Dear Rekans,
wah, memang dewasa ini, banyak pemberitaan "dicampur dengan keinginan
pribadi si wartawan yang menulis", sehingga sebenarnya dalam jurnalistik ,
tidak fair.
Sebenarnya 'kan seharusnya ada kolom khusus untuk opini seperti Tajuk
Rencana, Surat Pembaca dan semacam itu.
Bagaimana 'ni Pengurus AJI dan PWI? Kok diam aja sih?!!!
Pasti jawaban mereka: menunggu ada yang lapor!

----- Original Message -----
From: "Daniel H.T." <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Cc: "mBin" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, January 17, 2001 1:24 AM
Subject: [Kuli Tinta] JP, Koran Partisan?


> Bahwa berita rencana mundurnya Faisal Basri dkk dari PAN sdh kita ketahui
> semua. Media massa pun rame2 menurunkan berita ini. Namun, ketika saya
> mengamati cara pemberitaan ttg hal ini agak berbeda antara Jawa Pos dng
> beberapa media lain. Kalau media lain mengutip dng jelas alasan yg
> dikemukakan FB cs mundur, tidak demikian dng JP. Bahkan pd salah satu
alinea
> JP menulis bahwa kemungkinan FB cs mundur adalah karena tidak mendapat
jatah
> kursi di parlemen.
>
> Padahal media lain menulis dng jelas alasan yg dikemukakan FB: Keluar dari
> PAN karena apa yg dilakukan PAN kini amat jauh dari yg ingin diperjuangkan
> seperti pd saat pendiriannya. "Saya membohongi diri sendiri, kalau terus
> berada di PAN," kata FB.
>
> JP, menulis pd salah satu alineanya itu demikian: "PAN yg hanya mendpt
7,1%
> suara harus membagi kursi yg mereka dapat. Dan, tampaknya, kelompok
> nasionalis yg dikomandani Faisal tergusur...."
>
> Kalimat2 FB yg cukup pedas mengkritik tokoh2 teras PAN tdk dimuat JP.
> Misalnya berita seperti yg dimuat di TI, yg saya kutip di bawah ini, sama
> sekali tidak ada di JP.
>
> Apakah benar sinyaleman yg mengatakan bhw orang2 di harian terbesar di
Jatim
> ini memang pro PAN (AR)?
>
> Dilihat dari cara pemberitaannya sih rasanya ada benarnya. Misalnya, yg
saya
> perhatikan pd rubrik Mr. Pecut-nya. Yg terus saja mengkritisi GD. Dan
selama
> ini tdk ada satu pun kritik yg ditujukan kpd AR. Seolah-olah AR adalah
> politisi yg nyaris sempurna. Sehingga tak ada yg bisa dikritik darinya.
>
> Sewaktu AR terus2 memberi komentar2 yg menyudutkan Megawati tempo hari,
> harian ini lewat rubrik Mr. Pecut-nya juga terus2-an mengkritisi Megawa.
Yg
> paling ditonjolkan sampai jadi bosan membacanya padawaktu itu, adalah air
> mata Megawati yg mungkin dinilai terlalu murah, atau air mata buaya saja
(yg
> bisa ditafsir begitu)?
>
> Tetapi, sejak AR "seolah-olah" mengdukung Megawati. Sifat kritis terhadap
> Mega itu hilang, berbalik sekarang GD yg terus menjadi 'korban' Mr. Pecut.
>
> Memang semuanya adalah hak JP (menjadi koran partisan?). Sebagaimana saya
yg
> punya hak menilai. Lepas dari apakah itu benar, atau tidak.
>
>
>
> -----
> Fwd berita dari TI:
>
> Kecewa dengan Sikap Partai
> Faisal Basri Mengundurkan Diri dari PAN
> 15 Jan 2001 23:28:11 WIB
>
> TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Dewan Pimpinan Pusat DPP Partai Amanat
> Nasional (PAN), Faisal Basri, menyatakan akan segera mengundurkan diri
dari
> partai berlambang Matahari Terbit tersebut. Ia merasa kecewa dengan partai
> yang dipimpin oleh Amien Rais itu. Pernyataan itu dikemukakan Faisal usai
> diskusi Kepemimpinan Nasional di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Senin
> (15/1).
>
> Menurut Faisal, selama bergabung dengan PAN, ia tidak mampu mewujudkan
> demokratisasi di tubuh partai tersebut. Aspirasinya selama ini selalu
> terganjal oleh kepentingan politik sesaat para elit di PAN. Bahkan, Faisal
