memperhatikan tulisan arbi sanit beberapa bulan yll. kan jelas bahwa 35% (brarti ada 170-an orang) anggota DPR adalah pengusaha. jadi sudah menjadi ciri para pengusaha kan? bahwa dalam pengusahaan sesuatu itu kalau ndak bersaingan yaaa malah KONGSI.. kan gitu. dalam konsi itu kan bisa saja lintas etnis, lintas kepentingan dan lintas partai.... kan cuma mengemas akhirnya saja mau pakai cap apa! hanya aku cukup bergembira setelah barusan menyaksikan PRO & KONTRA TPI dengan tokoh Cak Matori, Buya Fatwa dan Bang Fahmi. Bahwa ternyata diskusi mereka yang berebut kepercayaan diri membuat Bill Liddle (benar nggak?) terbahak di ujung telepon..... dan ada 3 point penting yang datang dari Buya Fatwa, bahwa beliau sekarang telah dapat menerima MW sebagai presiden bila (seandainya) GD turun. [hanya aku pusing, bila mundurnya GD lewat SI atau memorandum lapis II dan III, apakah kabinetnya juga harus undur diri? kan presidensial...?], sehingga partai beliau bersedia mendukung secara politik (partai) kepada MW dalam koalisi yang utuh dan mantap. kedua Buya Fatwa juga menyerahkan segala tanggung jawab kerusuhan terakhir adalah di pundak GD, seorang. Ke-3 beliau juga menyatakan sudah tahu persis sifat-sifat GD sejak lama (artinya dulu juga menjadi pertimbangan mengapa beliau termasuk yang menjagokan GD untuk mengganjal dengan segala cara atas MW) .... dan Cak Matori memang "ndugal". Klemak-klemek bin plandas-plendus dia bicara "Lho berarti pembicaraan kita dulu sudah tak berlaku yang kata Pak Fatwa menolak MW berlandaskan SARA' (syariat).... [ketika dibantah dengan tidak jelas terdengar oleh kuping-ku, Cak Mat hanya bilang "Yaaa jangan gitu dooong"] Aku senang kalau itu betul, berarti syariat bisa direformasi lewat fraksi reformasi.... Kendugalan dan celelekannya Cak Mat makin kentara ketika diujung acara dia nyelethuk setengah maksa minta waktu bicara: "Jadi saya simpulkan tujuan akhir dari semua ini adalah BAGI-BAGI KUE" ketika menanggapi ulasan Buya Fatwa bahwa jangan sampai MW nanti seperti GD yang membuat kabinet koalisi, tetapi terus diobok- obok lagi..... whwwweew!!!! Ki Denggleng Pagelaran -------------------------- apa bedane fatwa ambek petuah? ----- Original Message ----- From: "Tunggal Ika" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, February 08, 2001 10:04 PM Subject: RE: [Kuli Tinta] Re: SEKALI LAGI RUBAH DPR/MPR-NYA berita terakhir nyang gue denger, katanya "skandal BG and BG" udah jelas ada permainan "oknum" lama, nah lu........ sikap Sri Sultan yang tidak memihak, berarti secara moral "memihak" GD, nah lu........ aib sang ketua mpr, AR, udah mulai keliatan tuh, nah lu...... belajar demokrasi emang bagus, yang jadi masalah adalah bahwa mereka yang duduk di mpr/dpr sok tahu demokrasi sih........... eh tahunya demonstrasi...... maksudnya duitnya kelar deh buat ngebayarin demo..... gitu aza dulu deh ------Original Message------ From: Thomas Manik Prastowo <[EMAIL PROTECTED]> To: "'[EMAIL PROTECTED]'" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: February 8, 2001 9:54:55 AM GMT Subject: RE: [Kuli Tinta] Re: SEKALI LAGI RUBAH DPR/MPR-NYA Sepertinya kalau dibilang tidak ada yang lebih pintar ttg demokrasi ...ya tidak juga. Wakil-wakil rakyat dan para eksekutif khan orang-orang pinter. Barangkali kalau disebut 'minim moralitas' akan lebih tepat. tmp 'semper fi' -----Original Message----- From: BKC1214 Nopi Hidayat Pelawaknya juga ada di Pemerintah bukan hanya DPR/MPR,.. ingat!, kita semua sedang belajar berdemokrasi dan tidak ada yg lebih pintar ttg hal itu. Salam, -------- inilah dunia lawak politikus indonesia. saya setuju sebaiknya diganti saja para ketua mpr/dpr itu. mereka tak lebih dari sibuk nyalahin orang, sementara mereka sendiri sibuk bersiap-siap mau "menggantikan mereka" yang diserangnya. WAKIL RAKYAT MACAM APAKAH ITU? ------Original Message------ From: "BKC1214 Nopi Hidayat" To: [EMAIL PROTECTED] Sent: February 3, 2001 3:37:21 AM GMT Subject: Re: [Kuli Tinta] Re: SEKALI LAGI RUBAH DPR/MPR-NYA Kenapa, karena mau nggak mau kalau kita terpaksa harus mengorbankan sesuatu yg bernilai tentunya dengan nilai yg dikorbankan sekecil mungkin atau bila perlu tidak ada yg perlu dikorbankan, bukan malah sebaliknya?. Salam, ----- MYP wrote : Anda yang memulai maka anda yang menanggung. Apa kamu pikir gerakan reformasi yang katanya diusung Amien (munafik) itu tidak memakan korban? cut ............Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- ............Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- ______________________________________________ FREE Personalized Email at Mail.com Sign up at http://www.mail.com/?sr=signup ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke