Bagaimana tangapan para pendukung poros tengah

myp


-----Original Message-----
From: Daniel H.T <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>;
[EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 03 Maret 2001 1:03
Subject: [Kuli Tinta] Fw.: Taufik Kiemas dan Megawati.


>Beberapa kutipan dari Gema Warta RNSI yang menarik (selengkapnya baca di
>bawah)::
>
>" ......... Kita kan bukan negara Islam, kata Hamzah jadi jika konstitusi
>menyatakan
> Megawati menjadi Presiden, maka PPP akan mendukungnya, meski ia
> perempuan. ...... "
>
> " ... Sebelum berangkat  menurut suatu sumber, ia sudah menganjurkan
kepada
>beberapa perwira
> yang dipanggilnya ke Istana agar melakukan saja kudeta yang mereka
> rencanakan. Ia sudah pasrah. Tetapi para perwira itu meyakinkannya
> bahwa mereka tidak akan melakukan kudeta. ..."
>
>" ... Dalam pelbagai pembicaraan dengan kelompok Poros Tengah, baik
> Taufik dan Megawati tetap meminta fatwa MUI soal wanita tidak boleh
> menjadi presiden, dicabut. Taufik menyadari bahwa hal itu merupakan
> kartu truf  Poros Tengah. Begitu Megawati menjadi presiden bisa saja
> kartu Fatwa MUI itu yang dimainkan oleh Poros Tengah. Fatwa itu jelas
> tidak bisa dicabut seenaknya. Tetapi Mega tetap mendesak pihak
> Muhamadiyah mau pun Poros Tengah agar fatwa itu ditiadakan. Ternyata
> permintaan Megawati dan Taufik itu tidak dikabulkan Amein Rais, Dien
> Syamsuddin maupun Hamzah Haz. Maka bisa diperkirakan bahwa Megawati
> tidak akan segera melangkah meninggalkan Gus Dur tanpa jaminan
> tersebut.  ..."
>
>
>
>
>----- Original Message -----
>From: RNW BERITA list manager <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Friday, March 02, 2001 9:10 PM
>Subject: Warta Berita - Radio Nederland, 02 Maret 2001
>
>
>> ---------------------------------------------------------------------
>>
>> WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
>> Edisi: Bahasa Indonesia
>>
>> Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
>> Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.
>>
>> ---------------------------------------------------------------------
>>
>> Edisi ini diterbitkan pada:
>>
>> Jumat 02 Maret 2001 14:10 UTC
>>
>>
>> * POSISI TAUFIK KIEMAS MAKIN MENGUAT, BAGAIMANA POSISI MEGAWATI?
>>
>>
>> Posisi politik Taufik Kiemas kini bertambah kuat setelah dirangkul
>> Poros Tengah. Jika Mega sampai bisa menjadi presiden, maka bisa
>> dipastikan Taufik akan memimpin PDI-Perjuangan. Pertanyaan besarnya,
>> kapan Megawati akan menjadi presiden, sesudah Gus Dur menyelesaikan
>> empat tahun jabatannya ataukah sebelum itu? Koresponden Syahrir
>> mengirim laporan berikut dari Jakarta:
>>
>> Setelah dua kali bertemu dengan pimpinan-pimpinan partai Islam dalam
>> Poros Tengah, maka posisi Taufik Kiemas dan faksinya di
>> PDI-Perjuangan bertambah kuat. Kelompok Cendana pun terwakili dalam
>> pertemuan-pertemuan itu melalui Fuad Bawazier. Selama ini hanyalah
>> Gus Dur yang membesar-besarkan peranan Taufik dengan beberapa kali
>> mengatakan bahwa Taufik sudah menjamin akan mendukungnya sampai tahun
>> 20004. Bagi Gus Dur ini berarti bahwa Megawati dan PDI-Perjuangan
>> akan tetap menopang kekuasaannya sampai periodenya berakhir. Dan
>> meski pentolan-pentolan PDI Perjuangan belakangan membantahnya, namun
>> Gus Dur tetap percaya pada jaminan Taufik itu. Tetapi itu semuanya
>> menjadi sirna ketika Gus Dur ditinggalkan PDI-Perjuangan saat DPR
>> melakukan pemungutan suara mengenai diterima tidaknya hasil Pansus
>> Buloggate dan Bruneigate sebulan yang lalu.
