Wah, susah dan panjang ya Om Pop?
harus berkonsiliasi politik, rakyat, dll.
sedang banyak kalangan lsm-2 kere
yang lebih banyak mengurusi rakyat
kecil dan petani, sudah mengeluhkan
bahwa kalangan awah yang harusnya
dapat diikat pada RT-RW, sudah jeleh
dengan perangkat-2 itu. apalagi pada
rumahnya yang di Jakarta.

Mereka berpendapat, sekarang ini
sebaiknya diusahakan agara rakyat
tak terlalu lagi bergantung kehidupannya
kepada wakil-wakilnya, bahkan kepada
pemerintah sekalipun. dengan catatan
mereka disadarkan masih terikat dalam
bentuk imajiner bangsa besar INDONESIA.

Sayang, bahwa keinginan mereka pun sekarang
buntu. mereka ingin berbuat sesuatu untuk
membangun bangsanya dari lapis paling bawah,
tetapi apa dan bagaimana caranya. itu keluhan
kelompok lsm-2 kere yang kuat terungkap tapi
tak kuasa bergema. apalagi sampai ibukota.
beberapa malah menuntut sekarang kepada
wakil-wakilnya agar setidaknya mau memperhatikan
keluhan para pemilihnya. (sayang waktu itu mereka
banyak memilih partai! dan pertimbangan utamanya
adalah CALON PRESIDEN bukan calon anggota
legislatif). mereka menuntut, bersediakah wakil-2
terhormat itu kembali ke daerah pemilihan masing-2
untuk melihat (2 MATA) dan mendengar (2 TELINGA)
atas kondisi dan aspirasi MURNI rakyat, sebelum
mereka bicara (hanya satu MULUT) menyatakan diri
sebagai penyampai aspirasi RAKYAT. sebelum nafkah
yang memasukinya mengandung UMPATAN dan
CACIMAKI rakyat.

hehe, memang rupanya mereka lupa bahwa dasar
negara yang sedang mereka kendarai adalah pancasila
dengan sila ke-4 'yang dipimpin oleh hekmat kebijaksanaan
dalam permusyawaratan/perwakilan'. segi di belakang
garis miring itu terlupakan. lihat kengototan pansus
yang ingin 'nggruduk' istana untuk bersidang, dengan
seorang promovendus seorang warga negara bernama
ABDURRAHMAN WAHID, yang katanya sewaktu dipanggil
berstatus warga biasa dengan namanya itu, tetapi sewaktu
diselidik, berubah triwikrama menjadi KEPALA NEGARA dan
KEPALA PEMERINTAHAN.

salam,

Fukuoka Kitaro
--------------------------
2 mata, 2 telinga, 1 MULUT,
jagan dibalik urutannya!


----- Original Message -----
From: "My Populis" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, January 20, 2001 12:07 AM
Subject: [Kuli Tinta] Re: [indonesia_damai] RT&RW: Konferensi
Rukun Tetangga dan RUkun Warga


TEROR BUKAN MAKANAN ANEH.

Saya hanya mengajak kepada kita semua yang ingin menuntaskan
kemelut di
negara ini. Dengan lebih
terbuka.

Dalam ilmu sosial dan politik dikenal arti rakyat.
Atau rakyat yang berdaulat. Makna kedaulatan rakyat
ada pada lembaga Tinggi negara yang kita sebut DPR.

Tetapi ketika awal reformasi dalam makna transisional.
Ada perangkat-penarangkat teknis yang tidak kita cermati
itu hidup dan menjamur dimasyrakat.

1. Mulai munculnya berpuluh-puluh organisasi yang mengatas
namakan rakyat.
2. Timbulnya tekanan-tekanan masa baik dari kelompok yang sudah
sering
dikenal maupun yang baru.

Kedua hal diatas ini saya angap baik. Saya dapat menerima
jika ada beberapa kalangan munculnya budaya berorganisasi
ini dianggap salah.

