lebih cepat sehingga bisa segera diciptakan tatanan masyarakat Indonesia baru yang samasekali baru, akibat kehidupan ummat dan negeri bangsa ini sudah sangat jauh sekali dari nilai-nilai kebenaran dan akhlak yang luhur? KETIKA GUS DUR TELAH MENGHIRUP UDARA MATERIALISME Bisa jadi begitu. Sekian puluh tahun negeri ini telah hidup dengan pandangan hidup yang semakin jauh dari nilai-nilai kebenaran yang haqiqi, akibat pandangan materialisme yang telah merasuk kemana-mana. Boleh saja negeri ini meng-klaim penduduknya 90 persen beragama Islam, tetapi benarkah pandangan hidupnya telah sesuai dengan petunjuk-Nya? Tiap hari orang Islam di negeri ini sholat wajib sampai 5 kali sehari, dan wajib baca Al-Fatihah yang salah satu isinya berarti: "hindarkanlah kami dari pengaruh kehidupan orang-orang yang durhaka dan sesat". Imam Tirmidzi dalam sebuah hadist yang diriwayatkannya, menyebut yang dimaksud durhaka adalah Yahudi dan sesat adalah Nashrani. Tapi apa kenyataannya setelah mereka selesai sholat dan bertebaran di muka bumi? Mereka memakai semua konsep pandangan Yahudi dan Nashrani dalam semua aspek kehidupannya. Mulai bangun tidur sampai cara berpakaiannya, cara makan dan jenis makanannya, pendidikannya, ekonominya, sosialnya, politiknya, hampir semua memakai paradigma Yahudi dan Nashrani. KETIKA GUS DUR TELAH DILANDA BENCANA Nah, sampai disitu, kalau negeri ini kemudian dilaknat Allah (yang sesungguhnya adalah dirakhmati-Nya seperti tertuang dalam pengakuan jujur di pembukaan UUD'45), bangsa ini tidak bisa menolak dan memberi alasan lagi. Ummat Islam di Indonesia saat ini ibarat orang TERPIDANA karena melakukan kejahatan besar mengkufuri nikmat kemerdekaan yang dikaruniakan-Nya dengan berpaling cara hidupnya yang memakai pandangan hidup/paradigma Yahudi-Nashrani dengan meninggalkan Qur'an. Mereka tinggal menunggu keputusan hukum saja dengan diturunkannya azab yang berat. Sebenarnya hal itu sudah mulai dicicil dengan berbagai bentuk azab : banjir, gunung meletus, kecelakaan pesawat-KA-Kapal dan Bus, bom meledak, kerusuhan, tanah longsor, krisis politik, krisis ekonomi, percekcokan antar elit, dlsbnya. Tapi sayang, isyarat atau sinyal itu tak pernah disadari lalu segera bertaubat dan kembali ke jalan kebenaran. KETIKA GUS DUR MASIH TERUS BERJALAN Lalu apa kaitannya dengan Gus Dur? Begini, saya membaca di al-Qur'an pada surat Al-Isra ayai 1 s/d 8. Disana dikisahkan, bahwa apabila semua negeri yang tadinya subur makmur kehidupannya, lalu kepada ummat itu dilengkapi kenikmatan oleh-Nya dengan diberikan petunjuk-Nya berupa pengiriman nilai-nilai kebenaran yang dibawa pesuruh-Nya. Tapi setelah sekian lama berlangsung, penduduk negeri bersangkutan tetap saja bandel dan membelot, dengan sikap menolak petunjuk kebenaran yang dibawakan oleh para pesuruh-Nya itu. Mereka lebih senang memakai petunjuknya sendiri atau petunjuk yang diperolehnya dari Yahudi-Nashrani. Allah-pun kemudian menghukum negeri itu sehancur-hancurnya, dengan cara, mengirimkan seorang pemimpin yang memimpin negeri itu. Tapi dikisah itu diceritakan pula, si pemimpin itu bukan memberikan kebaikan dan kemakmuran bagi rakyatnya tetapi sebaliknya ia akan merajalela dan membuat kerusakan dimana-mana sampai ke desa-desa dengan menghancurkan tatanan yang telah tertata baik sebelumnya. MENGHINDAR DARI MISI PENGHANCURAN Bagaimana cara menghindarinya? Tidak bisa dengan meng-eliminir sang pemimpin yang dikirimkan itu. Tak ada yang bisa menghentikannya kecuali kekuasaan Allah semata. Oleh sebab itu, bermohonlah kepada-Nya untuk menghentikan gerak si pemimpin tersebut. Tentunya dengan cara pendekatan intensif kepada-Nya, bertaubatlah dulu kepada-Nya atas dosa-dosa melecehkan petunjuk yang diabaikan selama ini, disertai sikap konkrit segera meninggalkan paradigma kehidupan yang bersandar kepada pandangan hidup kaum durhaka dan terlaknat serta sesat itu. Insya Allah, Dia Yang Maha Pengampun itu akan mendengar dan mengampuni kita semua. Wassalam. Felix Hasibuan [EMAIL PROTECTED] Siapapun anda yang menginginkan tegaknya hukum syariat Islam, maka pada hakekatnya anda adalah termasuk warga Negara Karunia Allah Negara Islam Indonesia (NKA NII). "Tegakkan Daulah, Usir Penjajah, Wujudkan Khilafah. Nantikan Darul Islam Merdeka !!! Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar!' ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia............... Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
