Bahwa berita rencana mundurnya Faisal Basri dkk dari PAN sdh kita ketahui
semua. Media massa pun rame2 menurunkan berita ini. Namun, ketika saya
mengamati cara pemberitaan ttg hal ini agak berbeda antara Jawa Pos dng
beberapa media lain. Kalau media lain mengutip dng jelas alasan yg
dikemukakan FB cs mundur, tidak demikian dng JP. Bahkan pd salah satu alinea
JP menulis bahwa kemungkinan FB cs mundur adalah karena tidak mendapat jatah
kursi di parlemen.

Padahal media lain menulis dng jelas alasan yg dikemukakan FB: Keluar dari
PAN karena apa yg dilakukan PAN kini amat jauh dari yg ingin diperjuangkan
seperti pd saat pendiriannya. "Saya membohongi diri sendiri, kalau terus
berada di PAN," kata FB.

JP, menulis pd salah satu alineanya itu demikian: "PAN yg hanya mendpt 7,1%
suara harus membagi kursi yg mereka dapat. Dan, tampaknya, kelompok
nasionalis yg dikomandani Faisal tergusur...."

Kalimat2 FB yg cukup pedas mengkritik tokoh2 teras PAN tdk dimuat JP.
Misalnya berita seperti yg dimuat di TI, yg saya kutip di bawah ini, sama
sekali tidak ada di JP.

Apakah benar sinyaleman yg mengatakan bhw orang2 di harian terbesar di Jatim
ini memang pro PAN (AR)?

Dilihat dari cara pemberitaannya sih rasanya ada benarnya. Misalnya, yg saya
perhatikan pd rubrik Mr. Pecut-nya. Yg terus saja mengkritisi GD. Dan selama
ini tdk ada satu pun kritik yg ditujukan kpd AR. Seolah-olah AR adalah
politisi yg nyaris sempurna. Sehingga tak ada yg bisa dikritik darinya.

Sewaktu AR terus2 memberi komentar2 yg menyudutkan Megawati tempo hari,
harian ini lewat rubrik Mr. Pecut-nya juga terus2-an mengkritisi Megawa. Yg
paling ditonjolkan sampai jadi bosan membacanya padawaktu itu, adalah air
mata Megawati yg mungkin dinilai terlalu murah, atau air mata buaya saja (yg
bisa ditafsir begitu)?

Tetapi, sejak AR "seolah-olah" mengdukung Megawati. Sifat kritis terhadap
Mega itu hilang, berbalik sekarang GD yg terus menjadi 'korban' Mr. Pecut.

Memang semuanya adalah hak JP (menjadi koran partisan?). Sebagaimana saya yg
punya hak menilai. Lepas dari apakah itu benar, atau tidak.



-----
Fwd berita dari TI:

Kecewa dengan Sikap Partai
Faisal Basri Mengundurkan Diri dari PAN
15 Jan 2001 23:28:11 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Dewan Pimpinan Pusat DPP Partai Amanat
Nasional (PAN), Faisal Basri, menyatakan akan segera mengundurkan diri dari
partai berlambang Matahari Terbit tersebut. Ia merasa kecewa dengan partai
yang dipimpin oleh Amien Rais itu. Pernyataan itu dikemukakan Faisal usai
diskusi Kepemimpinan Nasional di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Senin
(15/1).

Menurut Faisal, selama bergabung dengan PAN, ia tidak mampu mewujudkan
demokratisasi di tubuh partai tersebut. Aspirasinya selama ini selalu
terganjal oleh kepentingan politik sesaat para elit di PAN. Bahkan, Faisal
malah dianggap sebagai pengganggu partai. "Saya sampai dua kali mendapat
surat peringatan. Saya dituduh melenceng. (Karena itu) saya putuskan akan
keluar dari partai ini. Mungkin PAN bukan habitat saya," tegasnya.