Tetapi yang aneh adalah munculnya organisasi yang seharusnya
pun tidak usah takut untuk terang-terang muncul.
Kelompok teror yang tidak berinisial dan beridiologi jelas ini
memungkinkan terjadinya bentrokan pengkaburan makna
demokratisasi.

Dari dua sisi kekuatan kelompok tak jelas ini. Makin kuat dengan
adanya lembaga DPR yang tidak aspiratif terhadap rakyat.
Sistem tentang susduk MPR tidak memungkinkan wakil rakyat
dekat dengan pemilihnya. Atau malu-malu untuk mengatakan
bahwa kami partisan dari kelompok itu.

Cuma ormas PBB dan HMI yang benar-benar berani menekan
pemerintahan GUSDUR. Selebihnaya kelompok tak jelas dan
banyak dugaan kelompok ini hidup dadakan alaias tidak punya
fisi organisasi dan konsep yang jelas hal ini terlihat ketika
demo menetang gusdur kemarin.

Dari beberapa kelompok massa ada kelompok lain yang lebih
berpengalaman dalam menjatuhkan orde baru. Dengan puluhan
organisasi
dibelakangya. Kelompok ini sebenarnya mayoritas mempunyai konsep
yang jelas
dari awalnya. Tetapi karena
politik kita sudah dikuasai oleh politik ala macifeli ini. Maka
elit
lah yang lebih menentukan dari pada aspirasi massa. Figur
pun lupa pada massanya.

REKONSILISASI ORGANISASI.

Dari beberapa diskusi yang saya ikuti terlihat adanya keinginan
untuk menyelesaikan permasalahan konflik pada makna
yang lebih substansial. UUD45 menjelakan bahwa seluruh
warga masyarakat berhak untuk berbicara lisan dan tulisan
dan berkelompok (Organisasi).

MAKNA DEMOKRASI / PERBEDAAN dalam ORGANISASI.

Oleh sebeb itu diberlukan Rekonsiliasi Organisasi yang benar-
benar memperjuangkan semangat perbedaan dan wadah
yang konkrit yang dapat menjelaskan kepentikan ekonomi dan
politik dari para anggotanya.

Oleh sebqab itu diskusrsus tentang negara dan sistem masyarakat
sudah
selayaknya tidak menjadi barang tabu lagi
untuk diungkap dan didiskusikan.

Seluruh elemen masyarakat sampai tingkatan terkecil harus
punya cantolan, sehingga mudah untuk menganalisa dan
menilai seluruh tuntutan dari rakyat.

BENARKAH DPR WAKIL RAKYAT?

Jika kita bertanya ketika ada kesalahan pada kabinet atau
pemerintah benarkah bahwa itu adalah tuntutan rakyat?
sebagian kecil mengatakan bahwa itu bukan tuntutan rakyat.
Orang semakin emoh melihat politik. Orang semakin jauh
dari DPR. Selain orang-orang yang dibayar untuk mendukung
kelompok (bukan komunitas) yang dia perjuanginya.

MULAI MEMBANGUN REKONSILIASI ORGANISASI
LEWAT DEWAN YANG BERAKAR DARI RAKYAT.

Dulu ketika munculnya berpuluh-puluh organisasi mahasiswa
yang berbeda, perbedaan dapat disalurkan lewat lembaga
pemersatu mahasiswa yang disebut DEWAN MAHASISWA.
Ketika ada masalah yang menjadi kepentingan (mahasiswa)
secara utuh tuntutan tersebut murni jatuh pada kepentingan
mahasiswa.

Begitu pula dengan organisasi lainnya. Jika ditani ORBA berhasil
membentuk
KTI (kerukunan Tani Indonesia). Tetapi maknanya bukan perbedaan
(demokratisasi) tetapi setralisme tunggal yang ada sehingga
wacana perbedaan
dari kalangan kaum buruh indonesia tidak hidup. Bentuk inilah
yang banyak
dituduh orang Indonesia berwatak Stalinis tersebut. Begitu Juga
dengan Buruh
yang hanya satu Organisasi yaitu SPSI.