>>
>> Taufik memang punya alibi tidak bisa mendukung Gus Dur, karena ia
>> saat itu sedang berobat di India. Tetapi sekembalinya dari India,
>> Taufik melalui orang-orang dekatnya justru meminta Gus Dur segera
>> menyerah dan mengundurkan diri secara terhormat. Maka terbukalah
>> kedoknya bahwa ia sesungguhnya setuju istrinya menggantikan Gus Dur,
>> asal konstitusional. Pendapatnya itu pun didukung Angkatan Darat. Ia
>> pun kemudian melakukan manuver-manuver politik untuk Megawati dengan
>> mendekatkan diri pada tokoh-tokoh keturunan Partai Masyumi lama yang
>> kini bersatu dalam Poros Tengah. Taufik juga keturunan anak tokoh
>> Muhamadiyah, Sumatera Selatan. Sama halnya seperti kakek Megawati,
>> yaitu ayahnya Fatmawati Soekarno yang merupakan warga Muhamadiyah
>> Bengkulu. Ini sudah merupakan alasan yang cukup bagi tokoh-tokoh
>> Poros Tengah seperti Amien Rais dan Yusril Ihza Mahendra untuk
>> menerima Taufik dan Mega dalam barisan mereka.
>>
>> Bagi Amien Rais dan kawan-kawannya, langkah-langkah Taufik ibarat
>> orang kembali ke kampungnya yang asli. Taufik lagi-lagi menunjukkan
>> bahwa dialah orang penentu di PDI-Perjuangan. Baik Suparlan maupun
>> Royani Haminullah, anggota-anggota PDI-Perjuangan yang dekat dengan
>> Taufik pernah mengatakan kepada Radio Nederland bahwa Taufiklah yang
>> sesungguhnya menjadikan Megawati Wakil Presiden. Ketika Megawati
>> dikalahkan Poros Tengah di MPR, Taufiklah yang menggerakkan massa di
>> daerah-daerah seperti Solo dan Bali. Setelah terjadi penumbangan
>> pohon dan pembakaran gedung-gedung , Poros Tengah yang tadinya mau
>> mengangkat Hamzah Haz sebagai Wapres lalu mengalah dan mempersilakan
>> Megawati duduk di kursi orang kedua Republik. Tetapi berhasilkah
>> Amien Rais cs mendesak Megawati dan Taufik agar Sidang Istimewa MPR
>> dipercepat. Ternyata tidak. Soal Memorandum kedua pun tidak.
>>
>> Sholat Jum'at bersama pimpinan politik dan membicarakan
>> masalah-masalah bersama. Secara tersirat kami sudah memahami bahwa
>> perlu pergantian pimpinan nasional, kata Amien Rais. PK dan PPP
>> langsung menyatakan akan menerima Mega sebagai Presiden jika Gus Dur
>> harus turun. Nur Wahid dan Hamzah Haz mengatakan demikian. Kita kan
>> bukan negara Islam, kata Hamzah jadi jika konstitusi menyatakan
>> Megawati menjadi Presiden, maka PPP akan mendukungnya, meski ia
>> perempuan. Baik militer maupun kalangan Poros Tengah sangat khawatir
>> jika Gus Dur bertahan lebih lama, merekalah yang akan terpojok. Kalau
>> Gus Dur bisa bertahan dua sampai tiga bulan dia memang bisa dianggap
>> hebat apalagi jika ia bisa melewati Sidang Istimewa.