> malah dianggap sebagai pengganggu partai. "Saya sampai dua kali mendapat
> surat peringatan. Saya dituduh melenceng. (Karena itu) saya putuskan akan
> keluar dari partai ini. Mungkin PAN bukan habitat saya," tegasnya.
>
> PAN, lanjut dia, tidak lagi mengutamakan kejujuran dan etika politik yang
> baik. Yang ada hanyalah kebohongan-kebohongan. Salah satu contohnya adalah
> orang yang mengatakan kondisi ekonomi di bawah pemerintahan Abdurrahman
> Wahid memburuk. Menurut dia, orang seperti itu adalah orang yang munafik.
> "(Dan) Amien Rais adalah salah satu contohnya," tegasnya.
>
> Meski secara pribadi Faisal telah menyatakan keluar, ia akan tetap
mengikuti
> peraturan yang ada. Untuk itu, ia akan mengirimkan surat pengunduran
dirinya
> kepada partai serta menggelar jumpa pers dalam waktu dekat. "Mungkin saya
> beramai-ramai dengan teman. Lebih dari lima orang yang menyatakan keluar,"
> lanjutnya tanpa merinci nama-nama anggota PAN lainnya yang menyatakan
keluar
> tersebut.
>
> Setelah keluar dari partai, staf pengajar Fakultas Ekonomi Universitas
> Indonesia itu mengatakan akan lebih aktif menjalankan tugasnya sebagai
Ketua
> Komisi Pengawas Persaingan Usaha. "Kelihatannya saya akan istirahat dulu
> berpartai. Tapi, bukan berarti saya kapok berpartai," tukasnya. Soal
> kemungkinan pindah ke partai lain atau membuat partai baru, ia mengaku
belum
> memikirkannya.
>
> Tidak Pengaruhi Partai
>
> Menanggapi pengunduran diri Faisal ini, Ketua DPP Partai Amanat Nasional
> (PAN), AM Fatwa, menyatakan hal itu tidak akan mempengaruhi partai.
Apalagi,
> Faisal selama ini dinilai tidak mempunyai akar di basis pendukung PAN.
"Saya
> kira tidak terlalu berpengaruh terhadap konstituen partai. Paling-paling
> hanya di lingkaran elit saja," ujar Fatwa kepada TEMPO Interaktif.
>
> Namun, Fatwa menyayangkan sikap Faisal yang lebih dulu menyebarkan masalah
> ini kepada pers. Menurut dia, Faisal seharusnya melaporkan masalah ini
> kepada partai atau DPP sebelum melemparnya kepada pers. Sebagai pribadi,
ia
> sendiri tidak menyesalkan pengunduran diri itu. Faisal dikatakannya telah
> banyak melakukan aksi-aksi pribadi yang tidak sesuai dengan kebijakan DPP.
> "Pokoknya, Faisal telah melanggar komitmen partai," ungkap Fatwa tanpa mau
> merinci kesalahan Faisal.
>
> Fatwa juga membantah apabila pengunduran diri Faisal ini dikaitkan dengan
> konflik yang muncul di dalam tubuh DPP PAN. Terlebih lagi jika dikaitkan
> dengan perpecahan akibat pertarungan di Kongres I PAN di Yogyakarta.
"Kalau
> itu sih sudah selesai dan nggak ada masalah," kata Fatwa. Tentang tudingan
> Faisal bahwa komitmen PAN tidak lagi sesuai, Wakil Ketua DPR ini enggan
> berkomentar. "Itu penilaian subyektif," kilahnya.
>
> Berbeda dengan Fatwa, Ketua Fraksi PAN DPR RI Hatta Radjasa mengaku
terkejut
> dengan keinginan Faisal tersebut. Selama ini, kata dia, Faisal tidak
pernah
> menunjukkan kekecewaannya. Bahkan, saat acara Halal bi Halal PAN pada
Minggu
> (14/1) lalu, Faisal tidak mengatakan apa-apa. "Pak Faisal malah masih
sering
> memberikan masukan-masukan kepada partai melalui litbangnya," ujar Hatta.
>
> Ia hanya berharap Faisal tidak serius dengan niatannya itu. "Saya masih
> berharap Pak Faisal tetap bersama-sama dengan kami di partai," katanya.
> Sementara itu, Ketua Umum PAN, Amien Rais, belum dapat dimintai
komentarnya.
> Amien sedang melawat ke Tunisia dan Aljazair sampai 10 hari mendatang.
(Oman
> Sukmana/Deddy Hermawan/ Dara Meutia Uning)
>
>
>
>
>
>
>
> ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com 















Kirim email ke