Tetapi ketika orba bergulir SPSI-pun hampir sama dengan PWI
bubar menjadi
SPSI reformasi dan PWI reformasi, Muncul aji dan sebagainya.

Menganalisasa kebebasan yang tidak bertanggung jawab dalam pers
misalnya.
Oleh sebab itu dibutuhkan DEWAN PERS. Dewan yang aspirasinya
dari seluruh
organisasi wartawan yang ada di Indonesia.

Seluruh Komponen masyarakat BURUH, TANI, WARTAWAN (atau Kelompok
Profesional
lainnya), MAHASISWA, PENGANGURAN/PEDAGANG KECIL/KAUM MISKIN
KOTA, PENGUSAHA
harus memiliki ORGANISASI dan dewan sebagai pelindung mereka.
Oleh sebab itu
dengan diadakannya rekonsiliasi secara keseluruhan lewat
organisasi mau
tidak mau rakyat harus berorganisasi.

PENTINGNYA BERORGANISASI dan KEPENTINGAN
MEMBENTUK PAYUNG DEWAN.

1. Menghidari Profokasi dari kelompok yang tidak jelas
indentitas organisasinya.
2. Menghindari gerakan BAWAH TANAH dari elemen sakit hati.

SAMPAILAH KITA PADA KONTROL DPR?
Jika kita sudah memiliki wada dan temapat bermusyawarah.
Kita dapat menghidupi DEWAN RAKYAT yang benar-benar hidup dari
kontrol
rakyat dan bertanggung jawab pada rakyat.
Maka MPR yang memang diseluruh negara kecuali Indonesia
saja memiliki MPR sudah dipandang usai dan tidak perlu.

DEWAN-DEWAN MUSYAWARAH daerah dan ORGANISASI
inilah yang akan menyampaikan secara berkala kepada legislatif
sebagai panduan bekerja Eksekutif. Sehingga tidak ada lagi
polemik dukung mendukung dan pro-proaan.

SELAMA SISTIM POLITIK YANG BERLAKU DI INDONESIA
BERSIFAT TOP DOWN. SIAPAPUN PEMERINTAHNYA
AKAN BERJALAN DITEMPAT.

RUMAH RAKYAT DPR ITULAH YANG DIBENAHI. DAN CARA
MEMBENAHINYA BUKAN DENGAN MENGAJI WAKIL RAKYAT
TINGGI UNTUK UPAH PEMILU MEREKA.

SISTEM YANG BERLAKU (seperti tulisan Arbi Sanit di KOMPAS) tidak
memungkinkan wakil Rakyat yang ada DI DPR
untuk dekat dengan Pemilihnya (Rakyatnya).

Untuk itu harus ada kesamaan dan kesamaan itu menurut saya
bukan dibangun dari atas. Jika dari atas ketakutan saya yang
akan terjadi budaya Stalis baru di kehidupan rakyat di
Indonesia.
Rekonsiliasi harus berakar dari kepentingan rakyat bawah dan
wadah
organisasi terkecil dibawahnya.

Wassalam

MYP


----- Original Message -----
From: siska widyawati <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 19 Januari 2001 1:26
Subject: [indonesia_damai] RT&RW: Konferensi Rukun Tetangga dan
RUkun Warga