>>
>> KSAD Endriartono sudah mengaku kepada pers bahwa Gus Dur sudah minta
>> kepada TNI dan Polri agar diberlakukan Darurat Militer tetapi
>> perwira-perwira TNI dan Polri menolak. Kini, jika Gus Dur kembali, ia
>> bisa menunjukkan bahwa meski keadaan di Indonesia morat-marit ia bisa
>> meninggalkan tanah air tanpa khawatir dikudeta. Sebelum berangkat
>> menurut suatu sumber, ia sudah menganjurkan kepada beberapa perwira
>> yang dipanggilnya ke Istana agar melakukan saja kudeta yang mereka
>> rencanakan. Ia sudah pasrah. Tetapi para perwira itu meyakinkannya
>> bahwa mereka tidak akan melakukan kudeta. Maka kini setelah Gus Dur
>> kembali lawan-lawan politiknya sudah harus bersiap-siap untuk
>> menerima serangan balik Gus Dur. Ia jelas dapat mengatakan bahwa
>> selama ia meninggalkan tanah air, Wapres tidak mampu mengatasi
>> masalah Sampit. Megawati pun tidak berani mengangkat Ketua Mahkamah
>> Agung yang baru. Artinya ia sengaja mau melakukan uji coba, mentest
>> apakah Mega mampu memimpin negara. Ternyata ia belum mampu. Padahal
>> Gus Dur sudah berkali-kali jalan-jalan ke luar negeri untuk melihat
>> kemampuan Megawati. Kini, Gus Dur pun tahu bahwa lawan-lawan
>> politiknya dari Golkar dan Poros TRengah akan menggerakkan semua
>> elemen pendukungnya menyambutnya dengan demonstrasi besar ketika
>> pesawat yang membawa Gus Dur mendarat di lapangan udara yang hingga
>> kini belum jelas tempatnya. Apakah di Cengkareng, Halim Perdana
>> Kusumah ataupun di Juanda Surabaya. Jika ia mendarat di Jawa Timur,
>> ia tentu akan disambut massa pendukungnya.
>>
>> Yang menjadi pertanyaan sekarang ini mengapa massa NU selama
>> kepergian Gus Dur tidak banyak bergerak? Ada yang mengatakan ini
>> disebabkan karena Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi mau diadu dengan Gus
>> Dur, karena itu Hasyim dan ulama-ulama NU lainnya diajak ke Arab
>> Saudi. Yang lainnya mengatakan, Gus Dur ingin menunggu hasil lobby
>> Taufik dengan kalangan Poros Tengah dan militer. Bagaimana pun ia
>> percaya pada Taufik karena mungkin Gus Dur pun menguasai data-datanya
>> Taufik. Dalam pelbagai pembicaraan dengan kelompok Poros Tengah, baik
>> Taufik dan Megawati tetap meminta fatwa MUI soal wanita tidak boleh
>> menjadi presiden, dicabut. Taufik menyadari bahwa hal itu merupakan
>> kartu truf  Poros Tengah. Begitu Megawati menjadi presiden bisa saja
>> kartu Fatwa MUI itu yang dimainkan oleh Poros Tengah. Fatwa itu jelas
>> tidak bisa dicabut seenaknya. Tetapi Mega tetap mendesak pihak
>> Muhamadiyah mau pun Poros Tengah agar fatwa itu ditiadakan. Ternyata
>> permintaan Megawati dan Taufik itu tidak dikabulkan Amein Rais, Dien
>> Syamsuddin maupun Hamzah Haz. Maka bisa diperkirakan bahwa Megawati
>> tidak akan segera melangkah meninggalkan Gus Dur tanpa jaminan
>> tersebut. Setidak-tidaknya NU tidak pernah mengeluarkan fatwa yang
>> malarang wanita menjadi presiden. Fatwa MUI lah yang menjadi halangan
>> Megawati bekerjasama dengan Poros Tengah. Fatwa itulah yang dahulu
>> dianggap massa PDI Perjuangan sebagai akal-akalan Poros Tengah, untuk
>> mencegah Megawati menjadi presiden. Kini bola lagi-lagi  ada di kaki
>> Gus Dur. Kemana bola itu akan ditendangnya?
>>
>>
>> ---------------------------------------------------------------------
>> Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
>>
>>
>> Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
>> ---------------------------------------------------------------------
>
>
>...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke