SEKALI LAGI HANYA SATU KATA BUBARKAN DPR/MPR
PRODUK ORDE BARU. HANYA DENGAN PEMBUBARAN
DPR/MPR DAN REKONSILIASI KEBAWAH (RAKYAT)
BISA MEMECAHKAN KEMELUT BANGSA INI.
AMIEN, AKBAR, MEGA, ELIT PBB, ELIT PPP, GUSDUR SETALI TIGA UANG.
sitambah lagi orang-orang yang dibutakan hatinya dengan gerakan
MORAL.
GUSDUR JIKA DIPANDANG DENGAN NAFSU TURUN AKAN LEBIH BAIK MAKA JALANKAH SAJA.
HA... HA....
TUGAS AKAN LEBIH RINGAN UNTUK MENUJU REVOLUSI RAKYAT. MEMANG JIKA MENURUT
ELIT (MUNAFIK) BARATA YUDA LEBIH BAIK BOK LAKUKANLAH, TUNGGU TUMPAKAN AMARAH
RAKYAT KEPADA KAUM MUNAFIK DAN OPERTUNIS ITU. RAKYAT SUDAH MUAK DIKIBULI DAN
DIADU TERUS. MAAF JIKA ELIT OPERTUNIS DAN MUNAFIK INI YANG DIA PILIH, SEKALI
LAGI MAAF KAMI TUJUKAN PADA GERAKAN MORAL DAN FID DAN ORGAN APAPUN YANG
MEMODERASI GERAKAN MASSA KAMI HARUS MATI UNTUK KEADILAN.
HANYA DUA PILIHAN UNTUK MILITER BERHADAPAN DENGAN RAKYAT ATAU MENGABDI DAN
BERGABUNG DENGAN BARISAN RAKYAT YANG MENGUSUNG CITA-CITA REVOLUSI
DEMOKRATIK. TIDAK ADA LAGI KATA HALUS UNTUK MELIHAT SANDIWARA INI.
DAN SEKARANG ANDA SEMUA DAPAT BELAJAR DENGAN POLA OPERTUNIS PERS. MAKA
KENAPA ANDA TIDAK MENUANGKAN PIKIRAN SENDIRI DAN MEMBUAT SENDIRI MEDIA PERS
ALTERNATIF. MEDIA PERLAWANAN DAN SELEBARAN.
SEKARANG BUKAN LAGI KITA BICARA GOLKAR ATAU TIDAK GOLKAR SARANG PENYAMUNLAH
YANG HARUS KITA PERBAIKI, DAN SARANG ITU ADA DI DPR MPR..
MYP
-----Original Message-----
From: BKC1214 Nopi Hidayat <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 01 Februari 2001 18:16
Subject: RE: [Kuli Tinta] Re: wakil rakyat....
>
>
>Is better, selesaikan masalah kecil di GD dulu, baru kemudian
>masalah BLBI, KKN or dsb deh (ciptakan kepastian hukum lebih dulu
>dengan contoh kongkrit), la gimana mo masalah yg besar2 selesai
>masalah yg kecil aja nggak bisa!!.
>Biarkan DPR bekerja, tentunya yg sesuai konstitusi dan biarkan
>pula GD bekerja sambil proses hukum berjalan sebagaimana mestinya
>bukan malah bikin opini2 yang tidak perlu yg disengaja untuk
>mengaburkan substansi sebenarnya, apakah GD terlibat atau tidak?.
>Untuk pemilu or dekrit atau apa kek namanya belum bisa dilakukan
>s.d. saat ini...karena saya kasian banyak yg harus kita bayar mahal
>nantinya, PENTINGKANLAH MASYARAKAT INDONESIA SECARA KESELURUHAN &
>BUKAN HANYA GOLONGGANNYA SENDIRI.
>
>Salam,
>
>-----
>T.ManiK wrote :
>PEMILU DIPERCEPAT... ??? Ah, itu khan keinginan orang-orang yang mau
>ngincar kursi kepemimpinan aja. Belum tentu hasil Pemilu itu lebih baik
>(seperti kata Kang Agus), sementara social cost tetap harus dibayar.