> Salam
> waduuh anda insinyur dan semacamnya? atau mau
> mancing..? heheheh
> KOnferensi RT-RW adalah konferensi Rukun Tetangga atau
> RUkun Warga se Indonesia. Peak konferensinya bisa
> diganti (seperti pertemuan karang taruna, persatuan
> majelis taklim) tapi yang jelas dibutuhkan satu
> gerakan yang menyentuh langsung orang kebanyakan dan
> menembus langsung sampai dalam pembicaraan
> kantung-kantung pos ronda, warung kopi, warteg, arisan
> dan dapat dipraktekkan. Sederhana tapi substantif.
> KOnferensi itu berisi pelatihan praktis:
> 1. Membangun pertahanan masyarakat. (Misalnya apa sih
> yang dilakukan kalau ada kerusuhan, warga disiapkan
> untuk membuat semacam base perlindungan di kantungnya
> sendiri)
> 2. Strategi menangkis isue dan kepanikan.
> 3. Membangun link antar RT-RW sehingga informasi yan
> gsifatnya menggau dapat terwakili.
> Pada intinya hal-hal semacam itu. Sebab masyarakat
> harus mempunyai pertahanan sendiri secepatnya. Kalau
> tidak mau berapa korban lagi. Dan yan gpaling penting
> . Mau bergantung sama siapa lagi?. KEcuali TUhan dan
> diri sendiri, serta kesadaran bersama yang insya allah
> dapat kita bangun, kita tidak dapat percaya
> siapa-siapa lagi.
>
>
> --- [EMAIL PROTECTED] wrote: > --- In
> [EMAIL PROTECTED], siska widyawati
> > <[EMAIL PROTECTED]>
> > wrote:
> > > selamat pagi, siang dan malam,
> >
> > selamat malam, pagi dan siang mbak Ika,
> > boleh ya saya nimbrung!
> > atau kalau saya salah tolong di koreksi...
> >
> > >
> > > NB:Usulan saya ttg konferensi RT-RW, dan
> > semacamnya
> > > itu serius. Kenapa ya, FID tidak mengambil posisi
> > itu.
> > > Soalnya yang berposisi sebagai "pemain level
> > > kebijakan" itu sudah banyak. FID mau menciptakan
> > > apa,kelas menengah ? itu sudah tercipta. Tidak ada
> > > yang menyentuh (betul-betul) menyentuh orang
> > > kebanyakan. Tidak bisa digerakkan pribadi. Itu
> > harus
> > > dimulai dari "pemain - pemain public figure kita"
> >
> > Konferensi RTRW itu maksudnya Rencana tata ruang?
> > kalau yang dimaksud RTRW itu adalah tata ruang,
> > mengapa harus konferensi tingkat nasional?
> > dan mengapa pula harus FID yang mengambil posisi?
> >
> > soale,
> > RTRW (kalau artinya tata ruang) itu adalah wewenang
> > PEMDA,
> > dan itu adalah bagian yang telah di
> > desentralisasi-kan ..
> >
> > peace,
> > erna
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > =================================================
> >
> > Forum ini bukan forum debat kusir tetapi bertujuan
> > untuk membangun komunikasi massa yang positif dalam
> > upaya mendorong lahirnya Indonesia yang lebih baik,
> > serta untuk menggali
> > berbagai aspirasi, sambil menguji berbagai langkah
> > FID dalam persepsi komunitas yang lebih luas atau
> > kirimkan pula kritik & masukan terhadap kelangsungan
> > FID di masa yang akan datang dan untuk tercapainya
> > Indonesia yang lebih baik.
> >
> > Bila ingin menjadi anggota milis ini kirimkan email
> > ke: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Bila ingin keluar dari keanggotaan milis ini
> > kirimkan email ke:
> > [EMAIL PROTECTED]
> >
> > =================================================
> >
>
>
> ____________________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Get your free @yahoo.co.uk address at http://mail.yahoo.co.uk
> or your free @yahoo.ie address at http://mail.yahoo.ie
>
> =================================================
>
> Forum ini bukan forum debat kusir tetapi bertujuan untuk
membangun
komunikasi massa yang positif dalam upaya mendorong lahirnya
Indonesia yang
lebih baik, serta untuk menggali
> berbagai aspirasi, sambil menguji berbagai langkah FID dalam
persepsi
komunitas yang lebih luas atau kirimkan pula kritik & masukan
terhadap
kelangsungan FID di masa yang akan datang dan untuk tercapainya
Indonesia
yang lebih baik.
>
> Bila ingin menjadi anggota milis ini kirimkan email ke:
[EMAIL PROTECTED]
>
> Bila ingin keluar dari keanggotaan milis ini kirimkan email
ke:
[EMAIL PROTECTED]
>
> =================================================
>


................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
http://www.indokado.com


















................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com 















Kirim email ke