PAN, lanjut dia, tidak lagi mengutamakan kejujuran dan etika politik yang
baik. Yang ada hanyalah kebohongan-kebohongan. Salah satu contohnya adalah
orang yang mengatakan kondisi ekonomi di bawah pemerintahan Abdurrahman
Wahid memburuk. Menurut dia, orang seperti itu adalah orang yang munafik.
"(Dan) Amien Rais adalah salah satu contohnya," tegasnya.

Meski secara pribadi Faisal telah menyatakan keluar, ia akan tetap mengikuti
peraturan yang ada. Untuk itu, ia akan mengirimkan surat pengunduran dirinya
kepada partai serta menggelar jumpa pers dalam waktu dekat. "Mungkin saya
beramai-ramai dengan teman. Lebih dari lima orang yang menyatakan keluar,"
lanjutnya tanpa merinci nama-nama anggota PAN lainnya yang menyatakan keluar
tersebut.

Setelah keluar dari partai, staf pengajar Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia itu mengatakan akan lebih aktif menjalankan tugasnya sebagai Ketua
Komisi Pengawas Persaingan Usaha. "Kelihatannya saya akan istirahat dulu
berpartai. Tapi, bukan berarti saya kapok berpartai," tukasnya. Soal
kemungkinan pindah ke partai lain atau membuat partai baru, ia mengaku belum
memikirkannya.

Tidak Pengaruhi Partai

Menanggapi pengunduran diri Faisal ini, Ketua DPP Partai Amanat Nasional
(PAN), AM Fatwa, menyatakan hal itu tidak akan mempengaruhi partai. Apalagi,
Faisal selama ini dinilai tidak mempunyai akar di basis pendukung PAN. "Saya
kira tidak terlalu berpengaruh terhadap konstituen partai. Paling-paling
hanya di lingkaran elit saja," ujar Fatwa kepada TEMPO Interaktif.

Namun, Fatwa menyayangkan sikap Faisal yang lebih dulu menyebarkan masalah
ini kepada pers. Menurut dia, Faisal seharusnya melaporkan masalah ini
kepada partai atau DPP sebelum melemparnya kepada pers. Sebagai pribadi, ia
sendiri tidak menyesalkan pengunduran diri itu. Faisal dikatakannya telah
banyak melakukan aksi-aksi pribadi yang tidak sesuai dengan kebijakan DPP.
"Pokoknya, Faisal telah melanggar komitmen partai," ungkap Fatwa tanpa mau
merinci kesalahan Faisal.

Fatwa juga membantah apabila pengunduran diri Faisal ini dikaitkan dengan
konflik yang muncul di dalam tubuh DPP PAN. Terlebih lagi jika dikaitkan
dengan perpecahan akibat pertarungan di Kongres I PAN di Yogyakarta. "Kalau
itu sih sudah selesai dan nggak ada masalah," kata Fatwa. Tentang tudingan
Faisal bahwa komitmen PAN tidak lagi sesuai, Wakil Ketua DPR ini enggan
berkomentar. "Itu penilaian subyektif," kilahnya.

Berbeda dengan Fatwa, Ketua Fraksi PAN DPR RI Hatta Radjasa mengaku terkejut
dengan keinginan Faisal tersebut. Selama ini, kata dia, Faisal tidak pernah
menunjukkan kekecewaannya. Bahkan, saat acara Halal bi Halal PAN pada Minggu
(14/1) lalu, Faisal tidak mengatakan apa-apa. "Pak Faisal malah masih sering
memberikan masukan-masukan kepada partai melalui litbangnya," ujar Hatta.

Ia hanya berharap Faisal tidak serius dengan niatannya itu. "Saya masih
berharap Pak Faisal tetap bersama-sama dengan kami di partai," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PAN, Amien Rais, belum dapat dimintai komentarnya.
Amien sedang melawat ke Tunisia dan Aljazair sampai 10 hari mendatang. (Oman
Sukmana/Deddy Hermawan/ Dara Meutia Uning)







................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com 















Kirim email ke