>Kayaknya langkah Gus Dur untuk 'freezing' parlemen boleh juga tuh. Selain
>itu fungsi korektif dari unsur masyarakat (terutama gerakan mahasiswa yang
>belum terkontaminasi konflik politik) harus jalan. Mudah-mudahan kita
>nggak
>terjebak untuk nurunin orang yang sdh kita pilih sendiri dengan susah
>payah.
>Ingat biayanya... yang kemaren aja masih berasa.
>
>-tmp-
>'Semper Fi'
>
>
>-----Original Message-----
>From: [EMAIL PROTECTED]
>[mailto:[EMAIL PROTECTED]]
>Sent: 31 Januari 2001 14:18
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [Kuli Tinta] Re: wakil rakyat....
>
>Walaupun Pemilu di percepat, tapi kalau cara pemilihan calon2 wakil
>rakyatnya
>masih belum bisa menghasilkan wakil2 yang baik...., jadinya yah... sama
>saja
>mutu wakil2nya akan seperti sekarang... yang blunder dari mulai memilih
>presiden
>sampai ke pemilihan prioritas tugas2 yang harus diselesaikan
>..................
>jadi semua sumber masalah adalah di wakil2 rakyat......, dan dampaknya ke
>segala
>permasalahan......
>
>cheers,
>AgusW
>
>"BKC1214 Nopi Hidayat"
>01/31/2001
>06:03:21 AM
>
>Please respond to [EMAIL PROTECTED]
>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>cc: (bcc: Agus Widjiastono)
>Subject: Re: [Kuli Tinta] detik.com sore ini, RE: [Kuli Tinta] Re: SCTV,
> siang ini (30 Jan 2001)
>
>Wah seperti kalau permilu dipercepat cost social-nya
>buesar banget yg harus rakyat keluarkan?,
>belum lagi kita lunas mbayarin listrik/minyak/pajak yg pada naik
>eh ketimpuk dengan hal yang lain lagi...ruwet2.
>
>tapi kalau itu terpaksa sih boleh2 aja.
>
>Salam,
>-----------
>
>Martin Manurung Wrote :
>Presiden tak bisa membubarkan DPR
>tetapi ada jurisprudensi Dekrit Presiden 5 Juli
>dan ada jurisprudensi bahwa Pemilu bisa dipercepat
>
>Kalau begitu percepat saja pemilu
>____________________________________________
>Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
>Faculty of Economics, University of Indonesia.
>
>My religion is very simple,
>my religion is kindness
>-- Dalai Lama
>----- Original Message -----
>From: Imron Zen <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Tuesday, January 30, 2001 6:55 malam
>Subject: [Kuli Tinta] detik.com sore ini, RE: [Kuli Tinta] Re: SCTV, siang
>ini (30 Jan 2001)
>
>
>> dari berita detik.com di bawah ini, maka amat sangat
>> wajar pertanyaan Indiarto 'Apa Gus Dur tidak tahu
>> konsekuensinya dengan melempar wacana tersebut ?'
>>
>> iz
>>
>> http://www.detik.com/peristiwa/2001/01/30/2001130-173102.shtml
>> Akbar Tandjung:
>> Presiden Tak Bisa Bubarkan DPR
>> Reporter: Aulia Andri
>> detikcom - Jakarta, Ketua DPR Akbar Tandjung
>> menyatakan, Presiden dan DPR merupakan lembaga tinggi
>> negara yang sama kedudukannya. Dengan begitu, menurut
>> Akbar, sesuai konstitusi Presiden tidak bisa
>> membubarkan DPR. Demikian juga sebaliknya.
>> "Kalau berdasarkan konstitusi, tak ada dasar untuk
>> mengambil tindakan pada DPR. Apalagi oleh Presiden.
>> Presiden dan DPR itu sama-sama lembaga tinggi negara.
>
>cut.
>
>
>
>...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--