----- Original Message ----- From: Hidajat Sjarif <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Sunday, January 21, 2001 2:19 PM Subject: [dunia Islam] SERUAN KISDI BERKENAAN DENGAN PERINGATAN DUA TAHUN TRAGEDI MALUKU > SERUAN KISDI BERKENAAN DENGAN PERINGATAN DUA TAHUN > TRAGEDI MALUKU > > 19 Januari 2001 > > Tepat hari ini, 19 Januari 2001, tregedi Maluku > berumur dua tahun. Tragedi Maluku merupakan suatu > tragedi yang sangat ironis, karma harus terjadi di > sebuah negara Muslim terbesar di dunia. > > Tanggal 19 Januari tidak akan dilupakan oleh umat > Muslim, bahwa pada hari itu, mereka sedang merayakan > Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1419 Hijriah, ketika > mereka diserang oleh kelompok Kristen. Rumah-rumah > warga Muslim dan masjid-masjid dibakar, mereka diusir > dari kampung halamannya didahului dengan penggalangan > isu anti BBM (Buton, Bugis, Makasar). > > Puluhan bahkan ratusan ribu kaum Muslim kemudian > dipaksa meninggalkan > Ambon. > > Jelas sekali, penyerangan kelompok Kristen itu sudah > disiapkan dengan sangat rapi, dengan tujuan > memusnahkan umat Muslim (Muslim cleansing) -- > setidaknya mengurangi populasi umat Muslim di Maluku. > > Gerakan Kristen 19 Januari 1999 itu begitu jelas dan > transparan, Seharusnya pemerintah segera mengusut > dan membongkar konspirasi yang akhirnya terbukti > berujung pada rencana separatisme. Eratnya kerjasama > aktivis-aktivis RMS dengan tokoh-tokoh serta media > Kristen seperti dibentuknya website "RMS-siwalima", > serta yang terakhir adalah pembelaan besar-besaran > tokoh-tokoh Kristen Maluku terhadap Front Kedaulatan > Maluku (FKM) pimpinan dr. Alex Manuputty, yang jelas > jelas menyatakan akan memperjuangkan lepasnya Maluku > dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. > > Karena itu, perjuangan (jihad) umat Muslim di Maluku > selain untuk membela diri dari serangan-serangan > kelompok Kristen ekstrim-yang berulangkali terbukti > beritikad tidak baik dan enggan hidup berdampingan > secara damai dengan umat Muslim-adalah juga dalam > rangka mempertahankan keberadaan Maluku dalam Negara > Kesatuan Republik Indonesia, dan menolak menyerahkan > Maluku kepada Belanda atau negara-negara imperialis > lainnya. > > Menghadapi perkembangan tregedi Maluku yang sudah > berlangsung dua tahun, KISDI menyerukan: > > 1. Kepada pemerintah RI, dan TNI/Polri pada khususnya, > agar tidak bersikap lemah dan menyerah kepada > tekanan-tekanan kelompok separatis Kristen Maluku yang > tak henti-hentinya mencoba mengintennasionalisasi > masalah Maluku dengan mengundang intervensi asing ke > Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gerakan-gerakan > makar yang bekerjasama dengan unsur-unsur RMS dan > sekarang dilanjutkan oleh FKM, dengan sangat jelas > dapat diketahui dan ditemukan bukti-buktinya. Gerakan > makar mereka itu tidak akan dapat berlangsung mulus, > selama umat Muslim tidak dapat dimusnahkan-atau > setidaknya dikurangi jumlahnya secara signifikan-dari > bumi Maluku. Jika pemerintah RI benar-benar serius > menjaga keutuhan Negara Kesatuan RI, maka seharusnya > terhadap gerakan separatis Kristen Maluku segera > diambii tindakan tegas, dan tidak memusuhi para > mujahidin Maluku yang telah mengorbankan harta dan > jiwa mereka untuk membela kebenaran. > > 2. Mendesak kepada Pemerintah RI, agar terus mengusut > mereka yang terlibat dan menjadi otak penyerangan > terhadap umat Islam 19 Januari 1999, Tragedi > Berdarah Idul Fitri 1419 H di Ambon dan segera > menyeret para pelakunya ke pengadilan sebagai bukti > kesungguhan Pemerintah menegakkan hukum. > > 3. Kepada umat Muslim Maluku, dan para mujahidin > Maluku pada khususnya, agar tetap menjaga persatuan, > tidak termakan taktik "devide et impera" model > penjajah Kristen Belanda, tetap memelihara ruhul > jihad, tidak lengah, dan tidak termakan provokasi atau > bujukan dari berbagai pihak yang dapat memperlemah > semangat jihad dalam menghadapi setiap kemungkinan. > > 4. Kepada umat Muslim Indonesia, agar memberikan > dukungan penuh kepada perjuangan umat Muslim di > Maluku, khususnya para mujahidin dari mana pun > datangnya, yang telah rela mengorbankan diri dan > keluarga, demi melaksanakan kewajiban jihad > sebagaimana diperintahkan Allah SWT. (QS 2: 190-191). > KISDI sangat menyesalkan berbagai pernyataan dari > kalangan Muslim sendiri yang tak henti-hentinya > menyudutkan saudara-saudaranya yang sedang berjuang > di Maluku. Seyogyanya, umat Muslim tidak mengulang > perbuatan tokoh munafik Madinah Abdullah bin Ubayyi > yang menggembosi pasukan Rasulullah SAW ketika hendak > berperang melawan kaum kafir Makkah di Bukit Uhud. > Ingatlah, tempat orang?orang munafik (yang mengaku > Islam tetapi hatinya menyimpan dendam dan kebencian > terhadap Islam dan umat Muslim) adalah di keraknya > Neraka (QS 4: 145). > > 5. Kepada para pemimpin Dunia Islam, agar lebih aktif > memainkan peranannya, untuk mengimbangi aktivitas > negara-negara Kristen Barat, yang telah termakan opini > pihak Kristen dalam memandang masalah Maluku, > sehingga terus-menerus memberikan tekanan kepada > pemerintah untuk memusuhi para mujahidin Maluku. > > > Demikian seruan KISDI ini kami sampaikan dengan > setulusnya, sebagai manivestasi dari kewajiban kami > untuk membantu sesama saudara Muslim yang berada pada > posisi terancam dan teraniaya. > > > Jakarta, 19 Januari 2001 > Dewan Pimpinan Pusat > Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Yahoo! Auctions - Buy the things you want at great prices. > http://auctions.yahoo.com/ > > Milis Informasi Dunia Islam > http://listen.to/dunia-islam.org > > To Post a message, send it to: [EMAIL PROTECTED] > To join, send a blank e-mail to: [EMAIL PROTECTED] > > ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia............... Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
